
Diana belum keluar dari perusahaan Elang dia pergi ke toilet untuk membasuh wajahnya namun apa yang dia dapat sungguh menarik untuk di dengarnya dia pun sengaja berlama-lama disana demi untuk mengetahui apa yang ada dipikiran wanita ini.
Ya dia Meliana yang sedang emosi kebetulan disana hanya ada mereka berdua Meliana dan Diana.
Karena Meliana tidak mengenal Diana jadi dia pikir tidak mengapa kalau dirinya membicarakan orang lain dengan marah-marah.
"Sialan, ternyata dua pria tampan itu sudah memiliki pasangan." ucapnya sambil memandangi dirinya di depan cermin.
"Lihat aku, apa kurangnya aku? aku cantik, seksi badanku bagus dan berisi sedangkan mereka heh... sangat jelek, kampungan juga tak ada bagusnya dalam bentuk tubuhnya tapi.. kenapa ternyata mereka adalah pasangan dari Elang sang CEO tampan dan sekretarisnya Rey."
Diana mengernyit saat nama Elang di sebut, dirinya semakin penasaran untuk lebih menguping.
"Atau jangan-jangan... mereka cuma kawin kontrak atau pacar pura-pura gitu soalnya kan tidak mungkin selera mereka begitu." tambahnya menebak sendiri.
"Aaahh... aku pusing, pokoknya aku harus mendapatkan salah satu diantara mereka. Harus!." tekadnya dengan dengan penuh emosi.
"Aku bisa membantumu mendapatkan nya." ucap Diana seketika tau maksud wanita ini.
Meliana menoleh melihat sumber suara dirinya mengernyit saat ada yang mencampuri urusan nya.
"Kau menguping, siapa kau?." tanya Meliana tidak suka.
"Dari tadi aku disini kau tidak lihat jelas saja aku mendengar kau marah-marah tidak jelas." tutur Diana.
"Lalu untuk apa kau membantuku?."
__ADS_1
"Karena aku mengenal siapa orang yang kau maksud. Perkenalkan aku Diana mantan kekasihnya Elang Rahardian." ucap Diana mengulurkan tangannya pada Meliana.
Meliana terkejut dengan wanita didepannya, "Kau mantan kekasihnya CEO Elang." tuturnya mengabaikan uluran tangan Diana.
"Iya, aku mantannya." ulang Diana menurunkan tangannya karena tidak di balas ole Meliana, lalu menatap dirinya di cermin.
"Lihat aku, aku cantik seksi pintar tubuhku bagus, lalu kenapa Elang tidak memilih ku untuk menjadikan istrinya."
"Ini pasti karena gadis-gadis itu telah melakukan sesuatu pada Elang dan sekretaris nya." ucap Diana menghadap Meliana dan Meliana mendengarkan dengan seksama.
"Kalau tidak, kenapa mereka bisa luluh dan itulah kenapa aku mau membantu mu aku ingin kita bekerjasama untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik kita. Kau mau?."
"Aku mau, apalagi jika sama-sama bernasib seperti ku. Oh iya aku Meliana senang berkenalan denganmu." ucap Meliana mengulurkan tangannya.
"Oke, aku pergi dulu ini kartu namaku secepatnya hubungi aku." Diana memberikan kartu namanya pada Meliana.
"Terimakasih. Aku akan segera menghubungi mu." balas Meliana menerima kartu itu.
*****
Keesokan harinya Hafsa dan Melati benar-benar kuliah mereka sudah di daftarkan di kuliah yang sama dan jurusan yang sama oleh Rey.
Kini mereka sudah bersiap-siap untuk pergi kuliah di antar oleh Galang.
"Mel, lihat aku!." Hafsa memperlihatkan gaya nya yang trendy dan simpel karena memang masih terbilang muda jadi Hafsa cocok menggunakan nya.
__ADS_1
"Wah.. keren. Aku aku." kata Melati mengacungkan dua jempolnya kemudian memperlihatkan juga gaya nya yang selalu casual.
"Kau juga keren." ucap Hafsa mengacungkan dua jempolnya juga.
"Kalian berdua sangat cantik dan manis nona-nona. Ayo silahkan masuk!." ujar Galang di sebelahnya memuji dengan jujur.
"Terimakasih." kata Hafsa.
"Hey, jangan memuji kami nanti kau bisa jatuh cinta." kata Melati tersenyum.
"Jika begitu, aku harus siap di gantung oleh tuan muda dan Rey." gumamnya memalingkan wajah.
Mereka pun segera berangkat, diperjalanan mereka selalu mengobrol sambil bersenda gurau hingga tak terasa mereka sudah sampai di universitas terkenal dan terfavorit.
"Wah... kita benar-benar kuliah di tempat sebagus ini Mel." ucap Hafsa kagum saat keluar dari mobil diikuti Melati dan Galang.
"Iya suamimu dan Kak Rey benar-benar hebat dalam memilih." jawab Melati ikut kagum.
"Sudah pasti tuan muda memilihkan yang terbaik untuk kalian." sambung Galang.
"Kau ini nyambung mulu, sudah sana pulang." kata Melati mengusir sedang Hafsa hanya tertawa.
"Maaf nona, tapi aku di tugaskan untuk menjaga kalian. Jadi aku akan terus di sini sampai kalian pulang." ucap Galang datar.
"Huh ya sudahlah ayo sa kita masuk!." Melati kemudian mengajak Hafsa untuk masuk sedang Galang masuk mobil untuk diparkirkan.
__ADS_1