Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Mata Daddy Bastian.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Syakira menatap kedua pria yang masih sibuk baku hantam itu, tidak mau ikut bonyok dia memilih cari aman dengan duduk sambil memakan cake kesukaan nya.


"Enak juga nonton acara tinju secara live, apalagi sambil makan." gumam Syakira.


Rayden dan Willy masih saling meninju, seolah saling melampiaskan kekesalannya keduanya tidak hentinya memberikan pukulan dan jangan lupakan bibir nya yang tidak tinggal diam terus menerus beradu mulut.


"Sebelum kau datang Syakira sudah dulu menyukai ku, dan kau hanya pengganggu!" kesal Willy.


"Bukan aku yang mengganggu, tapi kau yang tidak tau malu! keu menjilati air liur mu lagi! menjijikan." balas Rayden takalah sewot.


"Kau pikir aku perduli? selagi Syakira belum Menikah dia masih bukan milik siapapun!" tegas Willy lagi.


"Dan aku akan membuat kau berhenti bermimpi setelah aku meresmikan hubungan ku." sahut Rayden santai.


Brugkkk !!


Brugkkk !!


Keduanya masih menebar kebencian masing-masing, sampai akhirnya Syaka dan Rico datang dan melerai keduanya.


"Kalian seperti anak kecil, kalau Dad tau kalian akan mendapatkan masalah tau!" Syaka menahan Willy.


"Tahan emosi anda tuan, ini di tempat umum banyak yang melihat anda tuan." ucap Rico pada sang sang tuan muda.


Willy dan Rayden tidak perduli, keduanya masih saling menebar tatapan tajam nya, meski wajah keduanya sudah sama-sama kacau.


"Dia yang mulai memukul ku!" akhirnya Willy bersuara.


"Dan kau juga memukul ku!" Rayden tidak mau kalah.


"Aku membantu Syakira yang akan jatuh! dan kau datang-datang langsung memukul ku, dasar gila!" ucap Willy dingin.


Rayden menaikan sebelah alisnya ke atas, lalu menatap tajam Willy.


"Itu karena aku tidak mau berbagi, kau pikir kau siapa bisa menyentuh pinggang Syakira! dasar modus!" balas Rayden semakin marah.


"Kau!" Willy berniat melayangkan pukulan lagi, tapi di tahan Syaka.


"Sudah, kalian berdua benar-benar kekanakan. untuk apa kalian berdua saling pukul, lihat gadis yang kalian rebutkan bahkan tidak perduli dengan pertengkaran kalian." Syaka menunjuk Syakira yang terlihat santai makan.


Yang membuat semua mata seketika melihat ke arah gadis itu, dan dengan santai nya Syakira melambaikan tangan nya.

__ADS_1


"Sini, cake nya enak!" ucap nya sambil tersenyum manis.


Syaka dan Rico memilih berjalan ke arah syakira, ikut makan cake yang memang rasanya sangat enak, meninggalkan Rayden dan Willy yang kini mematung di tempatnya.


"Urusan kita masih belum selesai!" kata Willy.


"Kita selesaikan masalah kita di tempat lain, itupun jika kau bukan pecundang." balas Rayden.


"Siapa takut." Willy tersenyum sinis, lalu pergi meninggalkan Rayden yang juga menatapnya dengan sinis itu.


Rayden melihat Syakira yang masih sibuk makan itu, gengsi untuk mendekati dengan wajah bonyok seperti ini. Rayden memilih membalikan tubuhnya dan berniat pergi dari wedding Syakila.


Dan baru saja Rayden ingin melangkah tiba-tiba tangan nya di tahan oleh seseorang.


"Aku nggak suka orang berantem, tapi jujur aku senang, ternyata begini rasanya di rebutin." suara Syakira.


Rayden membalikan tubuhnya, dia melihat gadis yang tengah memegang cake itu.


"Jadi kau suka kalau aku berantem dengan orang yang menyukai mu?" tanya Rayden.


Dan Syakira menggelengkan kepalanya.


"Tentu tidak, tapi untuk kali ini aku merasa senang karena merasa di perjuangkan." balas Syakira santai.


"Buka mulut nya." pinta Syakira.


Rayden melakukan nya, membuka mulut nya dan menerima suapan dari Syakira.


"Enak nggak?" tanya Syakira.


Rayden hanya mengangguk dengan wajah dingin nya, dan melihat wajah itu Syakira gemas dan langsung mencubit pipi Rayden.


"Jangan galak-galak gitu wajah nya, senyum dong." lanjut Syakira sambil tersenyum.


"Kau menggoda ku?" Rayden menaikan sebelah alisnya ke atas.


"Bukan menggoda, tapi aku bicara jujur kalau pipi kamu yang bonyok ditambah wajah galak itu membuat aku ngeri." sahut Syakira sambil tertawa.


Tangan nya terulur untuk kembali memegang pipi Rayden, tapi dengan cepat tangan nya di tahan oleh Rayden yang kini juga memegang tangan Syakira, dan keduanya bertatapan cukup lama.


"Jantung oh jantung.. kenapa deg deg gan terus sih." batin Syakira.


"Astaga aku tidak bisa menahan lagi, bibir yang selalu ceplas-ceplos itu.. aku ingin melahap nya! menggigit nya dan juga.." batin Rayden terhenti.


Tanpa sadar Rayden mendekatkan wajahnya ke wajah Syakira, dan saat dia akan melahap bibir Syakira seketika Syakira juga gadis itu mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


"Ngapain!" tanya Syakira santai.


Hah!


"Tidak." balas Rayden sambil membuang wajah ke sembarangan arah, dia kesal bukan main.


"Oh.." singkat padat dan jelas, jangan lupakan tangan nya yang kembali menyuapkan suapan cake terakhir nya.


Dan sikap Syakira yang seperti itulah yang semakin membuat Rayden terhipnotis dengan Syakira, menginginkan gadis bule itu untuk menjadi milik nya.


Tanpa keduanya sadari jika kejadian itu di tonton oleh Dad Bastian, Syaka dan Rico. mereka melihat saat-saat Rayden ingin mencium Syakira.


"Lihat Dad, mereka saling mencintai. Daddy harus nya merestui mereka." Syaka mulai melancarkan aksi nya.


Dan tentu harapan nya untuk tidak menjadi jomblo lagi sedikit-sedikit sudah mulai terlihat.


"Nggak, kita lihat seberapa tahan dia bisa menjaga dirinya untuk tidak melakukan hal aneh pada Syakira." balas Dad Bastian.


Anggap saja ini adalah sebuah tangtangan dari nya, bukan ingin membuat mereka saling menahan. Tapi Dad Bastian ingin melihat sejauh mana Rayden bisa memposisikan dirinya saat berhadapan dengan Syakira.


"Daddy mau kemana?" tanya Syaka saat melihat Dad Bastian ingin melangkah.


Dad Bastian melirik putra nya, lalu melirik asisten calon mantu nya itu.


"Kembali ke pelukan Mommy mu, kau tau Mommy mu akan sangat khawatir jika Daddy mu yang tampan ini pergi lama. Mommy mu sangat takut kehilangan Daddy mu." ucap Dad dengan santai dan penuh percaya diri, lalu pergi meninggalkan Syaka dan Rico.


"Ternyata narsisnya menurun dari tuan Bastian. pantas saja Syaka sangat narsis ternyata Daddy nya lebih narsis dari putra nya." batin Rico.


Syaka melirik Rico, secara tidak langsung pria itu sudah menjadi teman nya juga.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Syaka.


"Kau bertanya pada ku?" tanya balik Rico.


"Bukan, pada hantu." sewot Syaka.


"Oh." balas Rico santai, lalu berjalan pergi meninggalkan Syaka yang mengaga melihat sikap dingin Rico.


"Penampilan udah oke, wajah bule, uang banyak, tapi kok nggak ada yang nempel ya." gumam Syaka mulai meragukan ketampanan nya.


"Apa aku kurang tampan?" untuk pertama kalinya Syaka ragu.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2