
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Syakira makan dengan khitmat nasi goreng nya, Rayden Syaka dan Rico hanya menjadi penonton, melihat bagaimana Syakira makan dan tidak memperdulikan tatapan ketiga pria itu.
"Kira capat makan nya Daddy akan marah kalau kita lama." kata Syaka.
"Biarkan dia makan dengan santai, jangan membuat nya terburu-buru." Rayden menyahut.
"Hey kau hanya orang asing! jangan so perhatian pada adik ku." Syaka menatap dingin Rayden.
Masih kesal karena kejadian tadi, di mana Rayden dan Willy yang membiarkan adik nya ketakutan di ruangan gelap.
tentu Syaka tau betapa takutnya Syakira akan gelap.
Mungkin untuk di hadapkan dengan preman dan hal-hal yang menantang Syakira akan menang, tapi gelap? Syakira paling takut dengan gelap, meski dia memiliki ilmu bela diri sekalipun, hal itu tidak membuat rasa takut akan kegelapan bisa Syakira lawan.
"Tentu saja aku perhatian, aku calon adik ipar mu." sahut Rayden dingin.
"Ck.. kau terlalu percaya diri sekali!" cibir Syaka.
"Bukan kah kau sendiri yang mengatakan jika aku adalah calon ipar mu!" lanjut Rayden lagi.
Rico yang menjadi pendengar hanya bisa memijat pelipisnya yang terasa pusing, perdebatan itu terjadi bukan hanya sekarang tapi juga terjadi di sepanjang perjalanan nya tadi.
"Calon Adik dan kakak ipar sama saja, sama-sama keras kepala dan juga tidak mau kalah." batin Rico.
Sedangkan Syakira hanya makan dengan santai, dan setelah selesai makan dia memilih pulang dengan menggunakan motor nya, tentunya bersama sang kakak.
Dan sesampai nya di rumah Syakira langsung di hadapkan dengan Daddy nya yang bersidekap dada di ruang tamu.
"Dari mana saja!" suara itu terdengar sangat tegas.
Syakira dan Syaka berjalan mendekati Daddy nya, dan seperti biasanya mereka mencium punggung tangan sang Daddy lalu memeluk Daddy nya.
"Maaf Dad tadi Syakira mau makan, kita nyari tukang sate dan nggak nemu-nemu alhasil jadi kita makan nasi goreng deh." ucap Syaka bohong.
Syakira yang mendengar ucapan kakak nya itu menggelengkan kepalanya.
dia memeluk Daddy nya, lalu mendongkak kan wajahnya untuk menatap wajah Daddy nya yang lebih tinggi darinya.
"Aku tadi di telpon Rico, katanya Rayden dan bang Willy lagi berantem___" Syakira menjelaskan semuanya tanpa terkecuali.
Seperti biasanya, dia tidak bisa bohong pada Daddy nya karena yang namanya bangkai pasti akan tercium, dan Syakira tidak mau membuat Daddy nya kecewa pada nya.
__ADS_1
Syaka yang mendengar penjelasan adiknya yang terlalu jujur hanya bisa menepuk jidatnya, sudah bukan rahasia lagi kalau adiknya itu selalu jujur pada Daddy nya.
"Daddy marah?" tanya Syakira menatap Daddy nya.
Dad Bastian menggelengkan kepalanya, lalu mencium kening sang putri.
"Sudah malam, Kira bobo." kata Dad Bastian lembut.
Syakira tersenyum, dia memeluk sang Daddy lagi lalu berjalan pergi meninggalkan Dad Bastian dan Syaka yang masih melihat ke arah nya.
"Daddy memang yang terbaik, aku sayang Daddy." batin Syakira senang karena Daddy nya tidak marah.
Sedangkan Syaka nasib nya kini ada di ujung tanduk, apalagi kini tatapan Dad Bastian sangat tajam pada nya.
"Dad, aku mengantuk hoam." Syaka pura-pura mengantuk.
Membuat Dad Bastian langsung terulur tangan nya untuk menjewer telinga sang putra.
"Bukan nya jagain adik biar nggak kelayapan tengah malam, ini malah ikut-ikutan keluar! suka ya liat adik main malam kaya gitu?" Dad Bastian semakin menambah keras jeweran nya.
Awww !!
"Ampun Dad, sakit!" Syaka meringis kesakitan.
"Diam kamu! Dad sudah bilang jangan biarkan Syakira main malam kenapa di dukung!" kesal Dad Bastian.
Dad Bastian menjatuhkan tangan nya dari telinga Syaka, lalu tanpa berkata apapun Dad Bastian pergi meninggalkan Syaka sendirian.
"Gini nih kalau punya Daddy posesif, apa-apa nangis lebay banget, tapi aku juga nanti bakalan kaya Daddy yang sayang banget sama anak-anak nya." setelah mengatakan itu Syaka memilih masuk ke kamar nya.
Sedangkan di tempat lain, Rayden baru masuk ke dalam mansion nya, dan langsung di hadapkan dengan dua manusia menyebalkan yang paling dia benci.
"Dari mana saja! dan wajah mu itu kenapa?" tanya seorang pria paruh baya, berjalan mendekati Rayden.
Rayden melihat pria paruh baya yang semakin mendekati nya itu dengan sinis.
"Dari mana aku? apa urusan mu!" sahut Rayden dingin.
"Setidaknya aku bertanya pada mu, kenapa kau selalu begitu? aku tau kau tidak menyukai ku. tapi aku Papa mu! orang tua mu" suara pria itu mulai meninggi.
"Ya, aku tidak pernah lupa jika kau adalah Papa tiriku." balas Rayden lagi.
Lalu berjalan pergi menaiki tangga tanpa berniat meneruskan obrolan yang sudah memanas itu.
beginilah dia di rumah nya, tidak ada hal yang membuat nya senang saat berada di rumah.
__ADS_1
Apalagi orang-orang di dalam nya, semuanya adalah orang-orang munafik yang menginginkan harta nya.
dan hal itu juga yang membuat Rayden tidak memperlihatkan dirinya pada publik karena dia malas menghadapi orang-orang munafik, yang mendekati nya hanya karena hal-hal tertentu.
"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah melupakan bagaimana dia berselingkuh di belakang bunda, tidak akan!" gumam Rayden sambil berjalan masuk ke dalam kamar nya.
Setelah masuk ke dalam kamar Rayden membersihkan tubuhnya, di kamar mandi dia melihat pantulan wajahnya di cermin yang penuh dengan bekas pukulan.
"Syakira hanya milik ku, hanya milik ku!" ucap nya menatap tajam cermin nya.
"Maafkan aku, aku nggak bermaksud membuat kamu takut. aku tau apa yang aku lakukan itu salah maka dari itu tolong beri aku kesempatan." lanjut Rayden berbicara sendiri, dia masih merasa bersalah karena membuat Syakira ketakutan dengan mematikan listrik tadi.
Pagi hari nya Syakira yang baru selesai mandi di kagetkan dengan Dad Bastian yang ada di kamar nya.
"Mau kemana sayang" tanya Dad Bastian.
Melihat pakaian putrinya yang sudah rapih, meski wajahnya masih belum menggunakan polesan make up sedikit pun.
"Mau nyari kerja Dad, doain ya." balas Syakira, duduk di kursi meja rias.
Dad Bastian melihat Syakira yang sedang memakai riasan sederhana nya, tangan nya terulur untuk mengambil sisir lalu mulai menyisiri rambut sang putri.
"Dad kenapa?" tanya Syakira melihat gelagat Daddy nya yang aneh.
"Nggak apa sayang, cuman berasa cepet aja putri seksi Daddy udah besar, cantik dan juga dewasa." Dad Bastian masih menyisiri rambut sang putri dengan lembut.
Syakira bangkit setelah selesai make up, dia juga melihat rambutnya yang sudah di sisir rapih sang Daddy.
"Daddy." panggil Syakira.
"Ya sayang." sahut Dad Bastian.
"Jangan sedih lagi, Daddy akan tetap menjadi cinta pertama aku. maaf kalau aku suka membuat Daddy sedih dan takut, tapi sungguh aku benar-benar tidak ingin melihat wajah sedih Daddy lagi." ucap Syakira menatap Daddy nya.
Dad Bastian tidak menjawab, pria paruh baya itu memeluk tubuh sang putri dan memberikan kecupan di kening sang putri.
"Maafin Daddy sayang, Daddy akan mencoba untuk tidak posesif lagi. Daddy ingin kamu bahagia." batin Dad Bastian.
"Tubuh Daddy ternyata besar ya, Rayden kecil pas peluk kerasa banget nyentuh tulang dada sama punggung nya." batin Syakira yang bisa-bisa nya membandingkan tubuh Daddy nya yang kekar dengan tubuh Rayden.
🌹
Akan ada kejutan, tapi apa ya🤣
intinya moga aja alur nya nggak ketebak😆
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏