Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Kebiasaan di tengah malam.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Seperti biasnya, tidak ada malam tanpa lapar, Syakira bangun di jam tiga dini hari dan langsung makan cemilan yang sengaja dia simpan di rak makanan yang ada di sudut kamar nya.


Sambil makan Syakira iseng memainkan ponselnya, dia melihat tidak ada notip pesan satupun selain pesan untuk segera mengisi pulsa nya yang sudah nol rupiah.


"Kok nggak ada chat sih." gumam nya.


Heran padahal tadi malam setau nya telpon nya mati begitu saja karena batre ponselnya lobet, tapi sekarang tidak ada satu pesan terkirim yang di kirim pria itu.


"Ehk tapi kenapa juga aku nungguin pesan dari dia, dia kan bukan siapa-siapa aku." Syakira bergumam sendiri sambil memakan cemilan nya.


Tangan nya masih sibuk mengusap layar ponselnya, iseng-iseng Syakira menamai kontak nomer Rayden dengan nama Si kampret Moge.


Dan tak lama dia melihat profil foto kontak Rayden yang sangat lucu.



"Lucu banget sih, gemes." Syakira kembali bergumam, tentunya dengan tangan yang sibuk makan.


Tut..


"Tidak!!"


Syakira membulatkan matanya saat melihat panggilan yang sudah memasuki satu menit itu.


"Ada apa? di sana malam bukan?." suara Rayden.


Syakira semakin panik, kaget dan juga bingung kenapa sih tangan nya malah kepeleset dan menjadi memanggil pria itu.


"Angkat, mau lihat wajah kamu." suara Rayden kembali menyadarkan Syakira yang masih berekspresi kaget itu.


"Aku ngantuk, hoam.. ke pencet sorry jangan geer." jawab nya, sambil pura-pura menguap.


Padahal jelas-jelas sekarang rasa kantuk nya sudah hilang dan yang tersisa hanya rasa kaget dan juga lapar, rutinitas seperti biasanya.


"Aku tidak percaya, ini jam makan malam mu kan, ayo angkat aku mau melihat kucing nakal yang sedang mengendap-endap mencari makan ke dapur." Rayden berucap dengan gelak tawa nya.


Seperti nya pria itu sangat senang mendapatkan panggilan telpon dari Syakira, tapi tidak dengan gadis bule itu, yang kini malah dengan sengaja mendekatkan layar ponselnya ke mulut nya.


"Nih dengerin aja." memasukkan makanan ke mulut nya, dan mengunyah dengan ganas.


Astaga..

__ADS_1


Berisik sekali !!


Rayden dia sebrang telpon sampai menjauhkan ponselnya dari telinga nya saking bersisik nya, lain dengan Syakira yang tertawa senang mengerjai pria itu.


Bosan makan terus Syakira memilih mengangkat Vidio call nya, dan terpampang lah wajah bangun tidur nya, rambut acak-acakan dan jangan lupakan bibir yang masih tidak berhenti mengunyah itu.


"Kau sangat hobby makan ya." Rayden tergelak melihat Syakira yang terus mengunyah itu.


"Tentu, aku suka makanan, I love makanan." balas Syakira.


Rayden terkekeh pelan, dia melihat sisi lain dari gadis galak itu saat makan Syakira lebih terlihat menggemaskan, tapi meski begitu saat marah pun Syakira terlihat menggemaskan juga sih.


"Kamu makan setiap tengah malam?" tanya Rayden.


Dan tanpa ragu Syakira mengangguk, entah ada angin dari mana dia bisa seakrab ini dengan Rayden, tapi Syakira merasa kali ini dia seperti butuh teman mengobrol, tentunya menemani dia makan.


"Apa tidak takut gendut?" tanya Rayden lagi.


"Untuk apa? aku suka diriku apa adanya, lagi pula Daddy saja tidak masalah dengan hobby makan ku kenapa aku harus pusing dengan ucapan orang lain." balas Syakira sewot.


Dia memang selalu mudah tersulut emosi jika membicarakan hal-hal berbau fisik, apalagi kalau masalah makanan yang sebenarnya tidak pernah bisa dia jauhkan dari hidupnya.


Rayden menahan tawa nya melihat betapa menggemaskan Syakira yang makan, gadis itu nampak santai makan meski ada seorang pria yang kini sedang menatap nya.


"Kau belum tidur?" kali ini Syakira bertanya.


"Ahk iya, aku lupa waktu Indonesia dan London kan berbeda." Syakira menepuk kepalanya pelan, lalu minum.


Keduanya asyik berbincang hal-hal kecil, sampai akhir nya Syakira melihat pakaian rapih Rayden.


"Kau habis ada acara di luar ya?"


"Iya, pertemuan penting dengan klyen."


"Oh." singkat dan padat.


"Kau sendiri, kenapa belum tidur?" tanya balik Rayden.


"Aku menunggu Mommy mengetuk pintu, sebentar lagi jam empat lebih kita akan sholat berjamaah." balas Syakira sambil menguap.


Maka dari itu Syakira tidak melanjutkan tidur nya karena akan terganggu dengan ketukan pintu Mommy nya, belum lagi kalau dia tidak bangun, siap-siap saja bokong nya di pukul pake sapu lidi.


Rayden terdiam mendengar kata sholat berjamaah, Syaka juga selalu mengatakan jika dia selalu di pukul jika tidak bangun subuh.


"Moge ku, jangan coba ingkar janji ya, aku belum melihat siapapun di halaman rumah." kata Syakira.

__ADS_1


"Sabar, aku sudah menyuruh anak buah ku untuk mengirimkan moge mu jam 6 pagi, tapi jika kau mau sekarang aku akan menyuruh mereka sekarang." balas Rayden lagi.


Syakira melongo, ini bahkan masih jam setengah empat, gila ya nyuruh orang bekerja di jam seperti ini, kalau waktu tidur itu di jam jam seperti sekarang ini enaknya itu tarik selimut, ini malah ingin merepotkan orang lain.


"Ada waktu pagi, jangan repotkan orang lain, sudah ya kau tidur saja aku mau mandi." kata Syakira merasa waktu nya sudah pas untuk mandi dan agar dia lebih segeran.


"Ikut dong." Rayden berkata dengan wajah santai nya.


Syakira tertawa, lalu langsung memperlihatkan kepalan tang nya ke kamera dan Rayden yang melihat nya hanya tergelak.


"Bogem ini siap meninju mu, dasar mesum." sewot Syakira.


"Aku hanya bercanda, kenapa serius seperti ini." lagi-lagi Rayden tertawa.


Syakira memang lain dari yang lain, galak dan menggemaskan tapi terlihat polos.


"Aku tau kau bercanda, sudahlah Kouta ku habis nanti." Syakira ingin menyudahi obrolan nya.


Dia takut akan menyimpan simpatik pada pria itu, apalagi Rayden sempurna dan sudah pasti banyak wanita nya, dia malas bersaing apalagi mengejar cinta, Syakira tidak mau mencintai lagi.


"Aku isi Kouta mau?" tawar Rayden.


"Hey, aku kaya tau!" jangan kan kouta bahkan untuk membeli ponsel beserta gerai nya pun dia mampu.


"Aku tau, tapi kenapa kau selalu memberiku uang dua puluh ribu?" mengungkit uang berwarna hijau itu lagi.


Syakira terdiam, entah lah itu memang sudah kebiasaan nya, dia memang sangat memiliki banyak uang berwarna hijau itu, apalagi dia miliki celengan yang isinya penuh dengan uang berwarna hijau itu.


"Jangan di bahas, lagi pula dulu aku tidak tau kalau kau kaya, tapi sepertinya ada bagusnya aku memberimu uang dua puluh ribu. uang nya mungkin sangat kecil dan bahkan tidak ada nilai nya di mata orang kaya seperti mu. Tapi kau harus tau kalau uang itu sangat berarti untuk orang-orang kecil di luaran sana, bahkan tak jarang mereka sangat kesulitan untuk hanya memiliki uang dua puluh ribu itu." Syakira menjeda ucapan nya.



Dia melihat ekspresi Rayden yang terdiam menatap layar ponselnya, Syakira mengigit bibir bawah nya pelan, dia tidak ingin melanjutkan ucapan nya lagi, sial tatapan Rayden membuat nya menjadi salah tingkah.


"Wajah nya putih bangettttt!! ya ampun kulit ku insecure bangettttt ihkkkk!" batin Syakira ingin menjerit.


"Semakin aku mengenal mu lebih jauh, semakin aku ingin memiliki mu." batin Rayden semakin terpesona dengan Syakira.


"Kenapa berhenti?" tanya Rayden sadar Syakira terdiam.


Dan bukan nya menjawab Syakira malah mematikan panggilan nya sepihak.


Tut..


"*Kenapa dengan jantung ku, kenapa aku jadi salah tingkah gini, ada apa? hey jantung jangan menyukai pria sempurna seperti dia. atau kau bisa patah hati lagi!"

__ADS_1


🌹*


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2