
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Rico pulang ke apartemen nya membawa lelah, setalah dua Minggu kejadian dimana dia melakukan hal gila nya dengan Vira kini mereka tidak saling bertemu lagi.
Vira menjauhi nya, dan Rico cukup sadar diri kalau dirinya bukan siapa-siapa dan hanya seorang asisten biasa tidak mungkin jika seorang anak kolongmerat seperti Vira menyukai pria biasa seperti dirinya.
"Halo!"
"Tuan saya sudah di depan."
"Masuk saja"
"Baiklah"
Tut.
Panggilan terputus sepihak.
Dan..
Tring !!
Bel berbunyi, Rico berjalan mendekati pintu dan langsung membuka pintunya.
"Selamat sore tuan" sapa seorang wanita cantik.
"Masuklah, sebelum masuk ke kamar ku seperti biasa buatkan susu hangat untuk ku" kata Rico lalu berjalan pergi masuk kamar nya.
Wanita cantik itu bernama Silvi, dia sudah lama mengenal Rico hanya saja mereka tidak pernah menjalin hubungan serius, Rico hanya menganggap nya teman.
Dan pekerjaan Silvi adalah massage dan penyanyi di salah satu club, dia mengambil pekerjaan ini untuk menghidupi dua anak nya.
__ADS_1
Setelah membuatkan susu hangat untuk sang teman Silvi masuk ke kamar Rico, dia melihat Rico yang sedang berbaring dengan hanya memakai boxer saja.
Glekk..
Silvi kesusahan menelan ludahnya melihat pemandangan itu, otot-otot yang sangat membuat nya ingin sekali merasakan yang lebih.
"Seperti biasanya jangan menyentuh beberapa titik, kau paham maksud ku" kata Rico sambil meminum susu hangat nya.
"Iya tuan, paham" Silvi duduk di pinggir ranjang setelah memberikan susu itu.
Andai saja Rico mau mungkin dia akan menerima nya dengan senang hati, tapi tidak.. Rico tidak mau melakukan hal lebih dia hanya ingin mendapatkan pijatan saja dan tidak lebih dari itu.
Di saat bersamaan juga Vira baru keluar dari apartemen kakak nya, Willy sekarang jarang pulang dan itu membuat Vira harus banyak bulak balik rumah kampus dan apartemen.
Mommy nya selalu mencemaskan kakak nya maka dari itu Vira selalu datang setiap sore hari untuk mengantarkan makanan.
"Kamu lagi" Feni melirik Vira tak suka.
"Apaan sih nenek sihir, sewot mulu perasaaan" Vira melirik Feni takalah sewot.
Dia juga tidak suka karena beberapa kali Feni mendekati kakak nya.
"Kamu nenek lampir, dasar tukang rebut gebetan orang!" sungut Feni dengan kesal.
"Nggak salah tuh? kan Rico nganggap kamu cuman adik dong, hha kasian deh Lo" Vira tertawa.
Hufh..
Feni mengepalkan tangan nya, ingin melayangkan tinjuan tapi dengan cepat di tahan oleh Vira.
"Jauhi kakak ku! atau aku akan semakin mendekati nya" ancam Vira, lalu menepis tangan Feni dengan kasar.
Setelah itu Vira berjalan masuk ke dalam Lift, dia terdiam beberapa menit sampai Vira ingat kalau apartemen ini juga bukan hanya apartemen yang di tinggali kakak nya, tapi juga pria itu.
__ADS_1
"Apa yang sedang dia lakukan ya? ke apartemen nya nggak apa kali ya sekalian latihan ciuman lagi" gumam Vira sambil tersenyum.
Vira memencet tombol lift lantai yang di tempati Rico, dan setelah lift terbuka Vira langsung berjalan dengan riang.
Tangan nya terulur untuk memencet bel beberapa kali, Vira masih menunggu di luar sampai akhirnya pintu itu terbuka.
"Siapa?" tanya Silvi di ambang pintu.
"Ahk aku Vira mbak, pacar nya Rico" Vira tersenyum.
Satu hal kelebihan nya adalah Vira bukan gadis yang memiliki pemikiran terlalu jauh, dia selalu membawa santai hidupnya.
"Oh pacar nya tuan Rico, silahkan masuk non" Silvi menahan rasa sesak nya.
Dia baru tau kalau Rico memiliki kekasih, dan jujur saja dia merasa patah hati.
Vira mengangguk dia masuk ke apartemen nya dan tanpa di persilahkan dia langsung masuk ke kamar nya.
Melihat itu Silvi langsung mengambil tas dan heals nya, dia memutuskan pergi dari apartemen itu.
Sedangkan Vira saat ini dia menutup bibir nya melihat Rico yang hanya menggunakan boxer saja dengan posisi tidur nya.
"Dia kelelahan karena baru selesai enak-enak dengan Mbak-mbak tadi mungkin" gumam Vira berpikir positif.
🌹
Jeng jeng..
Mampir juga ke cerita teman aku ya, judulnya "PROJECT CINTA 100 HARI"
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1