
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Di kamar Syaka terlihat cemas melihat istrinya yang masih terlihat lemah itu, Ayuna baru siuman dari pingsan nya dan sekarang tengah di periksa dokter.
Beberapa menit berlalu, di kamar memang hanya ada Syaka Ayuna dan dokter.
dan dokter memberikan kabar bahagia untuk Syaka.
Bukan penyakit melainkan Ayuna telah mengandung anak pertama nya, senang? tentu saja Syaka senang karena beberapa Minggu ini dia memang selalu membiarkan benihnya masuk ke rahim istrinya.
"Baby terimakasih" kata Syaka sambil mencium pipi istrinya dan turun ke bibir nya.
Ayuna tersenyum mendengar kabar itu, dia membalas ciuman Syaka dan memeluk suaminya. dia juga benar-benar bahagia.
"Kita akan menjadi Mommy Daddy yang sesungguhnya" Ayuna mengusap perut nya yang masih rata.
Dokter hanya memperkirakan jika kandungan Ayuna memasuki minggu ke dua atau tiga, dan untuk memastikan itu besok dia harus memeriksa kandungan nya lagi ke dokter kandungan.
"Ya, aku akan menjadi Daddy terbaik untuk anak kita" Syaka ikut mengusap perut rata istrinya, dan setelah itu memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah istrinya.
Ekhem!
Suara deheuman dokter wanita terdengar.
Syaka memang mengunci dirinya juga dokter dari dalam, dia tidak mau ada yang masuk karena Syaka ingin Quality time bersama istrinya.
__ADS_1
Dan biarkan saja dia memperlihatkan kebahagian nya dan sang istri, Syaka benar-benar tidak mau berbagi untuk kabar kehamilan istrinya.
"Tuan apa saya boleh kelu__" ucap dokter Wanita itu terhenti karena Syaka mengeluarkan suara nya.
"Duduk di sopa itu dan bermain ponsel, aku akan memberikan mu 3x lipat dari gajih mu" kata Syaka memberikan penawaran.
"Baik tuan" akhirnya si dokter wanita memilih menunggu.
Lagi pula kapan lagi dia diam tapi di bayar tinggi, 3x lipat? di akan bisa membelikan motor baru untuk anak sulung nya yang sudah remaja.
Ayun tidak bisa berkata-kata saat melihat uang bisa membuat seseorang tunduk, terlahir kaya sejak bayi Ayuna menjadi terbiasa dengan kehidupan seperti ini.
Syaka kembali fokus dengan Ayuna, keduanya memperlihatkan rasa bahagia nya tanpa berniat membuka pintu yang sudah di gedor-gedor oleh Papa Gibran.
"Mantu kurang ajar, kenapa mereka lama sekali sebenarnya apa yang terjadi pada putri ku" kesal Papa Gibran sambil menggedor-gedor pintu nya.
Tadi Mom Fallen menelpon Mama Hana dan mengatakan jika Ayuna pingsan, hal itu membuat Papa Gibran yang akan berangkat kerja menjadi tidak jadi.
Awas saja jika Ayuna kenapa-kenapa dia habis di tangan ku. batin Papa Gibran.
"Sabar besan, intinya kan kita punya cucu kenapa harus sewot gitu sih, santai" kata Dad Bastian santai.
Enak saja main habisi putra ku, meskipun narsis nya nggak ketulungan tapi putra ku itu pria baik-baik. batin Dad Bastian tidak terima.
"Diam kau Bas, putra mu benar-benar mirip dengan mu, selalu membuat ku kesal" kata Papa Gibran.
"Hey begitu-begitu pun dia menantu mu, Ayuna cinta mati dengan putra ku yang tampan jadi jangan salahkan Syaka jika Ayuna tergila-gila dengan Syaka" lanjut Dad Bastian tidak menerima putra nya di salahkan.
__ADS_1
Mom Fallen dan Mama Hana sudah terbiasa dengan perdebatan antara kedua pria tua itu, keduanya memilih menonton Tv di ruangan bersantai bersama anak cucu nya.
"Tidak ada sedikit pun yang berubah dari mereka Fall" kata Mama Hana.
"Ya kamu benar Han, suami-suami kita hanya bertambah umur dan wajah yang menua tapi kelakuan masih saja seperti masa muda nya, mereka seperti kucing dan tikus yang selalu bertengkar saat bertemu." sahut Mom Fallen.
"Bagaimana dengan permainan ranjang nya?" tanya Mama Hana sedikit berbisik.
Tapi terdengar di telinga Syakila dan Syakira yang langsung melihat ke arah dua Oma itu, keduanya sama-sama menyelipkan rambut nya ke telinga nya, sedangkan anak-anak sedang bermain bersama Alex dan Rayden.
"Suami ku makin tua makin nggak tau diri" bisik Mom Fallen.
Syakila dan Syakira saling melirik, keduanya terus mendengar obrolan dua Oma itu sampai akhirnya terdengar suara pintu terbuka dan keluarlah Dokter Wanita yang tadi memeriksa Ayuna.
"Selamat nyonya, tuan, nona Ayuna sedang hamil dan usia kandungan nya sekitaran 2-3 Minggu" jelas dokter.
Mama Hana dan Mom Fallen langsung berpelukan, keduanya tidak menyangka jika pada akhirnya mereka akan menjadi besan setelah pertemuan nya di masa lalu yang sama-sama menjadi wanita yang tersakiti.
Wajah haru terlihat dari Papa Gibran, dia langsung masuk begitupun dengan Dad Bastian yang senang karena dia akan mendapatkan cucu ke 7 nya.
Papa Gibran langsung memeluk tubuh putrinya, dia bahkan mencium kening putri nya tapi setelah beberapa menit Papa Gibran yang terharu langsung menutup hidung nya.
"Bau jigong" dengkus nya sambil melirik Syaka dengan tatapan tajam nya.
"Masa sih bau padahal tadi pas ciuman sama Yuna nggak bilang bau jigong malahan ini bibir sampai dower di isap Yuna" sahut Syaka santai.
๐น
__ADS_1
Mantu bar-bar๐คฃ
Jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ๐ค๐