
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Willy tak nyaman melihat Syakira yang semakin terlihat seksi, dia memberikan selamat untuk Syaka dan berfoto bersama Mommy Daddy Vira dan Rico, setelah itu dia memilih pulang karena dia harus ke perusahaan.
Dad Lian membiarkan Willy pulang lebih dulu, mereka paham akan Willy yang masih belum move on, sedangkan Vira dia nampak asyik makan bersama suaminya.
Setelah membicarakan ketakutan nya Rico tidak menuntut lagi, suaminya paham dengan keresahan nya maka dari itu Vira tak sungkan untuk memperlihatkan kemesraan nya karena sekarang cinta nya pada sang suami semakin bertambah.
"Makan sayang" kata Vira tak sungkan memperlihatkan perhatian nya.
"Makasih" Rico menerima suapan nya.
Mom Arr dan Dad Lian senang melihat Vira yang sudah berubah tidak manja lagi, Rico benar-benar sudah mengubah sikap buruk Vira yang manja menjadi lebih dewasa.
"Huh, kak Yuna benar-benar ngambil kak Syaka" Jenita menghembuskan nafas nya melihat Ayuna yang nampak terlihat mesra dengan Syaka.
Jenita masih menyimpan rasa untuk Syaka, meski sebenarnya Jenita juga tidak tau apa arti cinta tapi dia merasa kecewa saat melihat pria yang di sukai nya menikah dengan gadis lain.
"Baby sweetyety apa kau cemburu sayangku?" Papi Juan melihat wajah kesal Jenita.
"Ya, Papi tau kan aku suka bang Syaka" Jenita mengembungkan pipi nya.
"No, tidak ada pacaran" Mami Jenny memberikan suapan.
Rasanya dia ingin tertawa karena ini sangat lucu, dimana dulu dia yang ketikung gadis kecil saat menyukai Bos nya, dan sekarang Jenita menyukai pria yang jelas suka gadis lain, seperti Mami jenny yang menyukai Om Darrel sedangkan Om Darrrel sendiri dia menyukai Aunty Tara.
Pun dengan Papi Juan, dia menyukai Mom Fallen yang dulunya adalah teman nya, tapi di tikung oleh Dad Bastian yang lebih dulu menikahi Mom Fallen, mengingat itu rasanya dia ingin menertawakan kebodohan nya.
"Mami aku sudah 15 tahun" kata Jenita manyun.
"Tunggu 17 tahun, masih 15 itu terlalu dini" sahut Papi Juan.
Devan mendengar nya, dia hanya melirik Jenita dengan tatapan dingin dan Jenita sadar akan lirikan Devan.
"Apa kamu lihat-lihat" ketus Jenita.
__ADS_1
Jenita
Mereka satu meja yang membuat jarak Jenita dan Devan sangat dekat.
Alih-alih menjawab Devan malah sibuk dengan makanan nya, dan menyuapi adik kecil nya yaitu Cantika.
Dasar bocil sok dewasa, masih kecil udah nyebelin sama kaya si Andika preman yang hobby nya palak teman. batin Jenita menatap tajam Devan.
Aunty Tara dan Om Darrel hanya tersenyum melihat Jenita, sikap Jenita yang galak tapi bar-bar adalah keterpaduan antara kedua orang tuanya, Mami Jenny yang galak dan Papi Juan yang tengil.
"Jangan marah-marah Jenita, nanti suka loh sama bang Devan" kata Aunty Tara sambil menyuapi Dafin sedangkan Baby Nuna dia titipkan pada pengasuh.
"Ogah Tidak !" sahut keduanya bersamaan tapi dengan pernyataan berbeda.
Devan
"Tuhkan barengan cie Abang" aunty Tara malah menggoda putra nya.
Dan seperti biasnya, Devan tidak menyahut dia malah asyik kembali menyuapi Cantika, sedangkan Jenita yang di suapi sang Papi dan Mami bergantian nampak kesal mood nya benar-benar turun drastis.
Syakira mendengar keributan di meja sebelah, tapi dia tidak terlalu memperdulikan karena kepalanya sedikit pusing, Syakila yang melihat itu menyuruh Syakira istirahat, tapi Syakira meminta pulang saja.
"Dad Mom aku nggak apa kan pulang duluan?" Syakira memijat pelipisnya yang terasa pusing.
Pernikahan mendadak ini membuat nya kaget, tapi juga senang saking senang nya Syakira bahkan tidak tidur setelah di telpon Mommy nya untuk pernikahan dadakan ini.
"Nggak apa sayang, pulang lah" kata Mom Fallen.
"Daddy juga akan pulang, kita ke rumah Daddy aja ya" kata Dad Bastian.
Mom Fallen menggelengkan kepalanya suaminya mulai memperlihatkan posesif nya lagi.
"Dad temani Mommy, jangan kemana-mana Syakira punya suami yang siap siaga, sudahlah jangan terlalu posesif" kata Mom Fallen yang membuat Syakira tersenyum mendengar nya pun dengan Rayden yang tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
"Bye Dad Mom, aku pulang" Syakira pamit.
"Hem, jaga Syakira dengan baik" kata Dad Bastian pada menantu nya.
"Siap Dad" sahut Rayden yang kini sudah bisa bersikap lebih nyaman dengan keluarga istrinya.
Syakira pulang, Syakila masih makan begitupun dengan Alex yang kini sedang di goda Toni untuk menjodohkan baby V dengan Ditta putri nya yang sekarang sudah berumur 1,5 tahun.
"Malam ini kamu akan habis sayang" bisik Syaka.
"Hem, aku menantikan nya" balas Ayuna juga berbisik.
"Bisakah kalian tidak Omes di sini, kalian tau Papa mu sudah jarang menyentuh Mama, alasan nya pasti sama yaitu seminggu tiga kali" Mama Hana yang mendengar bisik-bisik itu gatal tidak mengeluarkan suara nya.
"Bukan nya sebaliknya? kamu yang bilang tiga kali sehari" kata Papa Gibran tidak mengakuinya karena istri nya mengkambing hitamkan nya.
"Apasih sayang, masa iya aku seperti itu, padahal aku selalu yang paling semangat loh" Mama Hana masih tidak mau kalah.
Sampai akhirnya terdengar suara Andika..
"Mama dan Papa ngomongin apa sih, dari tadi tiga kali seminggu, itu apaan sih? bikin kepala aku pusing mikir aja" Andika yang sedang makan mengeluarkan suara nya.
Dan langsung membuat mereka tersenyum.
"Itu khusus untuk orang dewasa, kamu fokus aja deketin Jenita, lihat Jenita melihat ke arah mu terus" kata Syaka santai.
Andika melihat ke arah Jenita, dan dia tersenyum kecut melihat Jenita yang sebenarnya bukan melihat ke arah nya tapi ke arah kakak iparnya.
Andika
Dasar bocil, masih kecil udah mau jadi pelakor awas aja kalau sampai caper sama bang Syaka, aku intip rok nya baru tau rasa dia. batin Andika.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1