Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Adit Feni #3


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Feni pergi ke club' dan sesampai di club' malam dia langsung bergabung dengan teman-teman nya, Feni merasa dengan ini dia akan melupakan semua kegundahan di hati nya.


Entah berapa banyak minuman yang Feni tuang ke gelas nya, dan dia minum dengan habis sampai membuat dia mabuk berat.


"Fen, astaga kau terlalu mabuk" ucap Nina, teman nya.


"Haha, EU.. tidak apa aku senang" sahut Feni sambil tersenyum.


Dan kembali minum membuat salah satu teman Feni geleng-geleng kepala.


Karena sudah jam 12 malam akhirnya Feni di antar pulang oleh salah satu teman Feni, mereka mengantarkan Feni sampai ke unit Feni.


Feni memencet bel, kepalanya sudah sangat pusing sehingga dia tidak bisa menahan nya lagi.


"Lama sekali" ucapnya yang sudah mabuk berat dan ingin muntah.


Feni kembali memencet bel, sampai akhirnya pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pria yang juga sedang mabuk di unit nya.


Melihat penampilan Feni pria itu langsung menarik tangan Feni yang dia anggap adalah wanita panggilan, dia adalah Adit pria yang menjadi tetangga Feni.


"Kau sangat lama, dan seperti nya kita sama-sama mabuk" ucap Adit sambil membuka pakaian nya.


"Kau siapa?" tanya Feni masih bisa bertanya.


"Aku yang menelpon mu, memanggil mu untuk memuaskan aku yang sedang menginginkan sentuhan" Adit menarik Feni agar tidur di ranjang.


Adit tanpa ragu membuka semua pakaian Feni, sampai akhirnya keduanya melakukan cinta satu malam nya dengan kondisi yang sama-sama mabuk.

__ADS_1


Pagi hari nya, Feni bangun dan dia di buat kaget karena melihat tubuh nya yang polos tanpa sehelai benang pun.


"Aaaaa !! Aditttt!" teriak Feni syok.


"Sttt.. Wilona kau sangat berisik" Adit menyahut dengan mata yang masih betah terpejam.


"Adittt ! apa yang kamu lakukan padaku!" teriak Feni lagi.


Dia benar-benar syok dengan apa yang terjadi di pagi ini, di mana Feni melihat tubuh nya yang penuh dengan tanda cinta Adit dan begitupun dengan Adit yang sama-sama tidak memakai sehelai benang pun.


Feni meraba bagian sensitif nya, dan dia kembali di buat syok dengan apa yang dia lihat, di mana dia sudah kehilangan selaput dara nya, Adit telah mengambil kehormatan yang dia jaga.


"Adit kamu gila! hiks kenapa kamu melakukan ini!" Feni mulai menangis dan hal itu membuat Adit bangun.


"Ada apa?" tanya Adit sambil melihat Feni dan seketika juga matanya membulat sempurna karena melihat Feni tetangga unit apartemen nya yang sedang menangis di samping nya.


Keduanya lama terdiam sampai akhirnya Adit mengeluarkan suaranya.


Feni terisak, dia benar-benar syok dengan kejadian yang dia alami saat ini di mana dia kehilangan kesucian nya sedangkan sebentar lagi dia akan menikah.


"Apa yang harus aku katakan pada William? dia tidak mungkin bisa menerima ku yang kotor ini. aku benar-benar sangat menjijikan" batin Feni sambil terisak.


Hari-hari berlalu tanpa terasa sudah dua bulan setelah kejadian itu, hubungan Willy dan Feni masih tetap sama keduanya masih LDR dan beberapa hari lagi Feni akan menikah.


"Semoga tidak positif" ucap Feni sambil mengigit bibir bawahnya.


Telat menstruasi dua bulan bukan hal biasa, Feni memang selalu telat datang bulan, tapi ini sudah dua bulan berlalu dan tentu Feni menjadi parno sendiri apalagi kejadian dua bulan yang lalu itu masih mengena di pikiran nya.


"Tidak mungkin!" tubuh Feni bergetar hebat saat melihat dua garis merah di tespec itu.


Feni terduduk lemas di lantai kamar mandi nya, air mata nya jatuh mengenai pipi nya. dia tidak bisa santai lagi sekarang, ini sudah melebihi batas dari kewarasan nya.

__ADS_1


Jika kehilangan kesucian Feni masih santai lalu apakabar dengan perut nya yang akan membesar? Feni tidak bisa setega itu membohongi Willy terus menerus, apalagi dia hamil anak pria lain.


"Maaf Will, maaf" ucap Feni sambil terisak.


Tepat di hari pernikahan nya, Feni memilih kabur, dia memilih bersembunyi di kosan dan setelah satu bulan berlalu Feni menemui Adit dan meminta Adit menikahinya.


"Aku akan menikahi mu, tapi jangan harap ada cinta di antara kita"


"Tidak masalah, asalkan anak ku memiliki ayah"


"Apa kau yakin anak yang ada di dalam perut mu itu anak ku?"


"Kau bisa tes DNA nanti"


Dan keduanya menikah tanpa cinta, Feni dan Adit menjalani rumah tangga nya seperti biasnya sepasang suami istri.


Keduanya saling memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk untuk masalah ranjang karena itu sudah menjadi bagian dari kehidupan rumah tangga.


Sampai tiba waktu nya di mana keduanya merasa bosan, lelah dan ego yang sama-sama besar, dua anak menjadi bahan pertimbangan keduanya yang terus merencanakan perceraian.


Flashback Off.


"Aku akan mulai mencintaimu" kata Adit sambil memeluk pinggang istrinya.


Feni sedikit kaget dengan ucapan suaminya, tidak ada angin tidak ada hujan Adit mengatakan kata tabu yang belum pernah dia dengar.


"Bisakah kita saling mencintai, bukan demi anak-anak kita tapi demi hubungan yang sudah bertahan selama lima tahun ini" ucap Adit lagi.


"Apapun itu, aku setuju karena sebenarnya aku juga tidak menginginkan perceraian" sahut Feni lalu memejamkan mata nya karena merasakan sentuhan dari suaminya.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2