
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Acara pernikahan itu berjalan dengan lancar, Jenita dan Andika sudah Sah menjadi pasangan suami istri dan saat ini keduanya sedang di sibukkan dengan tamu undangan.
"Terimakasih sudah datang, nyonya dan tuan" ucap Jenita menyapa relasi nya.
"Saya sangat senang bisa di undang ke acara anda nona Jen, terimakasih kembali" balas relasi Jenita dengan senyuman nya.
Jenita kembali berjalan lagi dan tentunya untuk menyapa tamu undangan nya, acara pernikahan nya memang di buat seperti ini karena Jenita tidak mau terus berdiri di pelaminan, dia ingin berbaur dan menyapa tamu undangan nya.
Setidaknya dengan itu dia bisa menghilangkan sedikit kesedihan nya, menikah tanpa orang tua itu bukan lah hal mudah untuk Jenita dan anak manapun dan Jenita mencoba untuk menahan air mata nya dengan cara nya sendiri.
Sama seperti Jenita yang sibuk Andika juga sibuk, Jenita mungkin sibuk karena dia seorang CEO dan memiliki banyak rekan bisnis.
Tapi Andika? meski dia CEO tapi Andika tidak sehebat Jenita karena dia masih dalam pantauan Papa nya, ya Papa Gibran masih belum melepaskan nya menjadi pemilik perusahaan.
"Apa setelah menikah kau akan pindah ke rumah Jenita?" tanya Syaka.
"Entahlah, mungkin aku akan tinggal di mana istriku tinggal" balas Andika santai.
Membuat Alex yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.
"Jangan membuat dirimu rendah, kau seorang pria seharusnya kau bisa menjadi penunjuk arah untuk istri mu. perlihatkan pada semua orang jika kau bisa membuat Jenita bahagia dengan cara mu sendiri" kata Alex menimpali.
Sebagai seorang pria yang lebih berpengalaman Alex lebih paham, dan dia ingin memberikan wejangan dunia pernikahan pada junior nya.
__ADS_1
Syaka terdiam mendengar ucapan ipar nya itu, dia seorang CEO tapi dia masih tinggal di rumah mertuanya karena tidak mau membuat hubungan nya semakin buruk, Syaka sadar memiliki mertua galak seperti Papa Gibran memang spot jantung.
Apa aku harus segera memikirkan rumah untuk memulai hidup baru?. batin Syaka berpikir keras.
Dia tidak merasa gagal menjadi seorang pria yang bertanggung jawab, yang Syaka lakukan selama ini hanya ingin menyenangkan hati mertua dan keluarga kecil nya, hanya itu.
"Aku akan memikirkan nya, tapi yang jelas di mana pun tempat nya asalkan Jenita bahagia aku akan dengan senang hati melakukan nya" ucap Andika.
Dia tidak pernah memikirkan apa kata orang karena bagi Andika kebahagiaan orang tersayang nya adalah nomer satu.
"Dika sangat bucin dengan Jenita" kata uncle Hadian.
"Sama seperti Alex yang sangat posesif pada Syakila" timpal uncle Toni.
"Bukan posesif lagi, sudah pro bikin anak aja nonstop" uncle Dani ikut menimpali membuat Syaka yang mendengar itu melirik iparnya.
Membuat ke tiga uncle reflek menatap tajam ke arah Syaka, dan Syaka yang di tatap malah dengan santai nya mengambil minuman dan minum di depan ketiga uncle.
"Perasaan umur kita sama ya" kata Uncle Toni melirik ketiga teman nya.
"Ya sama, tapi wajah kalian tua dan aku muda" kata Alex sambil tersenyum penuh kemenangan.
Membuat ke tiga pria yang sudah memiliki kerutan di wajahnya itu mendengkus kesal, ya.. wajah mereka memang menua tapi aneh nya tidak dengan wajah Alex yang semakin tua semakin tampan dan penuh kharisma.
(Makanya Syakila sangat ter Alex-Alex sama suaminya)
Andika tidak mau berdebat lebih panjang, dia memilih cara aman yaitu pergi dan kembali ke pelaminan nya meski tanpa Jenita, istrinya masih sibuk dengan rekan bisnis nya.
__ADS_1
Syakira yang sedang duduk dengan Ayuna dan Syakila nampak sibuk membicarakan makanan, mereka sedang membicarakan makanan viral yang sedang hits sekarang.
"Bagaimana kalau kita mukbang?" usul Syakila.
"Hem boleh, tapi kapan?" tanya Syakira sambil menyuapkan cake ke mulut nya.
Seperti biasnya ibu muda empat anak itu sangat menyukai makanan manis, dan cake adalah makanan favorit nya.
"Akhir pekan saja, kita bisa menyuruh para suami menjaga anak-anak dan kita mukbang" usul Ayuna yang sedang makan cake juga.
Sebenarnya dia sudah tidak boleh banyak makan manis, tapi Ayuna tidak bisa berhenti makan manis karena sangat enak.
Syakira dan Syakila saling melirik, keduanya terdiam sebentar sampai akhirnya memilih mengangguk.
"Setuju" sahut keduanya kompak.
Rayden yang duduk tak jauh dari meja para istri itu mendengar obrolan para istri, wajah nya seketika tidak bersahabat.
Aku selalu kalah dengan makanan. batin Rayden kesal.
Rico yang melihat itu hanya tertawa kecil, begitulah nasib mereka para suami yang posesif pada istrinya, tidak bisa menolak permintaan istrinya jika untuk masalah makanan.
🌹
Terlalu banyak basa-basi nya maaf ya🤧
tapi kalau nggak ada cerita tamu undangan nya berasa nggak seru aja gitu.
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏