Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Baba dan Bubu


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Syakila muntah di bantu suaminya yang kini memijit leher nya, dan dengan bantuan itu Syakila terus mengeluarkan rasa mual nya, untuk tadi mungkin Syakila memuntahkan apa yang dia makan, tapi sekarang hanya cairan saja.


"Pusing, tapi mual." Syakila kembali muntah lagi.


"Sabar sayang, coba muntahkan dulu semuanya, nanti makan lagi" balas Alex juga bingung.


Mual istri nya yang mendadak membuat nya bingung, Alex tidak tau istrinya kenapa karena sebelumnya dia juga tidak melihat Syakila muntah separah ini.


"Mau minum." Syakila sudah lelah.


Alex ingin meninggalkan istrinya, tapi karena takut Syakila jatuh jadi Alex hanya bisa menyuruh bibi pembantu untuk mengambilkan air hangat.


Beberapa menit berlalu..


"Kak Kila udah yuk minum dulu Mom bawakan air hangat untuk kak Kila." suara Mom Fallen terdengar di luar kamar mandi.


Syakila tadi sudah pindah ke kamar, tapi karena mual lagi akhirnya Syakila kembali ke kamar mandi untuk menuntaskan rasa ingin muntah nya.


Alex membantu Syakila keluar dari kamar mandi dengan langkah pelan yang penuh kehati-hatian, wajah Syakila nampak pucat dan itu membuat Alex semakin di landa kecemasan.


Syakila minum sedikit air hangat nya, lalu merebahkan tubuhnya di bantu oleh Alex.


"Udah enakan?" tanya Mom Fallen.


"Dikit Mom." balas Syakila sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing.


Melihat itu Alex langsung berinisiatif untuk memijat kepala sang istri, membuat Syakila merasa sedikit enakan.


"Makasih sayang." kata Syakila sambil memejamkan matanya.


Menikmati pijatan dari suaminya.


Melihat itu Mom Fallen tersenyum, karena tidak mau mengganggu anak nya Mom Fallen memilih meninggalkan kamar Syakila.


Dan saat keluar berpapasan dengan Dad Bastian yang terlihat cemas, lain dengan Syaka yang masih terlihat makan di ruang bersantai..


"Gimana Kila?" tanya Dad Bastian.


"Udah agak baikan, Toni masih belum kesini?" Mom Fallen balik beratnya.


"Dia sedang di jalan." balas Dad Bastian.


Mom Fallen mengangguk, lalu mengajak suaminya untuk duduk di ruang bersantai, tapi Dad Bastian menolak karena dia ingin menjaga sang putri.


"Dad jangan seperti itu, anak-anak kita sudah menikah. Syakila punya suami setidak nya jaga perasaan suaminya yang pasti ingin ada di sisi istrinya." Mom Fallen memberikan peringatan.


Tidak mau melihat suaminya yang terlalu posesif, karena bagaimanapun Syakila dan Syakira sudah menikah. Ada mantu nya yang harus di jaga perasaan nya.


Dan hal ini juga bisa membuat Dad Bastian memiliki batasan, seorang ayah memang harus memiliki kedekatan dengan putri-putri nya, tapi setalah menikah tentu semaunya tidak akan sama, pasti ada perbedaan nya.


"Baiklah untuk kali ini aku mengalah." Dad Bastian mengikuti kemauan istrinya dan duduk di kursi yang ada di ruangan bersantai.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu..


Uncle Toni datang dan langsung masuk ke kamar untuk memeriksa Syakila.


Dad Bastian yang tidak sabaran juga tentu nya ikut masuk begitupun dengan Mom Fallen yang juga khawatir akan kondisi sang putri.


"Bagaimana? sakit apa istri ku?" tanya Alex sambil melihat Uncle Toni yang masih memeriksa Syakila.


"Sabar, aku bahkan baru memulai pemeriksaan nya." uncle Toni mengembungkan pipi nya.


Jika bukan karena ini keluarga bang Babas dia tidak akan rela malam Jumat nya gagal, apalagi target nya dia ingin memiliki banyak anak seperti teman nya Tara.


"Lama sekali, cepat katakan putri ku sakit apa!" Dad Bastian ikut cemas.


Uncle Toni menyudahi acara memeriksa nya, dia sudah menemukan penyebab Syakila muntah-muntah.


"Cepat katakan Tronton!" kesal Alex.


"Hey seenaknya mengubah nama orang!" uncle Toni tidak terima.


Dan Dad Bastian yang melihat Alex dan Toni yang saling memberikan tatapan tajam menjadi kesal lalu menjewer keduanya.


"Dasar bocah tengik, sudah Om-om masih saja suka saling menghina." ketus Dad Bastian sambil menambah keras jeweran nya.


"Dad lepaskan kasihan mas Alex." Syakila tidak terima suaminya di jewer.


"Uncle juga dong Kila." ucap uncle Toni.


Hufh..


Dad Bastian melepaskan jeweran nya lalu melirik uncle Toni meminta penjelasan.


Uncle Toni melihat tatapan wajah penasaran dari semua orang.


"Kila nggak kenapa-kenapa kok, itu normal untuk ibu hamil." balas Uncle Toni santai.


Hah?


Hamil!


Semua mata melihat ke arah uncle Toni! dan uncle Toni mengangguk cepat.


"Berapa bulan?" tanya Syakila.


Yang mana hal itu membuat Dad Bastian melotot dan menatap tajam Alex.


Wajah nya yang semula senang berubah menjadi marah, bersiap meninju Alex jika kandungan Syakila melebihi dua atau tiga bulan, karena Syakila baru menikah hampir dua bulan.


"Seperti nya baru satu atau dua Minggu, tapi kalau mau lebih jelas lebih baik di periksa ke dokter kandungan saja mereka lebih ahli dalam hal ini." jelas Uncle Toni lagi.


huh..


Dad Bastian tidak jadi marah, dia langsung duduk dan memeluk sang putri, memberikan kecupan di kening saat putri.


"Selamat sayang kamu akan menjadi ibu." Dad Bastian sangat senang.

__ADS_1


"Makasih Dad, selamat juga Daddy akan menjadi Opa." Syakila tersenyum senang, dan membalas pelukan sang Daddy.


"Bagus Lex ini baru nama nya laki, tidak sia-sia aku mengirimkan mu Vidio__" bisik uncle Toni terhenti karena uncle Alex menginjak kaki nya.


"Diam atau aku akan memberikan pukulan di adik mu!" bisik Alex sambil melirik tajam uncle Toni.


Huh..


"Tidak mantu tidak mertua semuanya sama suka mengancam!" kesal uncle Toni.


"Mommy.." Syakila kini memeluk sang Mommy.


"Selamat sayang, Mommy bahagia mendengar kehamilan mu." Mom Fallen mengusap lembut rambut sang putri.


Syakila tersenyum dalam pelukan Mommy nya, dan setelah pelukan itu terlepas Mom Fallen dan Dad Bastian keluar dari kamar Syakila.


Pun sama dengan uncle Toni, sebenarnya Dad Bastian masih ingin berlama-lama dengan sang putri, tapi karena bujukan istrinya dia pun memilih mengalah.


Di kamar kini tinggallah Syakila dan Alex, pria 37 tahun itu masih belum kunjung memperlihatkan ekspresi senang nya, dan itu membuat Syakila berpikir jika suaminya tidak bahagia dengan kehamilan nya.


"Sayang sini, kenapa berdiri terus."


"Kamu nggak senang ya?"


Alex menggelengkan kepalanya, lalu memegang tangan sang istri.


"Aku sangat senang sehingga tidak bisa berekspresi lebih." Alex mencium tangan istrinya.


Lalu menatap Syakila dengan penuh kelembutan, air mata menetas di sudut mata nya.


"Hey jangan menangis." Syakila kaget melihat Alex yang menangis.


"Terimakasih." tidak bisa berkata-kata lagi, dia memeluk tubuh istrinya.


"Aku juga makasih, kita membuatnya bersama jadi ini keberhasilan kita." Syakila membalas pelukan dari suaminya.


Cup..


Cup..


Dua kecupan mendarat di bibir sang istri, Syakila tersenyum lalu memegang tangan suaminya untuk menyentuh perut nya yang masih rata.


"Kamu beruntung memiliki Baba seperti nya sayang." kata Syakila sambil menggerakkan tangan nya dan tangan sang suami untuk bisa mengusap perut nya.


"Kenapa Baba?"


"Entahlah, aku mau di panggil Bubu."


"Baba dan Bubu? begitu?"


Dan Syakila mengangguk sambil tersenyum.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2