Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Di balik si narsis.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah pulang dari perusahaan X tepatnya perusahaan calon adik iparnya itu Syaka memilih kembali ke perusahaan nya, kalau Daddy nya tau bisa habis dia di marahi Daddy nya.


Saat ini Syaka sedang di dalam mobil, jarak antara perusahaan Rayden dan perusahaan nya memang tidak jauh hanya dua puluh menit, itupun karena terhambat di lampu merah.


"Ini kesempatan terkahir mu, jika kau gagal lagi maka jangan salah kan Daddy kalau kau harus bekerja di restoran Fall (restoran Mom Fallen) Daddy tidak mau calon penerus perusahaan tidak kompeten seperti itu."


Syaka menggelengkan kepalanya mengingat ancaman itu, Daddy nya benar-benar tidak main-main untuk memberikan dia hukuman jika dia gagal lagi.


Sebelum nya dia pernah kalah tender proyek dengan perusahaan lain, yang seharusnya bisa dia dapatkan tapi Syaka malah tidak bisa mendapatkan kerja sama nya karena keteledoran nya.


"Tenang Syaka yang ganteng, kau hanya perlu santai dan tidak terburu-buru perlihatkan pada dunia kalau kau adalah pria bertanggung jawab, tampan berkharisma dan juga bisa membuat keluarga mu bangga." gumam Syaka sambil mengendarai mobil nya, tak lupa menyelipkan banyak pujian untuk diri sendiri.


Seperti biasnya sikap narsis itu seolah mendarah daging dalam diri pria dua puluh tahun itu, Syaka tidak sungkan untuk memuji diri sendiri karena menurut nya hanya dirinya sendiri yang bisa memahami nya, dan untuk komentar orang lain? Syaka tidak pernah perduli.


Sebagai anak pertama banyak tanggung jawab yang harus dia lakukan, bukan hanya masalah perusahaan tapi dia juga memiliki tanggung jawab penuh akan adik-adik nya.


Matanya fokus melihat ke jalanan kota yang tidak terlalu padat itu, wajar tidak terlalu padat karena masih jam kerja.


Tit !!


Mobil Syaka ngerem mendadak, matanya membulat sempurna saat melihat sosok yang dia kenali sedang di bonceng seorang pria.


"Tidak bisa di biarkan, enak saja ngambil jodoh orang." Syaka langsung tancap gas untuk mengikuti motor yang sudah melaju di depan nya.


Matanya tidak pernah luput dari wanita yang duduk di jok belakang, kesal bukan main Syaka terlihat marah saat melihat gadis yang di sukai nya bersama pria lain.


Mobil Syaka terus mengikuti motor di depan nya, sampai motor itu berhenti tepat di salah satu restoran, dan tanpa pinggir panjang Syaka langsung ikut memarkirkan mobilnya di parkiran restoran itu.


Syaka masuk ke dalam restoran, dengan sengaja dia mengambil meja yang agak dekat dengan meja yang di pilih Ayuna.


Iya, gadis itu adalah Ayuna Nafisa putri pertama dari Tante Hana dan Om Gibran, mantan kekasih Syaka.


"Sial! kenapa mereka pegangan tangan sih! itu si Radit pasti kesenangan bisa pegangan gitu, dasar Radit awas saja kalau mereka melakukan hal lebih!" gumam Syaka matanya terus melihat ke arah meja yang di tempati Ayuna dan Radit.


"Apaan! tadi pegangan tangan sekarang dia pegang rambut Ayuna! nggak nggak bisa harus di basmi tuh bocah!" Syaka bangkit dari tempat duduk nya.


Dengan langkah yang besar Syaka langsung mengebrak meja, dan menarik kerah baju Radit.


Gadis itu bernama Ayuna itu langsung melotot melihat kedatangan Syaka, mantan kekasihnya yang memutuskan nya dengan sepihak saat masih SMP dulu.

__ADS_1


"Ngapain kamu pegang-pegang tangan sama rambut Ayuna hah!" teriak Syaka sambil menatap tajam pria yang usianya lebih muda dari nya itu.


"Memang nya kenapa?" tanya Radit dingin.


"Aku aduin ke Om Gibran, kalian berani mengumbar kemesraan ya." ancam Syaka tidak mau kalah.


"Syaka lepasin nggak!" kesal Ayuna.


Tidak paham dengan pemikiran pria itu, dengan santai Ayuna memengang tangan Radit, lalu melirik Syaka dengan dingin.


"Kamu kalau mau cari musuh sana di luar, ini tempat makan bukan tempat ribut! udah tua tapi kok kaya anak kecil sih!" sinis Ayuna sambil menyipitkan matanya ke arah Syaka.


Syaka kaget dengan Ayuna, kemana Ayuna manis nya.


"Nanti kita main di taman, aku mau es krim yang rasa vanila ya."


"Syaka ganteng, nanti ajarin aku matematika ya."


Tapi sekarang? Syaka tersenyum kecut, dia melihat Ayuna yang membuang wajahnya itu, kesal dengan sikap Ayuna yang berbeda Syaka memilih pergi dari tempat itu.


"Lihat saja nanti, kamu akan nangis Bombay minta balikan sama aku Yuna, karena kamu jodoh aku." batin Syaka.


Ayuna yang melihat kepergian Syaka hanya bisa mengelus dada nya pelan, lalu matanya melirik Radit yang terlihat kesal itu.



Syaka Putra Chris


Apalagi jika mengingat masa lalu nya, dia merasa bodoh saat mencintai seorang Syaka yang aneh, dan bukan hanya itu saja Ayuna juga masih menyimpan kesal karena Syaka memutuskan nya karena alasan aneh.


"Yuna ayo makan." ucap Radit.


"Nggak na*su Dit, kita beli bakso aja yuk." ucap Ayuna menyambar tas ranselnya lalu berjalan begitu saja meninggalkan Radit yang masih duduk.


Di tempat lain, Syaka sudah sampai di perusahaan nya dengan wajah kesal nya, Syaka juga bingung dengan dirinya sendiri yang bisa-bisa nya tidak bisa menjaga sikap saat di depan Ayuna.


Gadis itu benar-benar telah membuat nya resah, bayangkan saja seorang Syaka di buat resah dengan gadis 18 tahun? yang juga adalah cinta pertama nya saat SMA.



Ayuna Nafisa.


"Yuna makin cantik, seharusnya dulu aku nggak putusin gitu aja, huh!" Syaka mengacak rambut nya kesal.

__ADS_1


Tok..tok..tok..


"Masuk!"


"Tuan muda, di tunggu di ruangan meeting." ucap uncle Hadian.


"Astaga uncle aku sedang kesal." Syaka menghembuskan nafasnya kasar.


"Apa ada masalah?" tanya uncle Hadian.


Sudah lama bekerja untuk keluarga bang Bastian, tentu dia tau seperti apa Syaka apalagi kalau bukan masalah adik, atau asmara nya.


"Ayuna semakin cantik, itu membuat aku resah uncle." ucap Syaka sambil mengembungkan pipi nya.


Astaga..


Sudah dia duga, selama dua tahun ini dia tau jika Syaka memang banyak dekat dengan wanita, meski wanita-wanita itu tidak di pacari oleh si tuan muda nya itu.


Tapi ini adalah pertama kalinya uncle Hadian melihat Syaka yang kacau hanya karena satu gadis, dan dahsyat nya lagi gadis itu adalah anak nya bang Gibran dan Hana.


"Anda juga tampan tuan, kenapa tidak menembak nya saja." saran uncle Hadian.


"Kalau di tembak mati Uncle." balas Syaka.


"Bukan di tembak pistol, di tembak menjadi pacar saja." sahut uncle Hadian lagi.


Syaka menggelengkan kepalanya.


"Itu sulit uncle, aku pernah memutuskan nya dulu." balas Syaka lagi.


Membuat uncle Hadian penasaran dengan percintaan tuan muda nya itu.


"Memang nya apa alasan putus yang dulu?" tanya Uncle Hadian.


Syaka terdiam, dia membenarkan posisi duduknya, lalu menatap lurus ke arah uncle nya.


"Ingin fokus belajar."


!!


🌹


Selingan biar nggak monoton ya🤗

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2