Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta

Pengasuh Tuan Muda Lumpuh Dan Buta
Bab 23


__ADS_3

Hafsa masuk kekamar mendapati Elang sang suami masih ditempat tidurnya. Kebiasaan Elang yang tidur tidak pernah menggunakan pakaian atasan dan hanya memakai boxer membuat mata Hafsa jadi terus ternodai karena dia harus terus memandangi tubuh sispex dan berotot itu.


"Duhh... ini orang, kenapa harus punya kebiasaan kalau tidur ga pake baju sih! bisa-bisa aku khilaf ini." gumam Hafsa memalingkan wajahnya dari Elang.


"Kenapa ngga bangun-bangun juga?"


Hafsa menyimpan sarapan itu dinakas dan mencoba membangunkan Elang dengan cara menggoyang-goyang kan pundak Elang.


"Tuan... bangun sudah siang sarapannya sudah aku sediakan." kata Hafsa pelan dengan mengguncang pundak Elang.


Tapi apa yang dilakukan Elang sungguh diluar dugaan, tanpa sadar Elang menarik tangan Hafsa sehingga tubuh Hafsa ikut terbawa karena tarikannya yang kencang.


Alhasil Hafsa jadi dipeluk bagai guling oleh Elang yang membuat gadis itu terkejut bukan main.


Hafsa menutup mulutnya saat wajahnya berada sangat dekat dengan wajah Elang, tentu saja gadis itu sangat terpesona melihat ketampanan pria itu bahkan sedang tidurpun tetap tampan.


'Ya ampun aku bisa mati berdiri kalau begini, eh salah mati dipelukan dia.'


ucap Hafsa dalam hati terkikik sendiri karena perkataanya.


Ingin melepaskan diri tapi susah karena Elang begitu erat memeluknya.


'Dia sadar tidak sih! kalau aku ini manusia bukan guling. aahh... tolong aku tidak kuat aku bisa sesak nafas kalau begini terus.' ucapnya lagi menggerutu sendiri.


"Tuan... bangun!" ucap gadis itu sambil menepuk pipi Elang.


Elang tidak merespon, membuat Hafsa kesal sendiri sehingga dia mengencangkan suaranya.


"Tuan bangun... aku bukan guling!" teriak Hafsa tepat ditelinga Elang yang langsung terganggu.


Elang terkesiap kaget dan langsung membuka matanya dan dia tambah terkejut lagi karena merasakan ada seseorang yang memeluk tubuhnya.


Tanpa basa-basi Elang langsung melepas dan melempar Hafsa kesamping tempat tidurnya karena kaget.


"Kau... berani sekali memelukku. Kau mencari kesempatan dalam tidurku.' tuduhnya asal membuat Hafsa cemberut kesal.


"Hey, tuan jangan asal tuduh. Tuan yang menarikku, memelukku, melemparku lalu menuduhku begitu saja." bela Hafsa membuat Elang menyipit.


"Aku memelukmu, tidak mungkin." Elang menggelengkan kepalanya. "Kau pasti mencari kesempatan kan. Ingat tidak ada kontak fisik apapun."

__ADS_1


Hafsa menghela nafas dan menghembuskan nafasnya pelan dia tau harus sabar menghadapi sang tuan muda arogan dan kejam itu.


"Ya sudah terserah tuan." timpal Hafsa pasrah, lalu beranjak dari kasurnya yang benar-benar empuk dan nyaman itu.


"Hey, siapa yang menyuruhmu pergi." Elang menghentikan Hafsa yang ingin beranjak.


"Ada apa tuan!"


"Aku ingin mandi, cepat siapkan air hangat untukku." titahnya cuek.


"Baik." jawab Hafsa singkat tanpa banyak membantah.


Gadis itu kekamar mandi lalu menyiapkan air hangat untuk Elang mandi. Setelah selesai diapun keluar dari kamar mandi dan menghampiri Elang.


"Tuan, airnya sudah siap!"


"Hemm..."


Jawaban macam apa itu? hanya hemm dan dia diam saja disitu malah sibuk dengan ponselnya, bukannya dia tidak bisa melihat.


Apa ponselnya khusus dibuat untuknya yang buta? ah Hafsa tidak habis pikir dengan kehidupan orang kaya dari pada dia memikirkan yang tidak-tidak lebih baik dia pergi saja ke dapur.


"Mau kemana kau? siapa yang menyuruhmu pergi?" ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


"Ah! aku pikir tuan tidak butuh aku." jawab Hafsa gugup.


"Apa menurutmu aku harus merangkak untuk ke kamar mandi?" tanya nya mengintimidasi.


Hafsa menjadi salah tingkah, "Ah iya! maaf tuan, habisnya aku lihat tuan seperti masih sibuk."


"Kau sudah menyiapkan sarapan untukku kan" lagi-lagi Elang tau kalau gadis itu memang sudah menyiapkan sarapan pagi mungkin dari aromanya, jadi dia tau.


"Iya sudah tuan."


"Ya sudah aku tidak mau kalau makanan itu jadi dingin karena kau terlambat mengantarku mandi."


Hahh...


'Kenapa jadi aku yang kena?' sungutnya dalam hati.

__ADS_1


"Cepat tunggu apa lagi bawa aku mandi." titahnya tak terbantah.


"Ba-ik tuan!" cepat-cepat Hafsa membantu Elang memapahnya kekamar mandi, sedikit-sedikit Elang bisa berjalan kalau tujuannya dekat dan tidak perlu memakai kursi roda.


Karena pengobatan dan perawatan yang rutin.


Hanya saja untuk matanya dia belum mendapatkan donor mata yang cocok untuknya tapi Rey terus berusaha mencari donor mata untuk tuannya itu.


"Ah tuan, apa sebaiknya setelah kita selesai disini, tuan berlatih berjalan saja supaya kaki tuan lebih cepat bergerak." kata Hafsa berusaha mengajak Elang berlatih karena kaki Elang sudah mulai berjalan perlahan.


"Sudah jangan banyak bicara, lakukan saja tugasmu sekarang." jawabnya ketus membuat Hafsa mencibir.


Seperti biasa Hafsa membantu memandikan Elang dengan menggosok punggungnya yang putih bersih, Hafsa berkali-kali menelan ludahnya karena matanya selalu disuguhi dengan pemandangan yang indah.


'Punggungnya saja seputih ini, sepertinya aku sebagai wanita kalah dengannya.' ucapnya dalam hati.


"Hey, bagaimana rupamu? pasti jelekkan." tanya Elang dengan senyuman sinis.


"Hah rupaku jelek," monolog Hafsa, lalu dia melihat wajahnya sendiri dikaca samping.


"Iya tuan, aku jelek sekali, rambutku berantakan, kulitku kusam dan wajahku penuh dengan pori-pori." jawab Hafsa memelas, menyadari dirinya jelek. Tapi sebenarnya cantik hanya kurang polesan saja.


Hahaha..


Elang menyambut dengan gelak tawa mendengar jawaban jujur dari gadis itu.


"Ya kau, memang jelek. Lalu kenapa ibuku malah memilihmu?" tanya Elang heran.


"Aku juga tidak tau, tuan !" jawabnya menggedikkan bahu.


"Apa ibuku kau pelet sehingga dia mau menikahkan aku denganmu." tuduhnya asal.


Hafsa merasa terhina atas perkataan Elang, diapun menggosok punggung Elang dengan kencang.


"Hey, pelan-pelan kau sengaja yah!".


"Tuan untuk apa juga aku melakukan itu,tuan ini yang bener saja."


Setelah obrolan singkat itu mereka berdua menyelesaikan urusannya dikamar mandi, lalu tak lupa sarapan bersama.

__ADS_1


__ADS_2