
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Saat bangun tidur Syakira langsung berlari keluar kamar nya, dan benar saja dia melihat moge kesayangan nya yang sudah kinclong di halaman rumah nya.
"Moge ku sayang." Syakira memeluk moge pertama yang dia miliki itu.
Ralat moge itu pemberian Daddy nya, tapi sudah dia anggap seperti dia yang membeli nya.
Tidak bertanya siapa yang mengantarkan moge nya pulang karena dia sudah tau, siapa lagi kalau bukan orang suruhan nya si kampret Rayden.
"Ternyata dia menepati janji nya, aku pikir dia akan berbohong." gumam Syakira, tanpa sadar sudut bibirnya terangkat ke atas, dia senang.
"Cie yang lagi kasmaran, yuhu cepat di jadiin dong Dek, nggak kasihan apa sama kakak nya yang tampan ini Jomblo terus." suara Syaka tiba-tiba terdengar di telinga Syakira.
"Ogah, biarin aja kak Syaka jomblo, mana ada yang ganteng jomblo." sahut Syakira tidak percaya.
Mana mungkin kakak nya yang pecicilan jomblo, bahkan di akun sosial media nya saja Syaka selalu mendapatkan banyak komentar dari para ciwi-ciwi seksoy.
Dia tau kakak nya di larang pacaran oleh Daddy nya, tapi Syakira tidak terlalu yakin jika kakak nya itu menurut, apalagi setahu dia akhir-akhir ini kakak nya itu sedang dekat dengan seorang gadis.
"Kakak serius Dek, cepat terima aja si Rayden, lagian dia itu mapan, ganteng ehk nggak masih gantengan aku deh." jangan lupakan narsis nya, pria bule dua puluh tahun itu tidak mau terkalah kan untuk masalah ketampanan.
Apalagi untuk masalah skill dia memang sangat kalah jauh dengan calon ipar nya itu, ehk ipar?.. haha Syaka memang sudah sangat mendukung jika Ndut kesayangan nya itu di nikahi oleh teman nya itu.
"Halah, nggak mau ya nanti aku bilangin Daddy kalau kak Syaka nyuruh aku pacaran, jelas-jelas Daddy nggak bolehin anak nya pacaran, ayo nakal." Syakira bersidekap dada sambil menatap sinis kakak nya.
Membuat Syaka yang akan berangkat bekerja itu hanya bisa mengerucutkan bibir nya sebal, lalu berjalan mendekati adik nya.
Memang Syakira sangat susah di tebak pikiran nya, padahal di antara dua adiknya itu Syakira adalah gadis yang humor nya sangat gila, tapi ya begitulah adik nya, gadis yang sempat patah hati sangat sulit lagi untuk di buat jatuh cinta.
Dan ini semuanya gara-gara Willy! teman nya yang satu itu memang tidak bisa dia baikin.
"Pikirkan lagi, Rayden itu_" ucap Syaka terhenti.
"OGAH!! mending makan bisa bikin kenyang!" sewot Syakira, lalu pergi begitu saja.
Syaka menggelengkan kepalanya, tidak bisa berkata-kata lagi untuk berdebat dengan adik nya, belum lagi jika berdebat dengan Syakira pasti Daddy nya juga akan ikut-ikutan, tentunya membela adik bungsu nya itu.
"Nanti kalau udah keserang virus bucin baru tau rasa." kesal Syaka, memilih masuk ke mobilnya dan pergi berangkat bekerja.
Syakira masuk rumah, dia melihat satu kakak nya lagi yang sudah rapih dengan penampilan nya yang sangat waw, cantik.
"Mau kemana kak?" tanya Syakira.
__ADS_1
Padahal dia tau, kakaknya itu pasti akan bertemu dengan tunangan nya itu, jangan lupakan cincin berlian itu menambah perfect untuk penampilan kakak nya.
"Mau ke agensi." balas Syakila.
"Oh ke uncle Alex, Rindu ya." celetuk Syakira tidak terkontrol.
Syakila hanya mengulum senyum nya, sudah biasa dengan tingkah adiknya yang sangat menyebalkan itu.
"Kalau udah tau ya jangan nanya." Syakila menuruni tangga terakhir, dan mendekati adik nya.
"Emang nya kamu jomblo." lanjut nya singkat namun membuat Syakira sewot.
"Ya mending jomblo happy nggak ada yang ngekang." masih tidak mau kalah.
"Oh ya? ya udah jomblo aja terus, dan mungkin Rayden juga akan sama cwe lain kan kamu nya nggak suka, kan." melirik adiknya, lalu mencubit gemas pipi Syakira.
"Apaansih kak Kila, dasar lebay bucin nya uncle Alex!" kesal Syakira, masih bisa membalas ucapan kakaknya.
"Biarin, dari pada kamu bucin nya Ray_" ucap Syakila terhenti.
Haha..
Dia senang melihat adik nya cemberut seperti itu, membuat nya gemas dan ingin terus mencubit pipi gembul adik nya.
Haha..
"Jangan marah, kakak bercanda, sudah ya kakak pamit, oh iya di meja makan ada opor juga, jangan lupa sisain buat kakak. jangan di habisin! inget." kata Syakila mengingatkan.
Syakira tidak menjawab, dia sebal tapi rasa sebal nya itu tidak membuat rasa lapar nya hilang, perutnya berbunyi menandakan jika dia benar-benar lapar.
Lain dengan Syakila yang memilih pergi ke kantor milik calon suaminya, setelah sholat subuh Syakira memang memilih tidur lagi, selain tidak punya pekerjaan dia juga tidak memiliki rutinitas padat seperti kedua kakak nya.
"Wah, enak nih." gumam Syakira saat melihat banyak nya menu makanan di meja makan.
"Tapi makan sendirian nggak seru." lanjut nya, berbicara sendiri.
Tap..tap..
Suara langkah kaki.
"Siapa bilang sendirian, ini Mommy Daddy juga belum makan, kita makan bersama ya." Mom Fallen dan Dad Bastian berjalan mendekati putri bungsu nya.
Syakira tersenyum melihat kedua orang tuanya.
"Mom sama Daddy nggak makan bareng kak Syaka dan kak Kila emang?" tanya Syakira, menarik kursi dan duduk.
__ADS_1
"Nggak, kak Syaka makan nya buru-buru tadi, terus kak Kila makan nya kan sedikit, Dad mah makan sama putri bungsu Dad aja deh, yang makan nya banyak ini." timpal Dad Bastian sambil tersenyum pada sang putri bungsu.
"Asyik!" Syakira senang bukan main.
Bagi nya bahagia itu sangatlah sederhana, cukup makan bersama orang-orang tersayang nya, dan untuk kedua kakak nya, mereka memang jarang sarapan bersama, apalagi dengan kesibukan masing-masing, mereka hanya makan bersama di waktu makan malam saja, dan mungkin di acara-acara tertentu saja.
Sedangkan di perjalanan nya Syakila nampak melihat cincin nya, padahal baru semalam dia bertunangan dan bertemu dengan pujaan hatinya itu, tapi kenapa Syakila malah sangat merindukan pria itu.
"Astaga uncle, kau benar-benar membuat aku gila." gumam Syakila.
Ia akui jika perasaan nya ini sangatlah bertentangan, dan cukup menantang apalagi mereka berdua itu terpaut jauh usianya, 17 tahun bukan lah sedikit, tapi Syakila tidak perduli dengan omongan orang.
Yang dia tau dia mencintai pria baik, bertanggung jawab dan juga perhatian, dan itu sudah cukup untuk nya.
Apalagi disini dia tidak hanya mencintai seseorang, tapi juga di cintai oleh seseorang juga.
"Terimakasih pak, nanti jangan di jemput ya." kata Syakila.
Mobilnya sudah sampai di kantor kekasih nya.
"Tapi nona, tuan besar akan bertanya banyak hal dan marah jika saya tidak menjemput." supir takut.
Tentunya dia tau karakter bos nya itu, sikap posesif majikan nya itu menjadi hal yang sangat menakutkan di mata para pekerja nya.
"Tidak apa, bilang saja seadanya, Daddy tidak suka orang yang suka bohong, lagi pula aku sudah meminta ijin, tenang saja." balas Syakila lagi.
Setelah mobil yang di kendarai supir nya pulang Syakila langsung membenarkan pakaian nya, kaki jenjang nya melangkah ke perusahaan milik pujaan hatinya.
Sapaan dari beberapa orang mulai dia dengar, Syakila tidak pernah ambil pusing untuk menyapa satu persatu rekan nya itu, cukup dengan anggukan kepala saja karena dia terlatih dengan menjadi wanita anggun.
Lagi pula terlalu ramah tidak akan membuat seseorang menjadi segan pada nya, bahkan Syakila sekarang juga mendengar beberapa omong kosong akan dirinya yang tiba-tiba di lamar oleh CEO pemilik agensi itu.
"Mbak Mona." Syakila berpapasan dengan wanita yang sempat membantu nya itu.
Alih-alih menjawab Mona malah pergi, wanita itu menjauhi Syakila.
"Mbak, kenapa pergi gitu aja?" Syakila tidak merasa punya salah, dia mengikuti kemanapun wanita itu pergi.
Sampai keduanya berhenti di dekat toilet.
Mona menatap kecewa Syakila, lalu matanya perlahan mengeluarkan air mata nya.
"Kamu tega Kil, hiks.. kenapa kamu rebut pak Alex dari aku!"
Apa!!!
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏