
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Awwww !!
"Sakit! pelan-pelan"
"Aduh, bisa pelan nggak sih sakit!"
Rayden yang melihat Syakira kesakitan merasa kasihan.
"Bu pelan-pelan, pacar saya kesakitan! ibu sengaja ya mau bikin pacar saya nangis!" Rayden menatap sinis ibu tukang pijat itu.
"Maaf tuan memang seperti ini, dan ini kaki nya si non emang kekilir nya cukup serius." jelas si ibu menjelaskan.
"Aduh!" Syakira yang duduk tidak tahan.
Rayden yang melihat itu berinisiatif untuk duduk di dekat sang kekasih, lalu menarik Syakira ke pelukan nya.
Syakira memeluk Rayden, bahkan tanpa sadar gadis itu mencubit perut Rayden yang membuat Rayden meringis sakit berulang kali.
"Tahan, sayang." kata Rayden sambil mengusap punggung Syakira.
"Bu pelankan, pacar saya kesakitan ini" cerewet Rayden lagi.
Yang membuat Syakira gemas dan kembali mencubit pinggang Rayden, dan sekali terdengar ringisan pelan Rayden yang membuat Syakira merasa terwakili.
Rico yang duduk di sopa sebrang hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah pasangan bucin itu, keduanya benar-benar memiliki pribadi yang berbeda tapi entah kenapa terlihat sangat cocok.
Untuk pria dingin dan kaku seperti Rayden memang harus memiliki teman hidup seperti Syakira, yang ceria dan hidup nya selalu di ajak santai.
"Sayang aku mau es krim, sama bakso ya." pinta Syakira yang masih bersembunyi di pelukan Rayden, sedangkan kaki nya masih di pijit oleh ibu tukang pijat.
"Boleh, mau berapa?" tanya Rayden.
"Terserah, tiga bungkus juga boleh kalau es krim nya mau dua yang rasa coklat sama vanilla." balas Syakira sambil meringis pelan.
Dasar wanita, katanya terserah tapi permintaan nya banyak.
Rayden melirik Rico, dan melihat kode itu Rico langsung paham dan memilih pergi untuk membelikan pesanan si calon nona muda nya, dari pada berlama-lama di ruangan itu dia hanya akan menjadi nyamuk saja.
Setelah selesai di pijat Syakira yang kaki nya masih sakit itu memilih memainkan ponselnya, Rayden yang duduk di samping nya membiarkan Syakira bersandar di dada nya.
"Tadi pria itu, ciri-ciri nya seperti apa?" tanya Rayden memulai obrolan nya.
"Kenapa emang?" tanya Syakira mendongkak kan wajahnya ke atas, melihat wajah kekasih nya.
"Nanya aja." balas Rayden gengsi mengakui kalau dia cemburu.
Syakira masih menatap wajah Rayden dengan bingung, sampai akhirnya dia memilih membenarkan posisi nya menjadi duduk.
"Cemburu ya?" tanya Syakira sambil cekikikan.
"Ngapain, aku lebih tampan dan kaya." balas Rayden acuh.
"Tapi dia juga ta__" ucap Syakira terhenti karena Rayden memperlihatkan wajah kesal nya.
Haha..
Gemasnya..
Syakira mencubit pipi Rayden dengan gemas, dan yang terakhir dia tersenyum.
"Jangan marah, hanya kamu yang ganteng." kata Syakira dengan nada menggoda nya.
__ADS_1
"Yakin?" tanya Rayden.
Dan Syakira mengangguk.
"Iya setelah kak Syaka sama Daddy." lanjut nya dengan wajah yang sangat polos.
Rayden mengembungkan pipi nya, entah kenapa dia cemburu meski dia kalah dengan calon kakak ipar dan calon mertua nya.
"Kamu GENDUTAN dong, kurus gini sakit tangan ku kena tulang terus!" ucap tanpa filter.
Membuat Rayden bungkam dan tidak bisa berkata-kata, Syakira memang gadis paling jujur sedunia yang dia kenal.
"Kalau aku GENDUTAN kamu suka?" tanya Rayden.
"Ya suka, ngapain nggak suka kan harus terima pasangan apa adanya, saling menutupi kekurangan nya kan itu tugas pasangan." balas Syakira bijak.
Membuat Rayden semakin gemas, dan berakhir kembali mengecup pipi Syakira lagi.
"Kamu tau kurus gini aku juga bisa bikin kamu ha_" ucap Rayden terhenti.
Kali ini buakn bibir Syakira lagi yang tidak terkontrol, tapi bibirnya yang tidak terkontrol dan hampir saja mengatakan kata-kata yang terlalu intim.
Syakira melirik Rayden, lalu tertawa.
"Hamil? kenapa nggak di lanjutin!"
Tuh kan!
"Jangan bilang begitu, nanti ada yang mendengar." kata Rayden menyimpan satu jari nya di depan bibir Syakira.
Tapi dengan tengil nya Syakira mengigit bibir Rayden, dan tersenyum santai.
"Kan emang kalau udah nikah langsung hamil, jangankan yang kurus, yang pendek aja bisa bikin anak." ucap Syakira lagi-lagi berbicara tanpa tau apa konsekuensinya.
Rayden menggelengkan kepalanya melihat Syakira yang polos tapi tau akan banyak hal, yang kecil? apa Syakira tau dengan maksud dari semua itu?.
"Yang kecil tubuh kan?" tanya Rayden.
"Emangnya apaan? ya kan emang banyak orang pendek yang punya anak banyak, artist di tv tv juga banyak kok." balas Syakira masih santai.
Huh..
"Memang lain dari yang lain, membuat aku sesak nafas dan tidak bisa berhenti untuk menginginkan nya." batin Rayden.
Tiba-tiba Rico datang membawa pesanan nya, Syakira yang melihat es krim memilih memakan es krim dulu.
"Mau?" tawar Syakira.
"Boleh?" tanya Rayden.
"Kan beli dua, coklat buat aku dan kamu vanila." balas Syakira.
Rayden kikuk, dia pikir satu berdua tapi ternyata tidak.
"Apa yang kau lihat?" tanya Rayden melihat Rico yang berdiri melihat nya.
"Bagian saya mana tuan?" Rico balik bertanya.
"Mau emang? aku pikir om-om nggak suka." celetuk Syakira santai.
Tidak melihat saja perubahan wajah Rico yang menahan kesal, tidak suka di sebut om-om karena dia masih stay di usia tiga puluh tahun.
"Sudahlah kau beli lagi saja, ini untuk mu." Rayden memberikan uang 200 ribu pada Rico.
Hufh..
__ADS_1
"Yang waras ngalah." batin Rico kesal.
"Waras kok jomblo!" batin Rayden mencibir.
"Apa harus saya bawa ke ruangan ini banyak nya wanita yang mengantri untuk berkencan dengan saya?" balas Rico.
"Kau pikir aku peduli, bawa saja ke apartemen mu kenapa aku harus pusing dengan percintaan mu. tidak penting!" sinis Rayden.
Setelah perdebatan batin itu Rico memilih keluar dari ruangan si tuan muda, membiarkan pasangan bucin itu untuk menikmati masa pacaran nya.
"Tadi ngapain diem-diem an terus saling lirik?" tanya Syakira aneh.
"Tidak apa, boleh aku mencoba rasa coklat?" Rayden malah balik meminta mencoba es krim milik Syakira.
Syakira terdiam, lalu tanpa berpikir panjang dia memberikan es krim nya, dan balik memakan es krim rasa vanila yang sudah di makan setengahnya oleh Rayden.
"Enak?" tanya Syakira.
"Enak soalnya bekas bibir kamu."
Hah?
"Tidak, maksud aku rasanya enak." lanjut Rayden gelagapan.
Tuh kan lagi-lagi bibirnya tidak bisa terkontrol bicaranya nya.
Setelah makan es krim kini giliran makan bakso, Syakira bahkan meminta OB untuk mengambilkan mangkuk besar untuk mukbang nya.
"Bikin Vidio yuk." ajak Syakira.
"Ngapain? alay." balas Rayden tidak suka memang jika hidupnya penuh dengan sensasi kamera.
Dan hal itu juga yang membuat nya memakai topeng agar kehidupan pribadinya tidak di ketahui banyak orang.
"Oh jadi nggak mau? ya udah aku pulang aja." ancam Syakira.
"Ya udah mau, tapi jangan di kirim ke akun sosial media." Rayden akhirnya mengalah meski dengan satu syarat.
Dan tentu saja Syakira menyanggupi nya, karena bukan hanya Rayden yang menutupi identitasnya nya sebagai CEO dari perusahaan X, tapi Syakira pun yang sekarang anak dari pengusaha juga tidak membiarkan kehidupan pribadinya di ketahui orang lain.
Keduanya makan bersama, mukbang bakso level 10 yang pedasnya sangat nampol di mulut, bahkan Syakira lupa jika dia sedang menstruasi dan tentunya makan pedas akan membuat nya merasakan sakit.
"Kita balapan makan ya." kata Syakira.
"Kamu aja, aku kenyang lihat nya." balas Rayden selera makan nya hilang melihat kuah cabai yang merah itu.
"Cemen banget, bukan laki ya?" celetuk Syakira santai.
"Bukan gitu tapi aku_" ucap Rayden terhenti karena Syakira lagi-lagi menyuapi nya.
"Enak kan, di bilangin enak juga." Syakira dengan santainya makan bakso nya.
Rayden yang semula menolak jadi ikutan makan, sampai tiga bungkus yang harusnya untuk tiga orang itu di habiskan oleh keduanya.
"Astaga kenyang banget." gumam Rayden, ini kedua kalinya dia makan banyak bersama Syakira.
"Bagus, perut kering kamu GENDUTAN dikit ya, nanti kita adu buncit kalau udah Sah!" ucap Syakira sambil mengusap perut Rayden.
Adu buncit!
🌹
Habis ini nggak main-main lagi, serius mau nikah lah biar lebih gemoy status nya, jadi bukan buronan camer lagi😆
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1