
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya mobil yang di kendarai Andika sampai di halaman rumah mewah keluarga Papa Gibran.
"Dika, aku masih gugup" kata Jenita belum mau turun.
"Kenapa?" tanya Andika bingung.
"Kamu tau apa yang aku takutkan Dika" sahut Jenita sambil menunduk.
Andika yang mendengar itu langsung memegang tangan Jenita, dia paham apa maksud dari ucapan Jenita.
Dengan lembut dia menatap wajah sendu kekasih nya.
"Apa salahnya, hubungan ini perlu kejelasan Janet, aku mencintai mu dan kamu mencintai ku. kita berdua sama-sama saling mencintai" kata Andika sambil mencium punggung tangan Jenita.
Jenita menggelengkan kepalanya, dia memang mencintai Andika bahkan perasaan nya lebih dari perasaan pada umum nya.
"Mami dan Papi juga saling mencintai" Jenita menjeda ucapan nya.
Dia menunduk, demi apapun Jenita benar-benar takut menikah. dia takut kebahagiaan nya akan hilang setelah pernikahan.
Semula dia mendapatkan keluarga lengkap, Mami dan Papi yang baik yang selalu mencintai nya lebih dari apapun, tapi tak lama kemudian takdir cinta keluarga kecilnya di pisahkan.
Mami dan Papi nya saling mencintai tapi mereka meninggalkan dirinya sendirian.
"Janet" panggil Andika.
"Aku nggak bisa Dika, aku nggak bisa" Jenita menangis.
__ADS_1
Huh..
Andika menghela nafasnya panjang, bukan dia tidak ingin memperjelas hubungan nya tapi Jenita lah yang selalu menunda itikad baik nya.
Jenita selalu menolak ajakan Andika yang ingin membuat nya menjadi wanita terhormat, menjadi nyonya Andika.
dan semua itu hanya karena ketakutan Jenita akan sebuah hubungan yang akan berakhir menyedihkan.
Tok..tok..
"Jen, Dika, buka" suara Mama Hana terdengar di luar kaca mobil.
Jenita reflek menghapus air mata nya, dan Andika dia membuka kaca mobilnya.
"Apasi Mam" tanya Andika.
Andika menghela nafasnya panjang, dia mengusap punggung tangan kekasih nya itu lembut.
"Ayo" ajak Andika.
Jenita melihat ke arah Andika, lalu melirik Mama Hana yang tersenyum ke arah nya.
"Hem" akhirnya Jenita keluar dari mobilnya.
Mama Hana langsung mengajak calon mantu nya itu berjalan bersama nya, dia bahkan memuji kecantikan Jenita yang membuat Jenita tersenyum.
Andika melihat itu tersenyum, dia senang karena Mama nya sangat mudah berinteraksi dengan Jenita dan selain itu Jenita terlihat nyaman bersama Mama Hana.
"Jen gimana kerja nya?" tanya Papa Gibran.
"Em ya gitu Om masih belajar" balas Jenita canggung.
__ADS_1
Meski sudah mengenal lama tapi tetap saja Jenita selalu canggung saat mengobrol dengan keluarga Andika.
"Papa nggak asik yang di tanyain itu terus, kerjaan mulu" Ayuna menimpali.
"Iya, kali-kali tanyain kapan siap di pinang jadi mantu, kan bagus obrolan nya" timpal Syaka sambil makan.
Ayuna mangut-mangut mendengar ucapan suaminya, tapi tidak dengan Andika yang langsung menatap ke arah Jenita yang terlihat sedih.
"Aku dan Jenita masih belum ingin menikah, kami masih muda Mam Pap" kata Andika membuka suara nya.
Membuat semua mata menatap ke arah nya termasuk Jenita yang tersenyum nanar melihat ke arah Andika yang selalu menjadi pelindung nya.
Makasih Dika, dan maaf aku belum bisa memberikan kepastian untuk mu karena aku takut kehilanganmu seperti aku yang kehilangan Mami Papi. batin Jenita.
"Belum siap? benar-benar nggak normal si Dika" Syaka geleng-geleng kepala.
Dirinya dulu saat 22 tahun bahkan sudah tidak tahan untuk segera menikahi Ayuna, dan Andika yang 24 tahun masih belum siap? yang benar saja.
Pasti kebanyakan pake sabun, emang si sabun sangat meresahkan. batin Syaka tidak habis pikir.
"Baby, sut" Ayuna mencubit pelan paha suaminya agar diam karena tatapan Papa Gibran kini mengarah pada suami tercinta nya.
"Apa yang kalian tunggu?" tanya Papa Gibran.
"Kami sangat menunggu kalian menikah sayang, Mama mau menggendong cucu-cucu yang lucu dari kalian" timpal Mama Hana.
Andika melirik Jenita, dan Jenita menunduk karena dia masih sangat takut.
"Sudah aku katakan aku dan Jenita masih ingin seperti ini, dan keputusan kami sudah bulat untuk tidak menikah muda" tegas Andika lagi.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1