
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kau mau pesan apa?"
"Terserah, aku suka makan apapun"
Hufh..
"Baiklah, buka pintunya beberapa menit lagi aku sudah ada di depan gang."
"Oke. bye"
Andika berjalan mendekati tukang nasi goreng, dia membeli dua bungkus untuk dirinya dan juga teman nya.
Setelah pesanan di tangan Andika langsung membayar nya, lalu melanjutkan perjalanan nya ke kontrakan teman nya.
tok..tok..
"Janet buka" ucap Andika sambil mengetuk pintu.
Ceklek..
"Aku sudah lapar, kau benar-benar sangat lama" bukan nya menyambut dengan senyuman gadis itu malah langsung menarik makanan yang ada di kresek.
Andika menggelengkan kepalanya melihat itu, dia masuk dan duduk.
"Kau benar-benar istri yang tidak sopan, suami pulang bukan di kasi pelukan ini malah senang karena makanan saja" sungut Andika sambil melihat apa yang di lakukan gadis di depan nya.
"Kau selalu drama!"
"Dan kau selalu menyebalkan"
Huh..
"Diamlah Dika, ini untuk mu" Jenita memberikan nasi goreng yang sudah di pindahkan ke piring pada teman nya itu.
Andika menerima piring itu, keduanya mulai makan dengan khitmat.
__ADS_1
Andika juga belum makan dari siang tepatnya setelah Mama dan Papa nya pergi ke Amerika.
Dia tidak ikut karena Andika harus menjaga Jenita, dia ingin menjadi pelindung untuk teman nya itu.
"Dika apa Tante Arr masih mencari ku?" tanya Jenita yang sedang makan.
"Bukan hanya Tante Arr, Papa dan semua kerabat kita mencari mu, mereka mencemaskan keberadaan mu" jelas Andika sambil makan.
Jenita terdiam mendengar ucapan teman nya itu, dia tidak mau pulang Jenita masih butuh waktu untuk bisa menerima jika sekarang dia hidup sendiri tanpa Mami dan Papi nya.
Kecelakaan itu telah merenggut nyawa kedua orang tuanya, Jenita hanyut di sungai dan di selamatkan oleh nenek tua yang membuat Jenita tidak mati kedinginan.
"Apa tidak seharusnya aku mengatakan pada mereka jika kamu sudah ketemu?" tanya Andika hati-hati.
"Tidak Dika, aku nggak mau mereka tau biarlah untuk sementara waktu mereka menganggap aku mati, aku benar-benar tidak ingin terlihat menyedihkan di mata siapapun" kata Jenita sambil makan.
Andika tidak bisa berkata-kata lagi, dia paham apa yang Jenita rasakan sekarang tidak mudah untuk anak seusia nya bisa menerima kenyataan pahit ini, kehilangan orang tuanya dalam waktu yang sangat singkat.
"Kamu sudah janji padaku Dika, aku harap kamu tidak mengingkari nya" lanjut Jenita mengingatkan.
7 bulan yang lalu tepatnya setelah dua Minggu Jenita hilang Andika mendapatkan telpon di akun sosial medianya dari seseorang, dan orang itu adalah Jenita.
Saat itu Andika yang tau kondisi Jenita yang terpukul tidak bisa berpikir jauh, dia ingin memberitahukan kabar ini pada orang tuanya tapi Jenita mengancam akan bunuh diri jika Andika melakukan nya.
Karena hal itu Andika menjadi memutuskan untuk menjaga Jenita, dia memberikan kosan untuk Jenita tinggal, juga tak lupa selalu memberikan makanan agar Jenita tidak kelaparan.
Setelah selesai makan Jenita langsung ke kamar nya, pun dengan Andika yang kini duduk di pinggir ranjang sedang bermain ponselnya.
"Mama dan Papa ku pergi ke Amerika, kau ingin sesuatu?" tanya Andika.
"Cemilan yang banyak" sahut Jenita cepat, dia sedang belajar.
Meski tidak sekolah tapi Andika selalu memberikan apapun yang Jenita mau, termasuk buku pelajaran dan juga pakaian yang di pakai nya ini.
"Oke, aku akan mengirimkan nya Minggu depan karena Mama dan Papa di sana akan lama" jelas Andika.
"Berapa lama?" tanya Jenita yang kini melihat ke arah Andika.
"Hem mungkin satu atau dua Minggu, Mama bilang Papa di sana akan bertemu rekan bisnis nya juga" sahut Andika sambil melihat ke arah Jenita.
__ADS_1
Jenita memakai piyama Doraemon yang di belikan nya, dan melihat itu Andika sangat senang karena di bisa menjadi penjaga Jenita meski tidak bisa menggantikan Om Juan yang sangat super baik itu.
Setelah selesai belajar Jenita langsung naik ke ranjang, dia melihat Andika yang sedang bermain sosmed.
"Dika" panggil nya pelan.
"Hem."
"Tidurlah, aku ingin bercerita" kata Jenita lagi.
Andika melirik Jenita, dia mematikan ponselnya lalu merebahkan tubuhnya di dekat Jenita.
"Menurut kamu bagaimana kalau aku sekolah di kota C?" tanya Jenita.
"Kota C?" Andika mengulang.
"Hem, dulu aku dan Mami pernah ke kota B dan C, Mami bilang di sana tempat Mami bekerja saat masih muda"
"Lalu? kamu mau sekolah di sana?" tanya Andika lagi.
Dan Jenita mengangguk kecil.
"Aku tidak mau merepotkan kamu terus Dika, aku ingin sekolah dan memiliki masa depan yang cerah" jelas Jenita.
"Kalau begitu pulanglah, kita bisa sekolah bersama lagi dan memulai pertemanan kita dark awal" sahut Andika.
Jenita menggelengkan kepalanya, dia tidak akan pulang karena hatinya masih belum menerima kepergian orang tuanya, dia akan sedih jika melihat Tante Arr yang wajahnya sangat mirip dengan Mama nya.
Keduanya mengobrol banyak, aneh memang seorang musuh bisa menjadi penyelamat tapi itulah yang Jenita dan Andika lakukan sekarang.
Jenita nyaman saat bersama Andika, bahkan dua Minggu sekali Jenita selalu tidur bersama Andika, dia memeluk Andika.
Andika mendengar suara orang tidur, dia melirik Jenita lalu tersenyum.
"Jika saja aku tidak ingsyaf mungkin aku sudah mencium mu Jen, bibir mu membuat aku ingin dan kamu yang memeluk ku membuat aku ingin. Jenita aku pemuda 16 tahun yang normal."
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1