
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
3 tahun berlalu..
Di rumah Dad Bastian sangat penuh dengan suara anak-anak, mereka bermain bersama di ruang bersantai besar.
Malam ini mereka akan membuat acara ulang tahun pernikahan Mom Fallen dan Dad Bastian yang ke 30 tahun.
"Opaaaa kak Ziel mengambil boneka Zhee" adu si cantik Azhela pada Dad Bastian.
"Bukan Ziel Opa, tapi Azzam" kata Azriel tidak mau di salahkan.
Azhela tidak mau tau dia tatap menarik Azriel yang dia salahkan atas hilang nya boneka cantik nya.
Dad Bastian mendekati cucu perempuan nya, dia menggendong Azhela dengan senang dan memberikan ciuman di pipi cucu cantik nya.
"Nanti Opa belikan yang banyak dan lebih bagus untuk Zhee" kata Dad Bastian.
"Opa itu boneka ulang tahun ku yang ke 6" sahut Azhela ingin menangis.
Dad Bastian menenangkan cucu nya itu, Syakira stop memiliki anak dan hanya memiliki four A.
"Hem Opa akan mencari boneka nya" kata Dad Bastian akhirnya.
"Kak Ziel yang mengambil nya Opa" tuduh Azhela lagi.
Azriel menggelengkan kepalanya, dia tidak melakukan itu.
"No Opa, Azzam yang melakukan nya bukan aku" Azriel masih kekeh menolak tuduhan itu.
"Kak Ziel yang ambil Opa"
"No, bukan aku!"
Tiba-tiba terdengar suara teriakan Azzam, membuat semua mata melihat ke arah nya.
__ADS_1
"Opa aku juga mau di gendong" teriak Azzam dari jauh.
Azriel tersenyum melihat boneka yang Azzam pegang di tangan nya.
"Lihat Opa, Azzam yang mengambil boneka nya" kata Azriel.
"No, aku menemukan nya di dekat sopa" Azzam menolak tuduhan itu.
Azhela meminta di turunkan, dia mengambil boneka kesayangan nya dan memilih berlari ke sepupu nya yang lain nya dari pada bersama kakak-kakak nya yang nakal.
"Jadi siapa yang mengambil nya?" tanya Dad Bastian.
"Dia!" keduanya saling menunjuk satu sama lain.
Dad Bastian menggelengkan kepalanya, lalu mengacak rambut kedua cucu nya dengan gemas.
"Ingat pesan Opa, kalian harus menjaga Zhee dengan baik. jangan membuat nya menangis karena jika kalian membuat Zhee menangis itu tanda nya kalian melukai Mama dan Oma kalian." seperti biasa Dad Bastian memberikan pengertian pada cucu-cucu nya.
"Baik Opa" sahut keduanya lalu kembali bermain.
Para wanita sedang shopping, dan di sini hanya ada Dad Bastian, Papa Gibran, Om Darrel, Syaka, Alex dan Rayden.
Selain hemat biaya hal ini juga agar cucu-cucu nya tidak kabur, atau hilang seperti kejadian beberapa tahun lalu di mana Azriel hilang dan di temukan di bagasi tamu undangan nya.
"Zhee menjauhlah aku sedang bermain dokter-dokter bersama Kai" kata Cantika (anak nya Tara dan Darrel) mengibaskan tangannya ke arah Azhela.
Cantika juga datang bersama Mommy Daddy nya, kebetulan ulang tahun nya juga sama dengan kakak nya Devan.
"Kak Cantika aku juga mau di periksa dong, dada aku sakit karena berbie di curi orang tadi" kata Azhela polos.
Cantika yang berusia 9 tahun itu mengangguk, dia memang bercita-cita menjadi seorang dokter, dan mulai memeriksa Azhela.
"Wah Zhee kau terlalu kesal sehingga detak jantung mu berdenyut kencang, coba tarik nafas mu perlahan-lahan, dan hembuskan perlahan juga" kata Cantika.
Azhela yang polos mengikuti perintah Cantika, Kai yang berusia tahun setengah itu berdiri, dia juga meminta di periksa oleh sepupu nya.
"Oh kau selalu ikut-ikutan" kata Azhela pada Kai.
__ADS_1
"Kamu juga ikut-ikutan" Kai tidak mau kalah.
"Oh dasar bocil" kata Azhela sambil mengembungkan pipi nya.
Dari kejauhan Daffin, Azmi dan Verrel sedang membaca buku, ketiga nya fokus dengan buku yang di baca nya.
"Kak ayo main" kata Leon.
"No, ajak saja Dion dan yang lain nya" kata Verrel menolak.
Leon mengembungkan pipi nya, dia akhirnya memilih pergi bersama sepupu nya yang lain nya.
"Kau mau ini Son?" tanya Papa Gibran pada Key.
"No Opa, aku sedang memasang puzzle" kata Key.
"Dia terlalu serius, seperti Daffin, Azmi dan Verrel" kata Dad Bastian.
Rayden dan Alex yang sedang main catur itu mengangguk, satu putra mereka juga sangat serius Azmi dan Verrel.
(Kai dan Key).
Dan tak lama kemudian terdengar suara tangisan, mereka melihat Dion yang menangis karena mobil-mobilan nya di ambil oleh Azriel, Azzam dan Kai.
"Mami!" Dion yang berumur 2,5 tahun itu menangis.
Alex langsung menggendong putra nya, Rayden mendekati Azzam dan Azriel yang memang nakal, dia memberikan jeweran di telinga kedua putra nya karena Azzam dan Azriel memang sangat nakal.
Sedangkan Syaka malah membisikan sesuatu ke telinga putra nya.
"Ganggu adik mu, lihat dia terlalu membosankan bukan?" ucap Syaka.
Kai mengangguk kecil.
"Bukan hanya menyebalkan Dad, tapi Key juga terlalu dingin dia tidak pernah mau tertawa dengan ku" kata Kai sambil menatap kembaran nya dengan wajah kesal nya.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏