Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Lamaran#1


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Malam ini Rayden nampak sudah tampan dengan stelan jas nya yang sangat rapih, dia sudah bersiap untuk melamar gadis pujaan hatinya.


Senyuman nampak mengembang di sudut bibir pria itu, entah kapan terakhir dia merasakan kebahagiaan seperti ini, tapi yang jelas kehadiran Syakira benar-benar membawa pengaruh besar ke dalam kehidupan nya.


Tok..tok..


"Siapa?"


"Asisten anda."


"Masuk!"


Rico masuk, dia berjalan mendekati pria yang sedang membenarkan rambutnya itu.


"Ada apa?" tanya Rayden melirik Rico dengan ekor mata nya.


"Nyonya dan tuan sudah menunggu, begitupun dengan nona Feni, mereka menunggu di bawah." jawab Rico.


"Aku akan turun beberapa menit lagi, biarkan mereka menunggu lama." lanjut Rayden.


Dan Rico hanya mengangguk, dia melihat Rayden yang masih santai melihat penampilan nya di cermin besar itu.


"Cinta memang membuat orang tidak waras." batin Rico yang melihat si tuan muda terus tersenyum pada cermin.


"Cinta memang membuat gila dan kau juga akan merasakan nya nanti." ucap Rayden dengan suara dingin nya.


"Anda selalu pandai menjawab bisikan batin saya, apa anda punya ilmu kebatinan tuan?" tanya Rico sebal.


Dan pertanyaan itu membuat Rayden melirik asisten nya dengan sinis.


"Gelagat mu selalu bisa di tebak, ya meski kau terlihat kaku dan so dingin." balas Rayden sambil membenarkan kerah baju nya.


"Dan anda melebihi saya Tuan, anda lebih Arogan dan_" ucap Rico terhenti karena Rayden menyela ucapan nya.


"Waww! sudah berani mengomentari ku? bagus! kau minta di potong gaji ya!" Rayden menatap tajam Rico.


Huh..


Rico menghela nafasnya, Rayden saja bisa mengomentari hidup nya kenapa dia tidak! selalu saja Asisten harus tau batasan nya.


"Maaf tuan." Rico menunduk.


"Sudahlah, kau sudah menyiapkan cincin yang aku minta?" tanya Rayden.


"Sudah tuan, ini." Rico memberikan kotak kecil berbentuk hati yang isinya adalah cincin pertunangan nya.


"Kerja bagus, kau mendapatkan apa yang aku minta." kata Rayden yang melihat cincin berlian yang sangat cantik itu.

__ADS_1


"Tentu saja, aku mendapatkan apa yang anda mau bahkan sampai melupakan rasa lapar ku!" batin Rico kesal, mengingat Rayden memesan berlian itu dua jam yang lalu.


"Aku sudah mengaji mu lebih besar dari pekerjaan kantoran, dasar tidak bersyukur!" sinis Rayden lalu berjalan ke luar kamar.


"Saya lebih bersyukur jika anda menikah secepatnya tuan, setidaknya saya tidak dua puluh empat jam harus siap kerja bersama anda." batin Rico.


Rayden berjalan menuruni tangga, sesampainya di bawah Rayden di hadapkan dengan Papa tiri dan ibu tirinya.


"Ray, kapan kita akan berangkat?" tanya Bu Desi.


"Sekarang." singkat padat dan jelas.


"Kak Ray aku sama kakak ya mobilnya." ucap Feni, sepupu Rayden.


"Boleh, tapi tidak dengan kalian berdua." melirik ibu tiri dan Papa tirinya.


Rayden Rico dan Feni masuk ke mobil mewah Rayden, sedangkan ibu Desi dan papa tirinya Rayden keduanya memilih memakai mobil lain karena tau karakter Rayden yang sangat keras.


Sampai kapanpun Rayden tidak akan melupakan pengkhianatan Pak Darwin dan ibu Desi yang tidak lain dan tidak bukan adalah ibu nya Feni.


"Tunggu aku gadis kecil ku, aku akan melamar mu dan setelah itu kita akan menikah." batin Rayden sambil tersenyum menatap cincin berlian yang ada di kotak kecil di tangan nya.


Bosan menatap terus cincin nya Rayden memilih memainkan ponselnya, dengan perasaan yang berbunga-bunga Rayden mengetik pesan untuk gadis pujaan hatinya itu.


Setelah mengirimkan satu pesan itu Rayden memilih melihat jalanan, dan waktu terasa begitu lama untuk nya saat ini.


Sedangkan di tempat lain, malam ini berbeda dari malam-malam yang sebelumnya, Syakira sudah siap dengan make up tipis-tipis nya menunggu kedatangan keluarga besar Rayden.


"Bingung mau ekspresi kaya apa, nangis sedih atau apa ya." gumam Syakira kebingungan.


Dia bukan sosok yang mudah menangis karena sebuah hal, Syakira sangat sulit memperlihatkan eskpresi nya, tapi kalau makanan kesukaan nya di ambil orang baru dia akan menangis.


"Masa iya harus ngemil terus cemilan nya di ambil kak Syaka, baru dapat feel nangis nya." Syakira berbicara sendiri.


Padahal saat kakak nya tunangan Syakira sangat lembek, dia bahkan terisak sendirian karena sedih akan di tinggal sang kakak kembar.


Tapi untuk acara nya sendiri? Syakira tidak bisa mengungkapkan betapa bahagianya dia sekarang, dia hanya pacaran dua Minggu lebih empat hari bersama Rayden, dan sekarang? dia bahkan akan di lamar oleh kekasih nya itu.


"Aduh Kira, pliss jangan lebay harus seperti biasanya, tenang dan ceria." gumam Syakira sambil menatap pantulan wajahnya di layar ponselnya.


Tring..


"Sayang, aku lagi di jalan ke rumah kamu. tunggu aku ya gadis kecil ku." isi pesan yang di kirimkan Rayden.


Syakira tersenyum melihat pesan itu.


"Aku tunggu, hati-hati kalau ngeliat tukang martabak pesan ya, rasanya terserah, tapi coklat sama kacang juga boleh." balasan yang di kirimkan Syakira.


Dia tidak mau terlihat sangat bucin, begini sudah cukup karena menurutnya cinta bukan di lihat dari perasaan saja, tapi dengan perhatian kecil pun bisa di artikan cinta.


Tok..tok..

__ADS_1


"Siapa?"


"Dek." panggil Dad Bastian di ambang pintu.


Jika sedang berdua dia memang lebih suka memanggil adek pada Syakira.


"Daddy." Syakira yang duduk berniat bangkit, tapi tangan nya di tahan oleh Dad Bastian dan akhirnya keduanya duduk.


"Ada apa Dad?" tanya Syakira.


Bukan nya menjawab Dad Bastian malah memeluk Syakira, membawa tubuh putri bungsunya ke pelukan nya.


"Daddy mau puasin peluk kamu." ucap Dad Bastian tidak bisa membendung perasaan sedih nya.


Dia sedih bukan karena tidak suka putri nya di lamar, hanya saja dia selalu merasa jika waktu terlalu cepat untuk dia dan kedua putri cantik kesayangan nya.


Perasaan nya selalu resah, tidak mudah untuk seorang ayah seperti dirinya mengekspresikan perasaan nya saat ini seperti apa, tapi Dad Bastian juga tidak mau menangis karena jika itu terjadi dia akan semakin terlihat menyedihkan di mata putri-putri nya.


"Daddy akan selalu nomer satu, cinta pertama aku dan Daddy terbaik yang aku punya." kata Syakira tau perasaan Daddy nya.


"Anak seksi Daddy yang gemoy udah besar, udah mau ninggalin Daddy." Dad Bastian membelai wajah sang putri dengan wajah haru nya.


Syakira tersenyum, tangan nya terulur untuk mengusap air mata di sudut mata sang Daddy.


"Jangan sedih, Daddy telah berhasil membuat aku menemukan cinta sejati aku, dan Dad aku sudah pernah berciuman, tapi di pipi maaf ya Dad aku nakal." ucap Syakira sambil menyembunyikan wajah nya di dada sang Daddy.


Tidak mau melihat raut wajah syok Daddy nya, Syakira akan mengakui kesalahan nya, karena baginya apapun yang menimpa hidupnya itu harus di ketahui Daddy nya, sekecil apapun itu dia akan selalu jujur.


"Daddy marah?" tanya Syakira yang bosan bersembunyi dan menatap Daddy nya.


"Tidak, hanya saja Daddy ingin memarahi kakak mu karena telah membiarkan kamu mencium pipi seorang pria." balas Dad Bastian.


"Dad, no Kak Syaka adalah kakak yang hebat sama seperti Daddy, jangan marahi kak Syaka karena aku yang penasaran akan rasa berciuman, maaf Dad, tapi sumpah hanya cium pipi saja." jelas Syakira.


Membuat Dad Bastian menghela nafas nya panjang, dia senang akan kejujuran putri nya meski itu hal yang salah, tapi setidaknya Syakira selalu memiliki keberanian untuk jujur.


"Daddy memaafkan mu, dan cup!" Dad Bastian mengecup singkat kening Putri nya.


Syakira tersenyum, dia membalas kecupan itu dengan sebuah pelukan dan semua itu di lihat oleh Mom Fallen dan Syaka yang ada di ambang pintu.


"Mom setelah ini aku boleh pacaran kan?" tanya Syaka.


"Tidak!" singkat jelas dan padat.


"Mom!"


"Tidak!"


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2