
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Setelah semuanya pulang kini tinggal pengantin baru dan keluarga Ayuna, meja-meja bekas acara pernikahan sudah di bereskan oleh tukang.
Untuk Aunty Tara, dia pergi ke rumah Dad Bastian karena Om Darrel ada urusan dengan Dad Bastian, begitupun dengan Mom Fallen yang merindukan ke empat keponakan lucu nya.
"Pap aku ke kamar dulu ya" kata Ayuna pamit.
"Hem, istirahatlah besok kamu kembali ke Amerika" kata Papa Gibran.
Ayuna hanya mengangguk paham, dia memang tidak memiliki cuty, dan besok Ayuna sudah harus kembali ke tempat diri nya menimba ilmu.
Syaka yang sedang main game bersama Andika adik iparnya langsung beranjak dari tempat duduknya, dia melihat istrinya yang naik tangga.
"Lain kali kita akan bermain lagi" kata Suaka.
"Oke bang" sahut Andika santai.
Syaka melewati Papa mertuanya, dan di lirik tajam oleh Papa Gibran.
"Aku ke atas dulu Pap" kata Syaka mengikuti panggilan Ayuna pada Papa mertuanya.
"Hem, jangan buat Yuna kesakitan, pelan-pelan" kata Papa Gibran.
Yang mana hal itu membuat Syaka tertegun, dia duduk di sopa dan melirik mertuanya dengan ekspresi wajah bingung.
"Pap tau?" tanya Syaka.
Dan Papa Gibran mengangguk.
"Alasan aku menikahkan kalian bukan karena ucapan mu waktu lalu, aku dan istri ku memang sudah memikirkan nya sejak lama, apalagi hubungan kalian sudah sangat lama." jelas Papa Gibran.
__ADS_1
Dia tau Syaka anak Dad Bastian si mantan Casanova gila, tapi jelas Papa Gibran tidak bisa menuduh Syaka memiliki sikap yang sama dengan Daddy nya di masa lalu.
Pemikiran nya tidak sedangkal itu untuk percaya akan ucapan Syaka, dia tau Syaka dari kecil dan kenakalan nya pun dia pantau dari kejauhan, meski sempat kesal tapi dia percaya jika Syaka adalah pria bertanggung jawab karena Syaka tidak pernah ganti-ganti kekasih dan selalu setia pada putri nya.
"Syukurlah, jika tidak percaya" Syaka terlihat lega.
Setidaknya nama nya tidak jelek di mata mertuanya, bagaimana pun Syaka ingin menjadi menantu baik dan memiliki pandangan baik juga.
"Ya, tapi jika kau sekali saja membuat putri ku sedih kau berhadapan dengan ku!" lanjut Papa Gibran lagi.
"Jangan khawatir Pap, aku Syaka menantu Pap yang tampan rupawan dan juga penuh kharisma ini berjanji akan selalu mencintai satu wanita, hanya Ayuna dan akan selalu Ayuna" kata Syaka yang penuh kenarsisan.
"Aku pegang janji mu!" sahut Papa Gibran lagi.
Syaka mengangguk, dia berdiri lalu melirik calon mertuanya sebelum dia benar-benar pergi.
"Pap ingin berapa cucu?" tanya Syaka santai.
"Tenang saja aku akan berikan sebanyak apapun yang Pap dan Mam mau" lanjut Syaka masih santai.
"Pap yang bilang bukan aku" sahut Syaka tengil.
Papa Gibran menggelengkan kepalanya, sekarang dia baru sadar kalau dia dan Bastian adalah besan, untuk Syaka? jelas pria narsis itu adalah menantu nya.
Syaka berjalan agak cepat naik tangga, dan dia berpapasan dengan Mama Hana.
"Halo Mam" sapa Syaka santai.
"Ya, jangan terburu-buru ya bang, selamat berjuang Abang" Mama Hana menyemangati.
Sejak dulu dia memang sudah suka dengan Syaka, bahkan untuk pernikahan ini pun dia dan sang sahabat yaitu Mom Fallen lah yang paling semangat.
Sejak kecil Syaka memang selalu bermain dengan Ayuna, bahkan tak jarang Syaka meminta menggendong Ayuna kecil, dan Mama Hana senang karena kini Syaka kecil sudah tumbuh menjadi pria bertanggung jawab dan menjadi imam untuk putri nya.
__ADS_1
"Makasih Mam" setelah itu Syaka berjalan hendak masuk kamar, pun dengan Mama Hana yang berjalan menuruni tangga.
Ceklek..
Syaka menutup pintu nya pelan, lalu mengunci nya dari dalam.
"Yuna sayang, I'm coming baby" kata Syaka sambil menyalakan alat peredam suara.
Sebelum nya Syaka sudah mempersiapkan semuanya, dia sengaja meminta Uncle Hadian untuk membelikan alat peredam suara dan di pasang di kamar istrinya.
Ini pertama kalinya Syaka masuk ke kamar Ayuna, dia melihat beberapa gambar masa kecil nya dan hal itu membuat nya senang karena ternyata Ayuna menyimpan semua foto-foto masa kecil dan remaja mereka.
(Foto Ayuna saat masih kecil, Lucu kan๐คช)
"Baby, aku menunggu mu cepat keluar kamar mandi kalau perlu jangan pake handuk karena itu hanya sia-sia, aku akan memakan mu" kata Syaka sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.
Ayuna yang ada di dalam kamar mandi nampak tertawa, dia memakai gaun haram yang di kadokan Vira untuk nya.
"Agresif dikit nggak apa Yun, awalan emang agak gimana gitu malu-malu monyet gitu, ya nama nya juga jaga image, tapi lama kelamaan pasti nyaman kok"
Ucapan Vira terngiang, teman nya yang nakal dan bar-bar itu sekarang sudah sangat mesum sekali.
"Kamu siap Yuna, ini hari yang kamu nantikan" Ayuna menatap cincin berlian yang ada di jari manis nya, senyuman mengembang di wajah nya cantik nya.
Suamiku aku datang. Ayuna.
๐น
__ADS_1
Sabar, terburu-buru itu nggak baik ๐คช๐
Jangan lupa jejak like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ๐ค๐