
Suasana di kampus itu terlihat ramai, kebanyakan mereka dari kalangan orang berada, mahasiswa mahasiswi nya juga tampan dan cantik dan yang pasti pintar.
Hafsa dan Melati merasa seperti sedang bermimpi bisa masuk ke kampus ini selain kampusnya terbaik, fasilitas kampus juga sangat memadai juga orang-orangnya yang sangat ramah yang mereka temui.
Mereka berdua pun masuk ke dalam kelas yang sudah di daftarkan bersama seorang dosen wanita yang tadi baru saja bertemu. Suasana di dalam kelas tampak ramai, semua mata tertuju pada mereka. Tapi ada 5 orang yang menatap mereka dengan berdua dua diantaranya mengagumi mereka sedang tiga lainnya memandang mereka dengan senyum sinis.
"Selamat pagi, hari ini kita kedatangan mahasiswi baru. Ayo! perkenalkan diri kalian masing-masing." ucap dosen tegas memandang Hafsa dan Melati bergantian.
"Hayy... perkenalkan namaku Melati." Melati yang pertama mengenalkan diri.
"Aku Hafsa." di lanjut Hafsa.
"Kami berdua tinggal bersama sahabat tapi sudah seperti saudara." tambah Melati dengan tersenyum dan yang mendengat hanya diam saja.
"Sudah Bu dosen itu saja!." kata Hafsa merasa malu di pandang aneh oleh mereka.
"Ya sudah kalian duduklah." kata dosen maklum.
Hafsa dan Melati pun berjalan mencari tempat duduk yang di tengah.
*****
Beberapa jam kemudian kelas telah selesai, Hafsa dan Melati ingin keluar namun di hadang oleh tiga orang wanita yang menatap mereka dengan sinis.
"Aku tidak menyangka kampus terbaik dan terelit ini menerima mahasiswa miskin dan norak." ucap salah satu wanita bernama Alice tepat di depan Hafsa dan Melati tapi pandangannya tidak mengarah pada Hafsa dan Melati.
"Maaf kau bicara dengan siapa?." tanya Melati pada Alice.
Alice menoleh dengan kesal, "Ya dengan kalian lah, dasar norak." ucapnya dan teman-temannya hanya tersenyum sinis.
__ADS_1
"Oo... dia bicara sama kita, tapi maaf kau tidak tau siapa kami jadi jangan menghina seseorang." kata Melati.
"Benar, jika ingin berkenalan tidak apa-apa!". tambah Hafsa mencoba tersenyum.
"Heh.. males sekali aku harus berkenalan dengan kalian. Ayo kita pergi saja." Alice pun mengajak teman-teman nya pergi.
Hafsa dan Melati hanya saling pandang, saat ingin melangkah dua pria menghadangnya.
"Hay tunggu."
Mereka berdua pun berhenti.
"Kenalin aku Raka dan ini Angga." ucap Raka memperkenalkan dirinya dan temannya sambil mengulurkan tangannya.
"Hay juga aku Hafsa dan ini Melati." jawab Hafsa tak menyambut uluran tangan itu karena teringat pesan dari Elang mereka hanya membalasnya dengan tersenyum manis.
Raka dan Angga sangat terpesona dengan senyuman mereka, jantung kedua nya langsung berdetak, apakah ini yang di namakan jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Kita mau ke kantin, mau makan." jawab Melati blak-blakan.
"Oh kalau gitu kita antar saja, kalian pasti tidak tau kan tempatnya." ujar Angga menawarkan.
"Benar juga, ya sudah ayo kita kesana bareng-bareng." kata Melati merasa ini kesempatan yang tidak boleh di sia-siakan.
"Yess. Ayo!"
Mereka berempat pun pergi ke kantin kampus, selama di perjalanan menuju kantin mata para mahasiswa mahasiswi terus tertuju pada mereka sampai membuat Hafsa dan Melati merasa tidak nyaman.
"Sa, kenapa yah mereka pada ngeliatin kita?." tanya Melati pada Hafsa.
__ADS_1
"Aku juga tidak tau." jawab Hafsa.
Mereka kini sudah duduk di bangku kantin.
Angga dan Raka tersenyum mendengar nya.
"Itu karena kita." timpal Raka bangga.
"Karena kalian, kenapa?". tanya Melati heran.
"Karena kita adalah idola kampus yang sangat terkenal dan populer." jawab Angga tersenyum menatap Hafsa sedari tadi.
"Ya, itu benar dan mereka sangat iri dengan kalian yang bisa bersama kami." tambah Raka.
"Ah yang benar, jadi kalian idola kampus." kata Hafsa tidak menyangka idola kampus langsung mau menyapa mereka.
"Wah aku sangat tersanjung sekali tapi kami merasa tidak nyaman di tatap seperti itu." tambah Melati.
"Kalian tidak perlu khawatir, tidak akan ada yang berani mengusik kalian jika kalian terus bersama kami." jawab Angga tersenyum manis.
Hafsa dan Melati hanya tersenyum paksa mendengarnya.
Lalu datanglah rombongan Alice cs ke kantin.
"Lice, lihat itu kan Angga sama Raka." ucap salah satu teman Alice bernama Vanya.
"Iya mereka sama anak baru itu lagi,!" tambah satu teman nya lagi bernama Sela.
"Rupanya anak baru itu mau bersaing denganku, mereka tidak tau siapa aku. Biarkan saja kalau sekali lagi aku lihat mereka bersama Angga hem.. habislah! ayo."
__ADS_1
Alice mengajak kedua temannya pergi dengan senyum smirk.