Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Peluk aku, panggil aku sayang.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Setelah selesai resepsi tepat di jam 10 malam, Rayden dan Syakira yang kelelahan memilih masuk kamar, keduanya sudah bersiap untuk tidur setelah selesai membersihkan diri.


Keduanya memilih menginap di hotel karena Syakira benar-benar sangat kelelahan dan malas untuk kemana-mana lagi, dan Rayden tentu saja dia hanya menuruti keinginan sang istri tercinta, karena di mana pun itu asalkan bersama Syakira Rayden akan selalu bahagia.


"Malam ini nggak dulu ya ngantuk banget, pegel juga." Syakira yang ada di pelukan suaminya itu terus memberikan usapan di tangan suaminya, tangan Rayden kini melingkar di pinggang Syakira.


"Nggak apa, bisa besok lagi." Rayden membalas dengan mengusap perut Syakira lembut.


Entah kenapa dia tidak sabar untuk memiliki anak dari Syakira, akan lucu seperti nya jika setiap hari dia di suguhkan tubuh buncit sang istri.


"Nanti kita periksa kandungan ya." lanjut Rayden masih dengan rutinitas nya tadi yaitu mengusap perut rata istrinya.


"Ngapain?" Syakira membenarkan posisi nya, dan menghadap pria tampan yang selalu memberikan tatapan hangat nya hanya untuk dirinya seorang.


"Konsultasi, biar kamu cepat hamil." balas Rayden dan Syakira hanya manggut-manggut.


Entah lah dia siap atau tidak, tapi membayangkan kasih sayang Rayden yang sekarang Syakira bisa membayangkan betapa posesif nya Rayden nanti.


Tidak ada tatapan pada orang lain, tidak ada berbicara dengan lawan jenis dan banyak hal lagi yang selalu Rayden keluhkan pada nya selama tiga hari pernikahan nya itu.


Keduanya terdiam dengan pikiran nya masing-masing sampai tiba-tiba terdengar suara nafas tidak beraturan, Rayden yang mendengar itu menunduk dan dia melihat Syakira yang sudah terlelap.


Cup..


Satu kecupan Rayden berikan pada istri kecilnya itu, lalu mendekap tubuh Syakira agar bisa merasakan hangat nya pelukan nya.


"Bunda, dia adalah gadis kecil yang aku ceritakan dulu. nama nya Syakira dan gadis ini lah yang memberiku uang dua puluh ribu sehingga aku bisa menemui Bunda." Rayden menjeda ucapan nya.


Masih teringat akan kejadian 17 tahun lalu di mana Rayden kecil bertemu dengan gadis pemberani yang melempari nya batu, tapi justru pertemuan nya itulah yang membuatnya menjadi terobsesi dengan gadis itu.


Di saat sedang kelaparan karena kesasar jalan Rayden merasa beruntung bertemu dengan keluarga Syakira yang memberi nya makan dengan ayam kala itu, dan uang dua puluh ribu itu bisa di bilang Syakira adalah penolong nya waktu itu karena jika gadis kecil bertubuh gempal itu tidak memberikan nya uang dua puluh ribu sudah pasti Rayden akan kehilangan moment terakhir bersama bunda nya.


"Aku menikahinya sesuai dengan janjiku Bunda, aku tidak akan pernah menyakiti nya ataupun membuatnya terluka, Syakira akan menjadi cinta pertama dan terakhir ku bunda." lanjut Rayden sambil mengusap lembut rambut Syakira.


Syakira mengeliat kecil, dia mendengar isakan dan saat membuka matanya Syakira di buat kaget dengan Rayden yang menangis.


"Hey? kenapa nangis." Syakira menatap bingung suaminya.


Tangan nya terulur untuk mengusap air mata di sudut mata suaminya, lalu mengecup singkat kedua pipi sang suami.


"Udah dong, aku nanti ikut nangis." Syakira kembali mengusap air mata Rayden.

__ADS_1


"Jangan tinggalkan aku lagi." kata Rayden sambil mengecup bibir Syakira.


"Nggak mungkin ninggalin aku kan udah nyaman sama kamu, cinta dan juga.." ucap Syakira terhenti.


Membuat Rayden menatap Syakira penasaran.


"Juga apa?" tanya Rayden.


"Ini, aku mau.." dengan nakal nya Syakira mengusap paha suaminya.


"Nggak cape?" tanya Rayden.


Dan Syakira menggelengkan kepalanya.


"Tadi cape, tapi sekarang udah nggak dan malah mau itu.." Syakira berbicara tanpa malu.


Toh sama suami kenapa harus jaim, lagi pula keduanya sudah pernah berulang kali melakukan nya selama dua hari ini.


Entah siapa yang memulai nya tapi sekarang posisi Rayden sudah mengkungkung-kung tubuh Syakira, bibir keduanya saling bertautan dan saling membalas ciuman nya.


"Aku cinta kamu." kata Syakira dengan deru nafasnya yang sudah ngos-ngosan.


"Aku juga sangat-sangat mencintai kamu." balas Rayden sambil membuka pakaian nya tanpa tersisa.


"Nggak sakit lagi kan?" tanya Rayden.


Syakira menggeleng cepat.


"Iya, sekarang nggak sakit kaya pas awal, malah enak." balas Syakira sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya.


Dan permainan yang penuh obrolan kecil pun baru di mulai..


Sedangkan di luar kamar nampak Ayuna yang baru keluar dari kamar Mama Papa nya, dia berjalan ke arah kamar nya dengan wajah yang terlihat lelah.


Ceklek..


Ayuna membuka pintunya, dan masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu kamar nya.


"Mandi nggak ya." gumam Ayuna sangat mengantuk.


Karena sudah tidak tahan Ayuna memilih langsung membaringkan tubuh nya di tempat tidur, dan tak butuh waktu lama gadis itu nampak sudah terlelap dalam tidurnya.


Jam terus berputar, Syaka yang melihat jam 12 pas langsung keluar dari kamar nya, di tangan nya Syaka sudah memegang kunci kamar lain.


Dia mendapatkan kunci kamar itu dari pengurus hotel, dan ya hotel ini adalah salah satu hotel milik keluarga nya.

__ADS_1


Ceklek..


Syaka masuk dengan langkah pelan layaknya seorang maling, ucapan Ayuna yang mengatakan jika gadis itu akan benar-benar pergi membuat Syaka tidak bisa tidur.


Setelah memastikan pintu di kunci Syaka berjalan mendekati tempat tidur, tanpa ragu pria itu naik ke ranjang dan membawa tubuh mungil itu ke pelukan nya.


"Aku tidak akan membiarkan mu pergi Yuna, tidak." kata Syaka perlahan tangan nya mulai mengusap punggung putih Ayuna yang masih memakai gaun.


Bagian dada itu sudah terlihat, tapi Syaka tidak ingin terburu-buru dengan santainya Syaka membuka kemeja nya dan melemparkannya ke sembarangan arah begitu saja.


"Maaf jika cara ini salah, tapi aku benar-benar mencintai mu, kamu canduku." Syaka semakin gila dan membuka celana nya hingga menyisakan boxer saja.


Dulu mereka sempat saling memperlihatkan tubuh polos nya, meski Syaka tidak sempat merenggut kesucian nya setidaknya Syaka sudah bisa melihat dan meraba beberapa titik.


Hemphh..


Dalam tidur nya Ayuna bermimpi jika sekarang dia sedang bercinta dengan seseorang, tubuh nya merasakan rasa itu..


Dan saat Syaka mulai mencumbu bagian leher nya saat itulah Ayuna membuka matanya, dan kaget saat Syaka ada di atas tubuhnya.


"Kau! apa yang kau lakukan!" Ayuna kaget.


Apalagi Syaka sudah melepaskan semua nya, baik gaun nya atupun celana boxer nya, semuanya nampak lebih berbeda dari beberapa tahun lalu, Ayuna benar-benar kaget.


"Aku mencintaimu."


"Syaka jangan!"


"Katakan jika kau tidak mencintai ku!"


Ahk..


"Syaka uh.. jan__ Hemphh.."


"Aku tidak akan membiarkan mu pergi, peluk aku dan panggil aku sayang!"


Dan..


๐ŸŒน


Menggantung ๐Ÿ˜†


Heran aku tuh Up nggak pernah pelit selalu banyak sehari bisa sampai 4000 kata, tapi kenapa jumlah like sama jumlah yang masukkin daftar favorit beda nya jauh banget๐Ÿคง


Jangan lupa like coment and Vote ya kak โ™ฅ๏ธ๐Ÿค—๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2