Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Vira dan Rico


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Vira duduk di meja makan minimalis di apartemen Rico, mata nya melihat ke arah pria yang sedang memasak itu.


"Seksi banget sih calon suami aku" Vira tersenyum.


Rico mendengar nya, dia hanya tersenyum menanggapi ucapan calon istri kecilnya itu, dia akan memasakkan makan malam untuk keduanya dan setelah itu mengantarkan Vira pulang.


Melihat Rico yang memasak dengan lihai nya Vira gemas, dia tidak tahan dan langsung berjalan perlahan.


"Masak apa?" tanya Vira sambil memeluk pinggang Rico.


Karena Rico terlalu tinggi Vira jadi memeluk pinggang Rico yang seharusnya dia memeluk perut.


"Nasi goreng, aku belum mengisi kulkas" jelas Rico masih fokus memasak.


Vira mencium harum makanan yang di masak Rico, harum bawang membuat Vira memejamkan matanya dan tanpa sadar menciumi punggung Rico berulang kali.


"Nanti kalau kita nikah aku nggak bisa masak, ajarin ya" Vira masih betah memeluk Rico dari belakang.


"Iya." balas Rico singkat.


"Jangan iya aja, aku serius mau buatin makanan buat kamu" sahut Vira lagi.


Rico tidak membalas nya, dia melepaskan pelukan nya dan mulai memindahkan nasi goreng nya ke dua piring di dekat nya.


"Ayo makan." Rico membawa dua piring nasi goreng itu ke meja.


Vira mengambilkan dua gelas, dan saat akan menarik kursi Rico dengan cepat mendahului nya.


"Duduklah" ucap nya sambil tersenyum.


"Astaga sikap mu benar-benar manis sayang" Vira terkekeh kecil sebelum akhirnya dia duduk.


Keduanya duduk dan mulai makan dengan khitmat.


"Enak?" tanya Rico.

__ADS_1


Dan Vira mengangguk cepat.


"Sangat enak, aku suka" sahut nya sumringah.


Setelah selesai makan Rico mengantarkan Vira pulang, di perjalanan Vira tak hentinya mengajak calon suami kaku nya untuk mengobrol.


Keduanya mengobrol banyak yang isinya sangat penuh dengan keseharian Vira, aktivitas Vira di rumah dan di kampus, Rico mendengarkan sambil sesekali bertanya sampai akhirnya mobil berhenti tepat di halaman rumah keluarga Vira.


"Masih rindu padahal" kata Vira manja.


Tangan nya masih belum ikhlas melepaskan tangan Rico, padahal keduanya sudah menghabiskan waktu beberapa jam.


"Lima hari lagi kita bertemu" kata Rico melaksanakan tangan nya dan mematikan mesin mobil nya.


Vira cemberut, pernikahan nya memang tinggal menghitung hari tapi jelas Vira masih ingin bersama Rico.


"Kalau sudah nikah nanti kita mau apa?" tanya Vira dengan wajah santainya.


Yang jelas pertanyaan itu membuat wajah Rico menjadi Sedikit aneh, dan Vira melihat ekspresi wajah calon suaminya itu.


"Malam pertama kita di rumah atau di apartemen?" lanjut Vira tanpa filter.


"Vira" Rico mendeuhem saat Vira meraba dada nya.


"Apasih, aku kan cuman sentuh dada lagian kan yang itu juga udah pernah lihat dulu" sahut Vira masih santai dengan apa yang dia lakukan.


"Savira!" suara Rico meninggi.


Hufh..


"Nyeblin!" kesal Vira sambil melepaskan tangan nya dari dada Rico.


Rico dan Vira keluar dari mobil keduanya berjalan dengan Vira yang masih di belakang, dia berjalan dengan kaki yang di hentak-hentakkan.


Ting tong!


Ceklek..


"Dad" Vira tersenyum melihat Daddy nya.

__ADS_1


"Masuk" kata Dad Lian dingin.


"Daddy marah?" tanya Vira sambil memeluk Dad Lian.


"No, ayo masuk cuci muka cuci kaki dan gosok gigi" kata Dad Lian lagi.


Vira menggelengkan kepalanya, dia melirik Rico yang terdiam mematung di depan nya.


"Masuk yuk sayang" Vira menarik tangan Rico untuk masuk.


Tapi terhenti karena suara Dad Lian.


"Sudah malam, Savira masuk kamar!" suara Dad Lian naik satu oktaf.


Vira sadar akan wajah kesal Daddy nya, dia melirik Rico lalu menatap Daddy nya dengan wajah so imut.


"Daddy jangan galak-galak ya, kalau Daddy galak aku nggak mau kuliah lagi" ancam Vira, lalu masuk ke dalam rumah.


Meninggalkan Rico dan Dad Lian yang kini duduk di kursi yang ada di rumah.


"Maaf tadi Vira ke Apartemen, aku sudah melarang nya tapi Vira marah dan aku tidak bisa membuat nya marah, Om" jelas Rico jujur, dia tidak mau ada kesalahpahaman di antar calon mertuanya.


"Dia sangat mencintai mu, Vira masih labil dan dia mungkin baru mengenal cinta, dan ya dia jatuh cinta pada pria dewasa seperti mu itu adalah pilihan nya, aku harap kau tidak mengecewakan Putri ku" kata Dad Lian.


"Aku tidak akan pernah__" ucap Rico terhenti karena Dad Lian memotong pembicaraan nya.


"Aku bisa melihat mata mu yang memancarkan kebahagiaan, tapi meski begitu aku tetap akan melihat hubungan kalian dari kejauhan, jika kau sudah bosan jangan buat dia menangis, antarkan putri ku ke rumah ini karena aku tidak akan pernah ikhlas melihat setetes air mata mengalir di wajah putri ku!"


"Tidak akan pernah, Vira akan aku buat bahagia"


"Ya itu harus karena jika tidak kau habis di tangan ku!"


🌹


Mood aku jelek banget🤧


maaf kalo ceritanya jelek😓


jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2