Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 82


__ADS_3

"Mau apa kak Elang?" tanya Hafsa terbata-bata, jantung pun berdegup tidak beraturan yang ada dipikirannya saat ini adalah tolong hentikanlah kami jangan sampai kami melakukan yang kami inginkan disini.


"Mau apa lagi jika sudah berdua." jawab Elang semakin tersenyum.


oh tuhan tolonglah Elang jangan semakin tersenyum jantung Hafsa semakin berdegup kini keringat dingin menjalar kemana-mana apalagi kini tatapan Elang yang sudah bisa melihat menjurus ke matanya yang mampu menghiptonis dirinya untuk terpesona.


"Kau sudah bisa melihat." kata itu yang mampu keluar dari mulut Hafsa.


"Seperti yang kau lihat, dan seperti janjiku dulu aku tidak akan melihat siapapun sebelum melihat dirimu." kata Elang memang benar, meski dia diajak bicara dengan yang lain namun pandangannya tidak mengarah pada lawan bicaranya bahkan pada ibunya sekalipun.


"Benarkah, aku tidak percaya." jantung Hafsa yang berdegup mulai stabil karena pembicaraan yang sejalan.


"Jadi kau ingin bukti." kata Elang tersenyum smirk.


"Em... bukti apa?" Hafsa malah menantang membuat Elang gemas.


Elang jadi mendekatkan wajahnya sambil tersenyum manis yang mampu membuat mata Hafsa tak bisa berkedip. Ingin melakukan sesuatu namun tempat dan keadaan tidak mendukung pintu lift itu terbuka dan sudah ada dua orang pria paruh baya yang menunggu diluar dengan rasa heran.


Elang merubah posisi dengan santai namun berbeda dengan Hafsa yang begitu terkejut melihat ada orang diluar dia jadi gugup dan malu sendiri bahkan dia tidak sanggup untuk melihat siapa yang memergoki mereka.


"Permisi." Hafsa memberi salam namun dengan menunduk sedang Elang melewati begitu saja dengan penuh wibawa.


*****


"Kau ingin makan dulu atau mandi dulu." tawar Elang pada Hafsa.


Mereka sudah berada dalam kamar hotel, Hafsa sangat senang sekali karena ini pertama kali dirinya menginap di hotel dia dengan noraknya terus memandangi kamar hotel itu.


"Hey, aku sedang bicara denganmu kau tidak mendengarku." ucap Elang kesal karena baru kali ini ada wanita yang mengabaikannya berani sekali.


"Eh.. aku sedang melihat ruangan ini ternyata bagus yah aku baru kali ini masuk hotel." Hafsa terkikik sendiri dengan ucapannya terserah dibilang norak juga.


"Ternyata istriku kampungan." Elang tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Tidak apa-apa yang penting punya suami tampan." timpal Hafsa begitu saja.


"Aku memang tampan, kau baru menyadarinya." Elang mendekati Hafsa yang berjalan ke kamar mandi.


"Eh.. iya kau tampan." ulang Hafsa dirinya malu sendiri saat bilang Elang tampan.


"Coba sekali lagi bilang aku tampan." sambil memeluk Hafsa dari belakang dan itu membuatnya merinding.


"Iya kau tampan, tampan sekali." ucap Hafsa.


"Baiklah, karena kau sudah menyenangkan hatiku aku akan memberimu hadiah." bisik Elang ditelinga Hafsa.


"Hadiah apa?" Hafsa senang mendengarnya.


"Hadiah, aku mandikan dirimu dengan tanganku sendiri." katanya dengan seringai lebar.


Hah dimandikan Hafsa jadi merinding mendengarnya dikira Hafsa Elang akan memberi hadiah berupa benda atau apa karena dia sudah senang duluan eh ternyata.


"Iya, dan kaulah wanita satu-satunya yang paling beruntung karena aku sentuh." dengan bangganya Elang berujar.


"Eh.. tapi aku bisa mandi sendiri." timpal Hafsa takut-takut.


"Tidak ada yang bisa menolakku termasuk dirimu." Elang langsung saja membopong Hafsa membuatnya terpekik kaget.


Elang membawa Hafsa masuk ke kamar mandi dan mendudukkannya di atas dipan samping wastafel.


"Kau tunggu disini aku akan menyiapkan airnya." dengan telaten Elang menyiapkan air hangat dibat up dan memberikan sabun beraroma mawar.


Hafsa jadi tersentuh melihat perhatian dari suaminya dia berfikir apakah dia bisa memiliki suaminya ini seutuhnya tanpa harus memikirkan kontrak itu.


"Jangan memandangiku terlalu lama kau bisa jatuh cinta." kata Elang tanpa melihat.


"Aku memang sudah jatuh cinta. Uups." reflek Hafsa menjawab lalu dia tersadar dengan ucapannya.

__ADS_1


Elang bereaksi dia berjalan kearah istrinya, "Kau sudah jatuh cinta."


"Ah.. eh..!" Hafsa bingung menjawab.


"Kenapa,? kau malu."


"Eh.. sudahlah katanya mau mandi aku mandi dulu." Hafsa turun dan ingin ke bak mandi namun tangannya ditarik Elang.


"Sudah ku bilang aku akan memandikanmu dan kalau perlu kita mandi bersama." dengan senyum sensual Elang berbisik.


"Eh...!" Hafsa terpekik kaget saat Elang membuka bajunya ingin menolak namun dia suaminya meski kontrak tetap saja pernikahannya sah menurut agama dan negara jadi dia hanya pasrah membiarkan Elang membuka bajunya.


"Kau bau sekali, sudah berapa hari belum mandi." tanya Elang sambil mencium bau badan Hafsa.


"Enak saja aku mandi tau, sekarang hanya kotor saja." jawab Hafsa cemberut.


"Ternyata kau lucu juga jika cemberut seperti itu." Elang kini sudah melepas semua pakaian Hafsa dan langsung membopongnya membuat Hafsa lagi-lagi terkejut.


"Kak Elang kau selalu saja membuatku terkejut." ucap Hafsa sambil menutupi buah dada nya.


"Untuk apa ditutupi toh aku sudah merasakannya." kata Elang tersenyum smirk.


Lalu Hafsa diturunkan di bak mandi besar Elang kemudian membuka semua pakaiannya dan Hafsa memalingkan wajahnya, Elang tersenyum baru kali ini dia mendapati wanita yang tidak mau melihat tubuhnya secara langsung.


Lalu Elang turun ikut mandi bersama dia benar memandikan Hafsa dengan teliti dan bersih hal yang dilakukan Elang tentu saja membuat hasratnya bergejolak bagaimana tidak Elang menyentuhnya dengan sangat lembut apalagi pada bagian dua gunung kembarnya itu malah dimainkan membuat si empunya mengeluarkan suara aneh yang malah membuat Elang ketagihan.


"Aku rindu sekali denganmu." bisik Elang ditelinga Hafsa dengan suara parau.


"Maaf aku baru menemukanmu, aku tau kau pasti memikirkanku kan." ucapnya.


Suara ******* dan lenguhan pun keluar dari mulut Hafsa, Elang tidak tahan mendengarnya dia membalikkan wajah Hafsa menghadapnya dan langsung mencium bibirnya dengan lembut.


Kini mereka terbawa suasana kenikmatan, karena adik Elang meronta-ronta akihrnya Elang membawa Hafsa keluar dari bak mandi menuju ranjang dan melanjutkan kegiatan mereka yang lebih panas lagi untuk menghasilkan Elang junior.

__ADS_1


__ADS_2