Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Syakira dengan sejuta pesona nya.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Malam nya..


Seperti yang di janjikan, Syakira pergi makan malam dengan Rayden. Dan jangan lupakan Syaka yang ada di jok depan, dia di paksa ikut oleh Daddy nya.


Insiden cium pipi masih berlanjut, Dad Bastian marah dan hampir saja memukul Rayden. Beruntung Mom Fallen melerai nya, dan mengatakan ingin mengundang dua keluarga untuk makan malam setelah acara pernikahan Syakila selesai.


"Kalian itu kalau pacaran, ciuman ya jangan depan Cctv, ketahuan kan." Syaka yang duduk di jok depan bersama Rico mulai membuka suara nya.


"Siapa yang mau ciuman, dia nih! nyosor." menunjuk Rayden, dengan polos nya.


Rayden gemas dan mengigit jari itu, membuat Syakira sang pemilik jari menjerit sakit.


Awwww !!


"Kak Syaka tolong zombie!" teriak Syakira lebay.


"Ray! " hanya kata itu saja membuat Rayden melepaskan jari Syakira.


Syakira meniup-niup jari nya, dan dia melihat ada bekas gigitan di jarinya itu.


Rayden melirik Syakira yang masih sibuk melihat jari itu, sudut bibirnya terangkat dia selalu gemas dan tidak bisa mengontrol dirinya jika berdekatan dengan Syakira.


Mobil itu berjalan terasa lambat, dan saat mobil berhenti Syakira langsung mengambil dompet nya.


"Wah, kalian banyakan ya sekarang. nggak di cariin ibu nya apa?" tanya Syakira, tangan nya mengambil uang dua puluh ribuan yang ada di dompet nya.


Rayden, Rico dan Syaka ikut melihat apa yang di lakukan Syakira, gadis cantik itu nampak asyik membagikan uang dua puluh ribuan pada anak-anak yang berdiri di luar mobilnya.


"Ngedip woy!" Syaka iseng melemparkan pulpen ke arah Rayden.


"Kalian yang ngedip, lihat ke depan bukan ke belakang." sinis Rayden.


Membuat Rico langsung melihat ke depan, tapi tidak dengan Syaka yang menganga melihat tingkah calon adik iparnya itu.


"Baru mengecup pipi adik ku saja sombong, aku selalu tidur bersama adik-adik ku, mencium ku dan memeluk ku." sombong Syaka.


Dan Rayden yang mendengar entah kenapa merasa kesal, dan mengeluarkan dompetnya.


dengan santai dia memberikan uang berwarna merah pada anak-anak itu.


Syakira yang melihat itu kaget, dia langsung mengambil dompet Rayden dan menutup kaca mobilnya.


"Apa yang kamu lakukan!" Syakira kesal.


"Apa?" Rayden menatap Syakira.


"Kamu memberi mereka uang banyak, itu tidak boleh!" Syakira sewot.


"Kenapa? kamu juga melakukan nya!" Rayden tidak mau kalah.


Syaka dan Rico memilih lurus melihat ke depan, tidak mau ikut pusing dengan perdebatan uang itu, keduanya memilih fokus pada apa yang sedang di pegang masing-masing, Syaka yang memainkan ponselnya dan Rico yang menyupir.


Syakira menatap jengah pria di depan nya itu, lalu memberikan dompet itu pada Rayden, si pemilik dompet.

__ADS_1


Tidak ada obrolan lagi, perjalanan lebih sunyi Syakira bahkan tidak banyak bicara, gadis itu hanya manyun dan terlihat bad mood.


Sesampainya di restoran, Syakira yang duduk di depan Rayden tidak banyak bicara.


Syaka dan Rico juga makan, mereka duduk di meja yang jaraknya tidak terlalu jauh dari meja Syakira.


"Kau marah?" tanya Rayden.


Sedari tadi Syakira lebih banyak diam, dan itu membuat dia kesal.


"Tidak!" singkat padat dan jelas.


"Lalu bibir mu?" Rayden menunjuk bibir Syakira.


"Kenapa bibir ku?" Syakira memegang bibir nya.


Keduanya sedang menunggu pesanan nya.


Rayden mengulurkan tangannya untuk mengusap bibir Syakira, lalu mengacak-acak rambut Syakira dengan gemas.


"Jangan manyun seperti itu, aku gemas melihat mu seperti itu. dan ingin memakan mu." kata Rayden dengan wajah yang santai.


Tidak tau apa jantung Syakira sekarang ini..


Dag dig dug ser..


"Aku masih kesal! singkirkan tangan mu." meski jantungnya bermasalah Syakira tetap keukeuh, dia kesal dengan sikap Rayden.


Rayden melihat Syakira yang masih merajuk itu, huh.. dia tidak bisa menahan diri.


"Apa salahku?" kali ini Rayden mengalah.


Untuk pertama kalinya, seorang Rayden mau di komentari oleh seseorang.


Syakira adalah orang spesial di hidupnya, maka dari itu dia membiarkan gadis itu untuk bisa mencari kesalahan nya.


Syakira menatap pria yang kini tengah menatapnya itu, sama seperti biasanya wajah pria itu terlihat galak. tapi tetap lucu apalagi kulit putih nya, tetap saja membuat nya iri.


"Kamu memberikan uang yang salah." kata Syakira.


"Apa yang salah? bukan kah aku baik memberikan uang ku pada anak-anak itu." Rayden menolak di salahkan.


Sudah Syakira duga, dia tidak mau menjawab lagi. Dia memilih diam sampai akhirnya makanan nya datang.


"Jawab, apa yang salah?" Rayden masih butuh penjelasan.


Syakira menarik nafasnya panjang, lalu menatap Rayden kesal.


"Aku tau memberi itu baik bahkan sangat baik, apa lagi secara tidak langsung kita membagi pada orang yang tidak mampu. tapi kata Mommy tidak semua anak-anak itu baik, mereka di biarkan di jalanan dan kemana orang tua mereka?" Syakira menjeda ucapan nya.


"Kau tau? ada banyak anak-anak yang sering aku lihat, mereka berbicara seolah-olah mereka adalah anak yatim piatu, padahal mereka memiliki keluarga di rumah, mereka di paksa mencari uang hanya untuk keluarga nya, padahal mereka punya ibu dan bapak yang masih bisa bekerja, bukan kah itu tidak adil?" Syakira menjeda ucapan nya lagi.


"Lalu apa urusan nya dengan uang itu?" tanya Rayden ingin mendengar alasan yang lebih bagus lagi.


"Membuat mereka jera, dan tidak melakukan pekerjaan berbahaya lagi, mereka berlari ke sana sini dan kau tau bukan ini jalan raya banyak mobil, berapa banyak dari mereka yang di tabrak lari hanya karena uang recehan? uang kecil akan membuat mereka menjadi kesal dan enggan melakukan nya lagi, tapi uang besar? kau membuat minat mereka menjadi seorang pengemis di jalanan semakin meningkat." Syakira berbicara dengan wajah yang serius.


Membuat Rayden yang mendengar kan semakin jatuh ke dalam pesona gadis itu, Syakira benar-benar gadis yang berbeda. Bagaimana mungkin seorang anak orang kaya seperti Syakira bisa memiliki pemikiran sejauh itu?.

__ADS_1


"Kau sangat hebat." puji Rayden.


"Aku lapar." Syakira malah langsung menatap makanan pesanan nya.


Keduanya makan tanpa bicara, Syakira yang masih sedikit kesal itu makan dengan seperti biasnya. tidak ada malu dan gugup dia makan dengan nikmat.


"Tidak salah jika kakak dan Daddy nya memperlakukan nya bak ratu, Syakira memang gadis berbeda." batin Rayden.


Tiba-tiba Rayden mengulurkan tangannya untuk menguapi Syakira, membuat gadis itu mematung.


Tidak bisa menolak makanan, Syakira mengambil suapan itu dan mengunyahnya.


"Kau terlihat semakin cantik saat makan." kata Rayden.


"Oh." singkat padat dan jelas.


"Pipi mu semakin menggemaskan saat mengunyah." lanjut Rayden.


Kali ini Syakira melihat Rayden, dia mengulurkan satu suapan pada Rayden.


"Dan kau terlihat semakin kurus setelah pergi ke luar negri, cepat buka mulut mu jangan bicara terus, makan yang banyak! aku suka pria gemuk." Syakira masih memegang sendok nya.


Rayden membuka mulutnya, Syakira menyuapinya dan untuk pertama kalinya Rayden makan dengan di suapin Syakira.


"Buka lagi, makan mu sangat lambat." Syakira kembali menyuapi Rayden.


"Aku mau di suapi terus." ucap Rayden.


"Hanya dua kali, aku juga ingin makan." balas Syakira.


"Kau menyebalkan." kesal Rayden.


"Biarin, kamu juga menyebalkan. aku masih kesal ya, jadi jangan so akrab!" tegas Syakira membuat Rayden memonyongkan bibirnya sebal.


Syaka dan Rico yang menonton hanya bisa makan dengan menelan ludahnya, melihat Syakira dan Rayden yang saling suap-suapan.


"Buka mulut mu, ayo aaaaaa!" Syaka berniat menyuapi Rico.


"Tidak mau, kau pikir aku belok apa!" menjawab ketus.


"Hey aku juga tidak belok, aku hanya ingin kau merasakan rasanya di suapi saja, dasar tembok." Syaka menyuapkan makanan itu ke mulutnya.


"Lebih baik aku tembok, di bandingkan kau yang lebay!" masih sinis.


"Pantas saja kau jomblo, tidak ada yang menyukai pria seperti itu." lanjut Syaka.


Rico menghentikan makan nya, dia melirik dingin Syaka.


"Berhenti bicara, atau aku akan melemparkan sendok ini pada mu!" ancam Rico, lalu makan dengan khitmat lagi.


"Untung lebih tampan aku, kalau dia lebih tampan bisa malu aku. seorang Syaka masa iya jelek." batin Syaka.


"Tuan anda benar-benar malang, kenapa anda memiliki kakak ipar yang aneh seperti ini. *M*emiliki hobby memuji diri sendiri." batin Rico.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2