
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Parfum itu menjadi yang terakhir di pakai untuk menambah perfect malam ini, uncle Alex mencium aroma wangi nya, lalu menatap pantulan wajah nya di cermin.
Seketika senyum nya mengembang melihat penampilan nya yang sekarang jauh lebih dewasa, membandingkan penampilan nya yang dulu memang cukup imut dan pernah menjadi idola kampus juga.
"Aku tidak percaya jika malam ini aku akan melamar nya, gadis kecilku uncle akan melamar mu." gumam uncle Alex.
Masih tidak percaya jika janji yang di buat dengan main-main itu bisa di anggap serius oleh gadis kecilnya, Syakila yang dewasa jelas lebih cantik dari Syakila kecil, tapi bukan hal itu yang membuat nya ingin mantap menikahi gadis itu.
Dia sangat sulit untuk mencintai, dan mungkin Syakila adalah gadis kedua yang pernah singgah di hati nya, tentunya setelah cinta bertepuk sebelah tangan nya dulu pada aunty Tara.
Di liriknya cincin berlian yang jelas sudah dia persiapkan dari jauh-jauh hari, cincin itu dia beli bahkan jauh sebelum perceraian nya dengan Ratna, dan mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberikan cincin ini ke pemilik nya, yaitu Syakila.
Tring !
Ponsel nya berbunyi.
Syakila ♥️
"Uncle di mana? kenapa belum sampai?"
Pesan dari Syakila itu membuat uncle Alex kembali tersadar dengan niat awal nya, pria 37 tahun itu bergegas keluar dari kamar nya, dia melihat apartemen nya yang sepi.
"Mungkin sekarang ruangan ini masih sepi, tapi dua Minggu lagi aku akan memastikan jika ruangan ini akan menjadi berbeda dengan kehadiran gadis kecil ku." ucap uncle Alex, lalu melangkahkan kaki nya dengan cepat keluar dari apartemen nya.
Di sepanjang perjalanan tidak ada rasa tegang yang menerpa nya, meskipun tidak ada yang menemani nya tapi tidak sedikitpun menurunkan semangat nya untuk melamar pujaan hati nya.
Sebenarnya uncle Alex ingin mengajak teman-teman nya, apalagi ini acara yang spesial untuk nya. Tapi mengingat teman-teman nya sudah memiliki kehidupan masing-masing, uncle Alex merasa sungkan ia tidak ingin merepotkan teman-teman nya.
Beberapa menit berlalu..
Mobil uncle Alex akhirnya sampai di halaman rumah mewah milik keluarga Syakila.
sekali lagi dia melihat cincin nya, terdiam sebentar untuk mencoba santai dan tidak gugup.
"Ternyata seperti ini rasanya melamar seorang gadis, astaga." jantung nya berdetak kencang.
Nyata nya dia malah tegang, padahal sepanjang perjalanan jelas dia tidak merasakan gugup, yang ada hanya rasa ingin cepat sampai dan cepat melihat pujaan hatinya.
Melangkah dengan langkah yang penuh semangat, itu mungkin pernah ada di pikiran nya, nyata nya nyali seketika menciut saat sampai di depan pintu.
__ADS_1
"Astaga, Alex kau sudah tua, lihat usiamu kenapa kau masih seperti dulu saja, tidak berani bersikap." gumam uncle Alex malah semakin panik.
Ting Ting tong.. (Anggap aja bel rumah)
Ceklek..
"***_" ucap Alex terhenti.
"Lama banget sih, buruan masuk cukur kumis ya, licin banget muka nya." bukan pemilik rumah, bukan gadis pujaan hatinya, melainkan ketiga teman nya yang malah mengomentari penampilan nya.
"Kalian di sini?" masih ekspresi wajah kaget.
Tidak menyangka jika teman-teman nya ada di rumah Syakila, padahal dia sama sekali tidak mengatakan apa-apa pada teman nya.
"Tentu saja, teman ku akan melamar seorang gadis, kenapa aku tidak ikut." uncle Dani tersenyum.
Bukkkk
"Kau jahat sekali, tidak mengajak kami ke acara bahagia mu." uncle Hadian memberikan pukulan, kesal karena sempat tidak ajak ke acara besar teman nya.
"Iya, kalau Syaka nggak bilang kita pasti nggak tau, emang ya nih om-om duda harus di kasih jurus suntikan maut." uncle Toni ikut menimpali, dia juga kesal karena teman terbaik nya itu tidak mengajak nya.
Padahal sesibuk apapun mereka dengan dunia nya, tentu saja mereka tidak akan melupakan tali persaudaraan yang sudah mereka ikat sejak SMP dulu, mereka adalah empat sekawan yang tidak akan terpisahkan.
"Maaf." singkat padat dan jelas.
"Uncle cepat, ini sudah jam 8 malam, kenapa mengobrol di depan pintu." suara Syakira yang tidak sabar untuk makan malam pun terdengar.
Ke empat nya masuk, dan langsung duduk di sopa ruang tamu.
Syakira yang melihat itu memilih pergi, dia memiliki kerjaan penting, yaitu menjemput kakak cantik nya bersama Syaka.
Dad Bastian dan Mom Fallen nampak cantik dan tampan meski usia keduanya sudah matang.
acara di mulai dari uncle Alex yang mengatakan niat baik nya, tentunya tidak lain dan bukan adalah untuk melamar Syakila.
"Bagaimana dengan sertifikat duda mu?" tanya Dad Bastian.
Sebelum menikahkan anak nya tentu dia harus bisa memastikan jika masa lalu calon mantu nya itu tidak akan menganggu kebahagian putri nya.
"Tenang saja, Ratna sudah menandatangani nya dan mereka sudah bercerai dengan status yang tidak ilegal lagi." uncle Dani ikut menjawab.
"Baiklah, semuanya tergantung Syakila, meski aku Daddy nya tapi kebahagiaan putri ku adalah yang utama, dan aku akan mendukung apapun keinginan putri ku." lanjut Dad Bastian.
__ADS_1
Uncle Alex lega, mungkin poin penting nya adalah dia sudah mengenal keluarga Dad Bastian sejak lama, dan begitupun sebaliknya sehingga restu Dad Bastian sangat mudah dia berikan pada nya.
Mom Fallen yang melihat tanda-tanda suaminya menangis langsung memberikan tisue, bukan hanya dirinya yang sedih akan melepaskan satu anak gadisnya, tapi dia juga merasa berat untuk melepaskan Syakila.
Tapi dia juga tidak bisa membiarkan putri nya kehilangan cinta nya lagi, Mom Fallen tentu tau akan cinta Syakila pada Alex, pria itu benar-benar telah mencuri perhatian gadis kecilnya sejak kecil. Dan sebagai orang tua dia hanya bisa mengantarkan putri nya ke status yang di ridhoi Tuhan, yaitu pernikahan.
Syakila datang, dengan penampilan yang tentu nya membuat siapa pun akan terpana pada kecantikan gadis bule itu.
sama hal nya dengan sang uncle, Syakila juga terpana akan ketampanan uncle nya itu, apalagi di antara pria dewasa itu hanya uncle Alex lah yang paling tampan.
"Jaga mata mu, meski sudah tunangan kalian di larang tatap-tatapan lebih dari satu menit." tegas Dad Bastian.
"Iya, terus nggak ada peluk-pelukan, harus nunggu sah dulu." bukan Dad Bastian, melainkan Syaka yang ikut berbicara.
Syakila hanya menggeleng, mereka duduk di sopa, obrolan sudah sejauh sampai ke jenjang pernikahan, sampai akhirnya acara inti nya datang.
"Syakila putri Chris, Will you be my wife, marry me and be the mother of my children?"
"(Mau kah kau menjadi istriku, menikah dengan ku dan menjadi ibu dari anak-anak ku?)." ucap Uncle Alex, pria itu berlutut di depan gadis cantik yang memakai dress biru itu.
Syakila terpana, dia mengusap air mata di sudut matanya, rasanya benar-benar tidak bisa diartikan, seperti mimpi yang menghampiri nya Syakila tidak bisa berkata-kata, dia terharu.
"Jawab kak, bukan nangis." bisik Syakira yang sudah lapar bukan main.
Mom Fallen mencubit bokong putri nya itu, lalu mengajak Syakira untuk duduk di sebelahnya agar tidak menganggu keharuan yang tercipta, apalagi sekarang di samping nya juga ada suaminya yang menahan tangis nya.
Kembali pada Syakila, gadis itu mengulurkan tangan nya, lalu perlahan kepala nya mengangguk kecil.
"I want, I want to be yours, to be your wife."
"(Aku mau, aku mau menjadi milik mu, menjadi istri mu)" balas Syakila yang membuat semua yang menyaksikannya tersenyum.
Termasuk uncle Alex yang kini tengah memasukan cincin berlian nya ke jari manis Syakila.
"Terimakasih." ucap uncle Alex sambil berdiri.
"Kembali kasih." balas nya, tersenyum malu-malu.
"Alhamdulillah!" ucap semua nya serempak.
Tidak ada pelukan, jika itu terjadi bisa di pastikan Dad Bastian dan Syaka akan langsung marah besar, katakan lah lebay, tapi mereka tidak ingin kedua gadis nya itu mengenal rasa-rasa yang tidak seharusnya sebelum pernikahan.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏