Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Jenita!


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Pagi harinya Andika dan Jenita masih sama-sama belum bangun, dan keduanya terbangun saat mendengar suara alarm di ponsel Jenita.


"Janet matikan alarm nya" kata Andika sambil melepaskan pelukan nya dari tubuh Jenita.


"Kamu saja Dika, aku malas" Jenita juga tidak mau bangun.


"Jadi istri harus rajin Janet, kualat nanti kamu di suruh malah balik nyuruh suami" balas Andika lagi.


Dan hal itu membuat Jenita membuka matanya, dia memukul pelan tangan Andika lalu mematikan alrm nya.


"Ogah banget punya suami pemalas kaya kamu" sungut Jenita kesal.


"Ogah-ogah sekarang, nanti kamu cinta mati sama aku Janet oh Janet" Andika membalas lagi.


Jenita menggelengkan kepalanya, dia melihat sekeliling nya lalu kembali merebahkan tubuhnya di samping Andika.


"Hoam aku masih ngantuk, huh.. malas bangun" Jenita menguap lebar.


Padahal tadi malam dia jelas-jelas tidak begadang, dia tidur di jam 10 malam.


"Sama, sini mending peluk aku lagi" Andika merentangkan kedua tangannya menyambut pelukan Jenita.


Tapi bukan nya mendapatkan pelukan Andika malah mendapatkan pukulan di tangan nya, ya siapa lagi kalau bukan dari Jenita.


"Galak amat sih, sama suami juga" Andika mengembungkan pipi nya melihat Jenita yang terlihat kesal.


Entah kenapa menggoda Jenita adalah hobby nya, Andika selalu senang saat melihat Jenita kesal, tentunya itu lebih baik dari pada dia melihat Jenita yang menangis.

__ADS_1


"Sekali lagi bilang suami-suami awas ya, aku tendang kamu ya Dika!" kesal Jenita.


Andika tertawa, semakin Jenita kesal semakin Andika ingin terus menggoda nya..


"Tidur bareng itu tandanya udah suami istri, lagian kamu suka peluk aku kan terus aku juga suka peluk kamu, kita satu kosan hayo tandanya apa?" Andika semakin tengil.


Jenita kesal, dia memukul bokong Andika.


dia memang tidur berdua tapi jelas Jenita dan Andika tidak macam-macam, lagi pula dia hanya menganggap Andika teman dan seperti saudara.


Karena sudah tidak mengantuk Andika memilih bermain ponsel, Jenita melihat itu hanya geleng-geleng kepala.


"Kamu nggak ada aktivitas?" tanya Jenita, mood nya tidak meledak seperti tadi lagi.


"Tidak, hari ini aku free untuk mengajak kamu main" sahut Andika yang masih betah berselancar di dunia sosmed nya.


Jenita yang melihat itu acuh, Andika memang pemalas dan karena itu Jenita memilih mandi dulu, Andika memang sudah janji akan membawa nya main.


Untuk sarapan seperti biasanya Andika akan membelikan Jenita makanan, Andika punya banyak uang dan Jenita tak sungkan meminta yang pada Andika.


Andika melihat Jenita yang memakai kaos oblong dan celana panjang itu, dia tersenyum jahil ke arah gadis cantik itu.


"Janet mandi bareng yuk" ajak nya santai.


"Apa kamu bilang!" Jenita melotot ke arah Andika.


"Mandi bareng" dengan santai lagi Andika mengulang ucapan nya.


Jenita yang memegang sapu itu melihat ke arah Andika yang duduk di sopa, melihat wajah kesal Jenita Andika tertawa.


"Haha bercanda Janet, bercanda" kata Andika lagi.

__ADS_1


"Ck..Dasar gila!" sungut Jenita lalu pergi ke kamar mandi meninggal Andika yang tertawa karena berhasil membuat Jenita kesal.


Andika melihat Jenita yang ke kamar mandi, senyuman mengembang di wajah tampan nya.


"Teruslah seperti ini Janet, aku akan membuat kamu terus tersenyum karena itu janjiku pada Almrhum Om Juan" gumam Andika sambil tersenyum.


Andika ingat hari terakhir di mana dia bertemu dengan Almrhum Om Juan, yaitu di pernikahan kakak nya dulu, saat itu Om Juan memarahi nya karena membuat Jenita menangis.


"Dika jangan terlalu sering meledek Jenita kau tau princess ku sangat berharga untuk ku, Jenita akan menjadi gadis cantik dia akan menggoda mu dan saat kau tergoda lihat saja Jenita akan mengabaikan mu karena kau nakal dan selalu meledek nya sejak kecil."


Saat akan memesan makanan tiba-tiba ponsel Andika berdering, Andika melihat panggilan telpon dari sepupunya Devan.


"Halo"


"Kau bermain-main dengan keluarga, cepat keluarkan dia dari persembunyiannya, semuanya mengkhawatirkan dia Dika"


"Kau selalu cerewet Devan, biarkan saja Jenita nyaman bersamaku dan aku tidak ingin membuat dia sedih karena teringat akan orang tuanya"


"Pikirkan sekolah nya, dia harus punya masa depan dan tindakan mu yang so tahu membuat Jenita tidak memiliki masa depan"


Andika menggelengkan kepalanya, dia memiliki sepupu yang sangat cerewet.


"Aku akan pikirkan lagi, bye aku akan bersenang-senang dengan nya, kau cemburu kan, hha bilang saja jika kau iri karena aku sudah start banyak tapi tidak dengan mu, bye!"


Tut!


Andika mematikan panggilan nya, dia melihat ke arah kamar mandi Jenita mungkin masih mandi.


"Saingan ku adalah sepupuku sendiri, dasar Devan aku yakin pasti setelah ini dia sendiri yang akan mendekati Jenita"


๐ŸŒน

__ADS_1


Willy udah up sampai 14 bab, yuk yang belum Mampir siapa tau nyaman๐Ÿค—๐Ÿ˜‚


Jangan lupa like coment and Vote ya kak โ™ฅ๏ธ๐Ÿค—๐Ÿ™


__ADS_2