
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Kenapa di blok terus!! awas ya Ndut aku pulang kamu aku makan!"
Brukkk !!
Syakira melemparkan ponselnya ke sopa, kaget membaca pesan dari nomer tidak di kenal lagi.
Dengan gerakan ragu-ragu Syakira melihat ponselnya lagi, dan dia kembali melihat pesan lanjutan nya lagi.
"Kamu emang benar-benar mau aku makan ya, awas ya nanti aku pulang kamu habis sama aku."
Syakira melongo membaca pesan itu, dia terdiam sejenak berpikir siapa orang yang berani-berani nya ingin memakan nya itu.
Sampai Syakira membulatkan matanya, dia rasa dia kenal dan pria itu..
"Jangan bilang dia itu__" Syakira membungkam bibir nya dengan tangan nya.
Dretttt !!
Ponselnya bersuara, lagu yang sangat populer dan Syakira terapkan untuk nada panggilan.
"Halo!" ucap Syakira dengan nada malas, belum melihat ke layar ponselnya.
"Kenapa gelap?" suara seorang pria.
Sudah Syakira duga, dia adalah pria yang sama yang telah mencuri moge nya, siapa lagi kalau bukan si kampret Rayden.
"Oh, di sini mati lampu." jawab Syakira asal, padahal jelas-jelas Syakira menutupi kamera nya dengan baju nya tangan nya, dan kini dia sedang menatap pria di layar ponselnya.
"Kok bisa sih dia seputih ini, wajahnya kaya galak tapi kok kaya imut gitu, pengen cubit juga." batin Syakira merasa iri dengan kulit se putih susu yang di miliki Rayden.
Sadar akan pikiran nya yang aneh Syakira menggelengkan kepalanya, dia mengigit bibirnya bingung mengatakan apa lagi.
Dan jujur saja inilah adalah pertama kalinya dia vidio call bersama seorang pria, sebenarnya Syakira pernah tapi itu hanya kakak dan Daddy nya, bukan orang lain seperti Rayden.
"Aku tidak percaya, cepat buka tangan mu dan perlihatkan wajah mu." kata Rayden yang entah kenapa ingin melihat wajah Syakira.
Selama menjalankan bisnis nya di luar negri jujur saja dia sangat ingin pulang secepatnya, tapi apalah daya nya yang tidak bisa pulang karena pekerjaan nya sekarang memang tidak bisa di wakilkan.
Apalagi beberapa hari ini dia selalu di sibukkan dengan pekerjaan nya, susah untuk nya memiliki waktu untuk sekedar menelepon gadis yang menganggu pikiran nya itu, tapi untuk hari ini dia benar-benar tidak bisa menahan nya lagi.
Syakira yang tidak membalas pesan nya membuat dia gemas dan memilih menelpon gadis itu.
"Tidak mau." sahut Syakira menolak, mata nya masih melihat ke wajah Rayden yang terpampang di layar ponselnya.
"Ayolah, nanti aku kasih moge mu kembali." balas Rayden.
"Kau bohong, aku tidak akan tertipu." sewot Syakira.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak bohong, besok moge mu akan ada di halaman rumah mu, aku janji." lanjut Rayden.
"Tapi maaf, aku tidak percaya, kau maling." masih ketus.
"Hey, ayolah cepat buka aku ingin melihat nya." bujuk Rayden dengan wajah imut nya.
Ya ampun.. apaan sih dia, duh.. wajahnya kok so imut gitu sih!
Syakira di buat gemas dengan wajah Rayden, padahal saat bertemu dia tidak seniat ini menatap pria itu, bahkan terkesan ingin marah saja saat melihat wajah menyebalkan Rayden.
"Buka apa? melihat apa?" tanya Syakira pura-pura tidak paham.
Rayden mengembungkan pipi nya, kenapa sulit sekali untuk meluluhkan gadis berpipi Chabby itu.
"Syakira." panggil Rayden lagi.
"Ya, itu namaku." balas Syakira menyebalkan.
"Buka ya." pinta Rayden.
"Tidak mau." balas Syakira cepat.
Syakira tertawa cekikan saat melihat raut wajah Rayden yang sangat lucu itu, jika saja dia melihat nya secara langsung sudah pasti dia akan langsung tabok pipi nya.
Haha..
Ehk..
Kenapa sekarang malah Syakira yang tidak mau panggilan nya di matikan.
Sebenarnya dia kenapa sih? kenapa malah tidak ikhlas jika panggilan nya terhenti.
"Ya sudah, tapi lima detik aja ya." akhirnya Syakira memilih melepaskan jari yang menutupi kamera nya.
Dan saat juga Rayden bisa melihat wajah Syakira yang sangat cerah dan tatapan nya jatuh pada bibir seksi Syakira yang sangat menggoda itu.
"Mata nya benar-benar indah, sungguh ciptaan Tuhan yang sangat sempurna." batin Rayden.
Tanpa sadar keduanya sama-sama saling memuji, sampai akhirnya tiba-tiba ponsel Syakira mati.
AAAAAA
"Kok mati sih, kenapa harus habis batre nya coba." kesal Syakira.
Syakira berlari ke dekat nakas berniat mengecas ponselnya, dan setalah melakukan itu dia terduduk di tempat tidur nya.
"Heh Ndut, kamu kenapa? pliss jangan suka lagi, nanti kamu kecewa." Syakira menepuk pipi nya berkali-kali.
Menyadarkan dirinya, agar tidak terbuai dengan sikap seorang pria, apalagi dia adalah pria seperti Rayden yang terang-terangan sudah mengajak nya perang dengan mencuri motor nya.
__ADS_1
Pengalaman nya dalam menyukai seorang pria membuat Syakira menjadi sulit percaya akan cinta lagi, dia tidak mau mencintai cukup selama 17 tahun dia bodoh menyukai seorang pria, tidak untuk Syakira yang sekarang yang sudah dua puluh tahun.
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di kamar apartemen Rayden. pria itu nampak sedang duduk di bangku yang ada di gazebo luar apartemen nya.
Dengan di temani coffe, dia duduk sambil melihat siang hari di London yang tidak terlalu panas.
"Kenapa dia selalu ceroboh seperti itu?, kalau sudah begini jangan salahkan aku untuk terus melanjutkan perasaan ku, Ndut." ucap Rayden sambil meminum coffe nya.
Flashback
Sesaat sebelum menelepon.
Rayden baru pulang meeting bersama klyen penting nya, dan pulang nya dia sangat kesal karena saat di perjalanan nya dia melihat seorang yang dia kenali.
"Anda tidak apa tuan?" tanya Rico.
"Menurut mu?" singkat padat dan jelas, tapi sangat terasa mencengkeram.
"Mungkin anda harus bertemu dengan nona Syakira tuan." balas Rico lagi.
"Dia hanya akan membuat kepalaku sakit." kata Rayden dingin.
Masih kesal dia karena selama seminggu ini selalu ganti-ganti nomor baru, dan itu semua karena Syakira yang terus memblokir nomor nya.
Rico menggelengkan kepalanya, bagaimana tidak di blokir, tuan nya hanya mengirim dua huruf saja Hi bahkan dia pun jika mendapatkan pesan membosankan seperti itu pasti langsung dia blokir.
"Ini nomer baru tuan, mungkin anda ingin mencoba menelpon nona Syakira kembali." tau akan sikap tuan muda nya yang gengsian Rico memilih keluar dari kamar si tuan muda.
Dan memilih untuk tidur ke kamar nya karena nanti malam dia masih memiliki tugas yaitu mengantar si tuan muda ke acara penting.
Rayden melirik ponselnya, ragu-ragu dia mengetik, dan mengirimkan pesan. Hanya saja pesan kali ini dia tidak menyapa lagi, tapi lebih ke protes karena nomer nya selalu di blokir.
Satu pesan terkirim, dua pesan terkirim, sampai akhirnya tangan nya malah memencet tombol panggilan vidio call.
"Jangan geer, ini hanya kepeleset." gumam nya, tapi jelas dia masih menunggu panggilan nya di angkat.
Sampai akhirnya dia melihat layar ponselnya gelap, panggilan nya di angkat oleh si Ndut, dan sekarang? dia bingung harus berekspresi seperti apa.
"Apa aku tampan?" batin nya tidak pede dengan penampilan nya.
Flashback off.
Setelah Vidio call tadi Rayden benar-benar merasa ingin pulang secepatnya, tapi meski begitu dia tetap harus menyelesaikan urusan nya dulu, karena kedatangan nya ke tempat ini adalah untuk bisnis nya.
Sekarang ini perusahaan nya sedang bekerjasama dengan salah satu perusahaan yang bisa membuatnya untung besar.
"Apa yang dia suka? apa dia suka pakaian? jam mahal? tas branded? sepatu?" gumam nya malah sibuk mencari tau apa yang Syakira sukai.
"Tapi bagaimana kalau dia geer, dia semakin jual mahal dan menjadi si galak lagi." Rayden kembali bergumam.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1