Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Kabar buruk.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi harinya Syaka dan Ayuna sama-sama bangun bersamaan, keduanya mandi bersama tanpa melakukan rutinitas panas nya, siang nanti Ayuna akan kembali ke Amerika.


Meski berat tapi Syaka dan Ayuna berusaha untuk bisa menerima, ini adalah kewajiban keduanya yang masih memiliki aktivitas lain terlepas dari hubungan keduanya.


"Aku akan mengunjungi mu dua hari lagi, kita akan menghabiskan waktu bersama" kata Syaka sambil menyisir rambut istrinya.


"Hem, aku akan menunggu mu" sahut Ayuna sambil tersenyum.


Syaka ingin ikut hari ini, tapi dia juga punya tanggung jawab akan perusahaan nya, apalagi Daddy nya sudah tidak mau tau akan perusahaan.


Keduanya bisa saling memahami satu sama lain, karena yang paling terpenting untuk keduanya adalah komitmen, Syaka dan Ayuna saling mencintai dan keduanya sudah melakukan tes itu.


Ayuna sudah melihat kesetiaan Syaka padanya, terlihat dari beberapa tahun belakangan ini Syaka tidak pernah berpaling dari nya, pun sama hal nya dengan Ayuna, Syaka juga melihat Ayuna yang setia pada nya.


"Tapi aku akan benar-benar merindukan mu, tubuh mu dan ini" Syaka dengan tengil nya menyentuh area sensitif.


Ayuna tidak kaget lagi, dia memukul pelan tangan suaminya yang nakal itu.


"Nakal" ucap nya manja.


"Mumpung dekat baby kan jauh nggak bisa" sahut Syaka yang kini tangan nya beralih ke bagian dada istrinya.


"Omes" lanjut Ayuna sambil mencium pipi suaminya.


Haha..


Keduanya tergeletak tawa saat menyadari tingkat kemesuman keduanya yang sama.


Sampai akhirnya terdengar suara ketukan pintu, keduanya langsung keluar dari kamar setelah di panggil oleh bibi pembantu untuk segera sarapan.


"Pagi Mam Pap Bocil" sapa Ayuna sambil tersenyum.

__ADS_1


"Pagi" sahut Mama Hana dan Papa Gibran.


Tidak dengan Andika yang terlihat kesal karena di panggil bocil.


Tatapan mata Mama Hana dan Papa Gibran jatuh pada rambut anak dan menantu nya itu, keduanya mendeuhem lalu saling berpandangan.


Sama hal nya dengan Mama Hana dan Papa Gibran, Ayuna dan Syaka juga melihat ke rambut basah Mama dan Papa nya, keduanya juga mendeuhem karena paham dengan arti dari rambut basah itu.


"Semalam hujan ya Pap sampai basah-basah rambut nya" Syaka dengan santai nya bersuara.


"Nggak boleh kalah dong Bang" Mama Hana menyahut cepat.


"Hebat Mama dan Papa ternyata masih_" ucap Syaka terhenti karena mendapatkan lirikan tajam Papa mertua nya.


"Makan!" kata Papa Gibran dingin.


Ayuna mencubit paha suaminya melihat Papa nya yang memberikan tatapan tajam itu, dia mengambilkan nasi goreng untuk suaminya.


Ayuna tau meski bule tapi makanan suaminya sangat lah berbeda, dimana suaminya lebih suka sarapan nasi di bandingkan roti dan selay yang menurut Syaka tidak membuat nya kenyang.


"Makasih baby" ucap Syaka.


Syaka mengangkat kedua tangan nya untuk membaca doa mau makan, dan di saat bersamaan pula Papa Gibran Andika dan yang lain nya langsung saling melirik, mereka lupa membaca doa.


"Kenapa?" tanya Syaka melihat semua mata melihat ke arah nya.


"Tidak" kompak ke empat nya bersamaan.


"Oh"


Syaka langsung mulai makan dengan khitmat dan kembali mendapatkan tatapan dari yang lain nya.


"Bule ku sayang, uh.. makin cinta aku sama kamu Baby" batin Ayuna yang semakin terpesona dengan karakter Syaka yang membuat nya selalu di mabuk cinta.


"Itu gen nya Fallen, tidak mungkin gen si bule tua bin narsis" batin Papa Gibran.

__ADS_1


Mama Hana tersenyum sejak Syaka kecil dia memang sudah sangat setuju jika nantinya Syaka menikahi Ayuna, Syaka adalah menantu idaman nya.


Siang nya Ayuna benar-benar pergi ke Amerika, Syaka mengantarkan nya sampai bandara dan setelah itu mereka berpisah dengan drama pelukan yang membuat semua mata yang melihat nya ikut baper.


"Sabar bang, kita main geme yu" kata Andika yang kebetulan satu mobil dengan Syaka.


"Hem, nanti sekarang kita ke kantor dulu" kata Syaka.


Andika di berikan amanah oleh kakak nya untuk bersama Syaka selama kakak nya pergi, tentu saja Andika mau karena kakak nya berjanji akan membelikan moge untuk nya.


Dretttt..


"Halo" Syaka mengangkat telpon nya.


"Tante Jenn dan Om Juan meningga, cepat datang ke rumah nya sekarang Mommy dan Daddy sedang dalam perjalanan" suara Mommy Fallen terdengar cemas.


"Mommy serius?"


"Iya, cepat ke rumah Tante Jenn dan Om Juan ya kak"


Dan panggilan itu terputus.


"Kenapa bang?" tanya Andika yang sadar akan raut wajah kakak ipar nya.


"Tante jenny dan Om Juan meninggal dalam kecelakaan" ucap Syaka terasa lemas.


"Pak ke rumah Tante Jenn dan Om Juan" kata Syaka pada supir.


"Bang bohong ya?" Andika tidak percaya.


"Nggak, ini serius" sahut Syaka wajah nya benar-benar terlihat kaget.


Andika terdiam, sampai akhirnya nya dia menanyakan Jenita, dan Syaka menjawab tidak tau karena saat menelpon Jenita Mommy nya tidak menyebutkan Jenita.


🌹

__ADS_1


Kaburrr takut banyak yang marah🤧


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2