
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Waktu dua hari sudah habis, dan selama dua hari itu juga Syakira dan Rayden tidak pernah keluar kamar, keduanya menghabiskan waktu berduaan di kamar menikmati sesuatu rasa yang baru keduanya kenal.
"Jangan cemberut gitu dong, senyum kan resepsi hanya sehari." Syakira yang sedang memoles make up tipis-tipis itu tersenyum kecil ke cermin yang memperlihatkan wajah Rayden yang terlihat bete.
"Satu hari itu terasa lama sayang." Rayden beranjak berdiri, dan berjalan mendekati Syakira.
Mencium lembut bahu sang istri, dan naik ke leher.
"Masih belum kenyang makan kamu." lanjut Rayden yang tangannya kini tidak bisa diam.
Syakira mengigit bibirnya pelan merasakan rasa geli itu, lain dengan Rayden yang tersenyum karena mudah sekali membuat Syakira masuk ke dalam gairah nya.
"Udah jam segini ayo nanti telat." Syakira mencoba untuk tidak memiliki pemikiran Omes lagi.
Dan melepaskan tangan Rayden dari bagian dada nya, lalu berdiri.
"Yuk, besok aku kasih full jam" lanjut Syakira sambil tersenyum dan memberikan kecupan di pipi sang suami.
Cup..
"Sini juga." Rayden menunjuk bagian bibir nya.
Dan dengan cepat Syakira mencium bibir Rayden, dan ya ciuman itu berubah menjadi sebuah ciuman yang panas di mana bibir keduanya saling membalas ciuman nya.
Hemph..
Syakira kembali mendapatkan sentuhan di beberapa titik, yang lagi-lagi membuatnya hampir tidak bisa terkontrol dan terbuai dengan permainan yang di lakukan Rayden.
"Udah ihk." Syakira melepaskan ciuman nya.
"Masih mau." Rayden menarik Syakira ke pelukan nya.
Astaga..
"Kamu tau sekarang ini kamu adalah candu aku sayang." lanjut Rayden sambil memberikan kecupan di kening sang istri.
Syakira yang mendengar itu terkekeh pelan, lalu mengusap punggung sang suami pelan.
"Aku juga merasa begitu, kamu adalah canduku" balas Syakira masih mengusap punggung Rayden.
Setelah drama itu keduanya akhirnya keluar kamar, dan jangan lupakan wajah di tekuk Rayden yang masih tidak ikhlas untuk melepaskan Syakira dari pelukan nya meski hanya beberapa jam saja.
"Pagi, nona tuan." sapa Rico saat melihat kedatangan Rayden di ambang pintu.
Rico membukakan pintu mobil, dan menunduk saat Rayden dan Syakira semakin mendekat, aturan tidak boleh menatap Syakira bukan hanya berlaku untuk orang lain, tapi juga diri nya.
"Jangan so akrab, ayo sayang." Rayden berjalan menggandeng tangan Syakira dan masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Rico menutup pintu mobil nya, lalu masuk ke dalam mobil dan menyalakan mobil nya, selama di perjalanan hanya kesunyian yang tercipta.
Ralat, kesunyian hanya berlaku di jok depan tapi tidak dengan jok belakang yang terus terdengar suara yang berhasil membuat jomblo yang sedang menyupir itu menjadi resah dan risih.
"Mereka benar-benar tidak tau tempat, huh!" gerutu Rico dalam hati.
Dan Rayden yang bisa membaca pikiran Asisten nya lewat tatapan mata yang dia lihat di spion mobil langsung tersenyum kecut.
"Sayang kau ingin belajar membuat tanda vampir kan?" Rayden dengan sengaja mengeraskan suara nya.
"Hah tanda vampir? tanda yang seperti di patuk ular?" batin Rico.
Syakira melirik suaminya, lalu menggelengkan kepalanya.
"Mana ada aku nggak mau." balas Syakira.
"Nggak mau, tapi kemarin mau ini buatan kamu masih ada loh sayang." Rayden dengan sengaja memperlihatkan leher nya.
"Itu bukan tanda vampir tapi tanda merah cup**g! kalau tanda vampir langsung mati! di kubur dan jadi kelalawar!" batin Rico.
"Udah nggak minat ahk." Syakira memilih fokus pada ponselnya.
Dua hari tidak bermain ponsel membuat Syakira merindukan ponselnya, dan sekarang Syakira tengah melihat foto-foto Oppa tampan kesayangan nya.
"Aaaa Oppa Sarange!" Syakira tertawa cekikikan melihat beberapa postingan idol kesayangan nya.
"Sayang jangan menatap mereka lebih dari tiga menit." kata Rayden mengingatkan.
"Nggak akan tapi aku tidak suka milik ku menyukai orang lain, selain diri ku!" batin Rayden.
Tapi Rayden tidak berani mengatakan nya, dia takut Syakira tidak betah jika dia benar-benar memperlihatkan ke posesif an nya.
Sesampainya di gedung pernikahan nya Syakira dan Rayden langsung naik Lift agar cepat sampai ke kamar hotel nya.
"Mommy." teriak Syakira heboh saat melihat Mom Fallen yang berjalan dengan Syaka.
Mom Fallen melihat ke sumber suara, dan dia tersenyum saat melihat Syakira yang berlari ke arah nya.
Pelukan hangat pun keduanya lakukan, kecupan di kening itu di berikan Mom Fallen pada sang putri bungsu.
"Sudah makan?" tanya Mom Fallen.
Jika di tanya kabar tentu saja dia sudah melihat jika putri nya itu sehat, bahkan sangat sehat juga ceria.
"Belum, mau di suapin Daddy." kata Syakira manja.
"Kebetulan Mom bawa makanan kesukaan kamu, tadi sebelum kesini Mom masak loh khusus buat kamu." sahut Mom Fallen.
Tidak bisa dia pungkiri jika Syakira yang sudah menikah membuat nya rindu, biasanya di rumah mereka akan tertawa dan makan bersama, tapi setelah Syakira tidak ada? makan malam yang biasanya penuh canda tawa seketika kehilangan sosok ceria itu.
"Wah serius? mau ihk, laper bangettttt!" Syakira menjawab dengan heboh, seperti biasnya Syakira mencintai makanan.
__ADS_1
Mom Fallen terkekeh melihat Syakira yang sangat heboh jika menyangkut makanan, sikap putrinya yang ceria seperti ini lah yang membuatnya sedikit kesepian jika Syakira tidak di rumah.
"Ya udah ayo kita ke kamar Mommy, kebetulan MUA nya lagi di kamar Mommy lagi ngerias kak Kila, yuk." ajak Mom Fallen.
"Daddy ada Mom?" tanya Syakira sambil berjalan bersama Mom Fallen.
"Ada, tadi di kamar nunggu kamu katanya." balas Mom Fallen lagi sambil tersenyum.
Dan satu hal yang di lupakan Syakira, yaitu Rayden yang masih mematung di tempat nya karena Syakira benar-benar melupakan nya setelah bertemu keluarga nya.
Syaka yang melihat adik ipar nya itu hanya tersenyum miris, begitulah Syakira yang selalu lupa apa saja jika menyangkut makanan dan keluarga, tapi satu hal yang tidak Syaka pikirkan jika adik nya itu benar-benar akan melupakan jika dia sudah bersuami.
"Sabar, Syakira hanya akan bermanja pada orang tertentu saja, jadi kalau di rumah ku kau di nomer lima kan ya sabar aja." kata Syaka sambil menepuk pundak Rayden kasar.
"Bisa diam tidak, kau membuat aku kesal!" Rayden melangkah meninggalkan Syaka.
Syaka mengikuti kemana Rayden berjalan sampai akhirnya keduanya berhenti di kamar yang akan di tempati si pengantin baru.
"Dua hari aku menelpon mu, kenapa tidak mengangkat nya!" Syaka ingin protes.
Rayden melirik dingin kakak ipar nya itu, lalu membuka sedikit kerah baju nya hingga memperlihatkan leher nya.
"Aku dan Syakira sibuk membuat ini." menjawab dengan wajah penuh kemenangan.
Alih-alih kaget Syaka malah bertepuk tangan.
"Aku yakini kau di gigit kan." Syaka tertawa.
"Hey dari mana kau tau?" Rayden sedikit kaget.
"Cap gigi Syakira bahkan menempel di leher mu." cibir Syaka sambil tertawa.
"Dia sangat polos." Rayden mendudukkan bokong nya di tepi tempat tidur.
Syaka ikut mendudukkan bokong nya di tepi tempat tidur, tepatnya di dekat Rayden.
"Adik ku memang unik, tapi kau tau yang polos itu sangat menantang." balas Syaka sambil tersenyum.
Yang membuat Rayden melirik kakak ipar nya itu dengan wajah penuh curiga.
"Jangan bilang kau telah menggauli kekasih mu!" Rayden berkata dengan wajah penuh selidik nya.
Hah?
Syaka langsung gelagapan, dan langsung menggelengkan kepalanya.
"Mana ada, huh.. sudahlah aku akan mencari angin sebelum acara ini di mulai." Syaka langsung buru-buru berdiri dan keluar dari kamar yang di tempati Rayden.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1