
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sepulang nya dari restoran, Rayden kembali mendapatkan wajah galak Dad Bastian.
pria paruh baya itu masih tidak terima karena Rayden telah berani mencium pipi Putri kesayangan nya.
Melihat Rayden yang dengan cepat mengecup pipi sang putri membuat dia merasa kecolongan, Rayden mencuri kecupan di pipi Syakira.
"Satu Minggu lagi, kau harus membawa keluarga mu ke rumah ku. atau jika tidak! tidak akan ada pendekatan lagi, Syakira tidak akan aku biarkan menikah dengan pria tidak memiliki keseriusan." tegas Dad Bastian.
"Tenang saja, aku akan membawa keluarga ku ke sini, kalau perlu malam ini." balas Rayden dengan santai.
Karena dia memang sudah siap menikah, dia tidak bisa menahan rasa gemas nya saat berdekatan dengan Syakira. Pipi nya.. bibirnya semuanya menjadi candu dan ingin ia lahap secepatnya.
Dad Bastian menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Rayden.
dia pikir pria itu akan membuat banyak alasan, tapi ternyata tidak.
"Tidak secepat itu, kau pikir aku akan membiarkan anak ku di pinang secepat itu, semuanya butuh persiapan!" sahut Dad Bastian bangkit dari tempat duduknya.
Dan ucapan nya itu jelas hanya alasan belaka.
Rayden melihat pria yang usianya jauh di atasnya itu, dia tau alasan pertama itu bukan karena Dad Bastian tidak setuju. Tapi karena Dad Bastian tidak mau kehilangan putri-putri nya dalam satu malam.
"Om, aku bersungguh-sungguh menyukai putri mu." Rayden memberanikan diri nya untuk berkata dengan lantang di depan Dad Bastian.
Melupakan gengsi, dia merasa harus seperti ini agar Dad Bastian yakin untuk merestuinya, dan mengijinkan nya menikahi Syakira.
Dad Bastian melihat Rayden dari atas sampai bawah.
"Tapi apa kau yakin Syakira menyukai mu?" tanya Dad Bastian sinis.
Dan dengan cepat Rayden mengangguk.
"Jika anak Om tidak menyukai ku tidak mungkin Syakira mau di ajak makan malam." lanjut Rayden lagi.
"Ck. percaya diri sekali kau anak muda, itu hanya kebetulan. Syakira menyukai makanan tentu saja dia akan mau di ajak makan malam "cibir Dad Bastian, tidak mau kalah.
"Tapi dia selalu happy saat bersama ku!" semakin percaya diri.
Mana ada begitu, yang ada Syakira selalu merasa kesal saat bersama Rayden.
Dan saat keduanya sedang saling berdebat datanglah Om Darrel yang keluar dari kamar dengan dada yang terbuka.
"Sudahlah Kak, biarkan putri mu menikah. kau ingin anakmu ada yang menjaga kan! ya sudah nikahkan saja agar mereka tidak membuat dosa." celetuk Om Darrel.
__ADS_1
Yang membuat Dad Bastian melotot tajam ke arah adik nya itu.
Om Darrel menelan ludah nya kasar saat melihat tatapan tajam itu, dia memilih jalan aman dengan berjalan pergi ke dapur.
"Dasar kak Babas, padahal bilang saja kalau dia tidak mau di tinggalkan gadis gemoy nya. gengsi ngaku!" batin Om Darrel.
Sedangkan Rayden dan Dad Bastian masih saling menukar pandangan tajam nya, keduanya sibuk dengan pikiran nya sendiri.
"Apa yang di tunggu lagi? aku sudah siap menjadi seorang suami. dan berjanji untuk mencintai anak mu, Om." batin Rayden.
"Kau pikir semuanya semudah itu! putri ku gadis spesial dan tidak semudah itu kau mendapatkan gadis gemoy ku!" batin Dad Bastian.
Rico dan Syaka saling pandang, kedua nya duduk di kursi yang ada di teras rumah, menunggu perdebatan antara calon mantu dan calon mertua itu selsai.
"Kau tau apa yang mereka pikirkan?" tanya Syaka.
"Entahlah, tapi sepertinya mereka perang batin." sahut Rico.
Keduanya melihat Dad Bastian dan Rayden yang saling menatap dengan wajah dingin itu, jika di lihat dari sisi sikap keduanya sama-sama memiliki sifat Arogant dan juga gengsian.
Setelah kepulangan Rayden, Dad Bastian yang tidak bisa tidur masuk ke kamar putri nya.
alih-alih melihat putrinya tidur Dad Bastian malah melihat putrinya yang sedang makan.
"Hi seksi nya Daddy." Dad Bastian masuk.
Syakira selalu senang saat di panggil seksi oleh sang Daddy.
"Kenapa belum tidur?" Dad Bastian ikut makan cemilan bersama sang putri.
Syakira melirik Daddy nya, wajah Daddy nya terlihat kacau, membuat Syakira mengusap pipi sang Daddy dengan lembut.
"Aku belum ngantuk Dad, soalnya pusing tadi makan daging kambing terlalu banyak." balas Syakira.
"Mana yang pusing? mau panggil dokter?" tangan Dad Bastian kini memijat kepala sang putri dengan lembut.
Syakira menggelengkan kepalanya, lalu memejamkan mata nya merasakan kenikmatan.
"Enak Dad, makasih." ucap Syakira tersenyum.
"Nanti lain kali jangan makan daging kambing terlalu banyak, jadi sakit kan." omel Daddy Bastian masih memijat kepala sang putri.
"Iya Daddy ku sayang, aku nggak akan makan daging kambing lagi, kapok soalnya." Syakira tersenyum ke arah Daddy nya.
Dan kembali menyuapkan cemilan ke mulut sang Daddy. keduanya makan bersama dan bercerita banyak di dalam kamar.
Syakira memang lebih dekat dengan Daddy nya.
__ADS_1
Sampai tanpa sadar Syakira tertidur di pelukan sang Daddy, dengan langkah pelan dan penuh kehati-hatian Dad Bastian merebahkan tubuh sang putri di tempat tidur.
Menarik selimut sampai menutupi leher, dan yang terakhir mengecup singkat kening sang putri.
"Bobo yang nyenyak sayang, maaf Daddy egois tapi Daddy nggak mau di tinggalin. Daddy masih ingin melihat senyum ceria kamu di pagi hari sayang." gumam Dad Bastian.
Dad Bastian keluar dari kamar putrinya, dan saat keluar dia langsung di kagetkan dengan keberadaan sang istri.
"Ngagetin, nanti kalau Syakira bangun gimana."
"Nggak akan bangun, ayo masuk kamar. dari tadi di tungguin aku pikir lagi main catur sama Syaka tau nya ngelonin anak bungsu."
Keduanya berjalan ke arah kamar bersama, sesampai nya di tempat tidur Mom Fallen langsung memeluk suaminya, mengecup pipi pria luar biasa yang sudah menjadi pendamping hidupnya itu.
"Sayang." panggil Dad Bastian.
"Jangan bilang sedih lagi, biarkan anak kita bahagia. aku menemani mu sampai tua, kita akan bersama selamanya." tegas Mom Fallen.
"Aku tau, tapi putri kita itu seperti penyemangat hidup. aku tidak bisa jauh-jauh dari putri kita." balas Dad Bastian lagi.
"Dulu saja kau bilang aku penyemangat hidup mu." Mom Fallen pura-pura merajuk.
"Sayang." Dad Bastian memeluk istrinya.
Mom Fallen tersenyum melihat suaminya yang terisak di pelukan nya.
"Sudah, jangan cengeng lagi. setalah anak-anak menikah aku mau tinggal di Swiss, kita menghabiskan masa tua kita berdua sambil menunggu cucu, mau?" tanya Mom Fallen yang langsung mendapatkan anggukan cepat dari Dad Bastian.
Sedangkan di tempat lain, Syakila dan Alex lagi-lagi gagal memulai malam pertama nya, jika tadi dia yang bersin-bersin maka lain hal nya dengan sekarang yang mau tak mau di undur lagi karena gangguan telpon dari teman-teman Alex.
"Padahal aku sudah penasaran." gumam Syakila.
"Dan aku sudah ingin." balas Alex.
"Mereka memang tidak tau waktu." Syakila kesal.
"Dan kalau sekarang seperti nya bisa, tapi mungkin besok saat resepsi kita tidak akan terlihat segar." lanjut Alex.
Keduanya di ganggu dengan rasa penasaran, Syakila memeluk suaminya.
dia kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena mungkin memang belum saat nya dia merasakan nya.
"Nanti kalau malam pertama kita harus matiin ponsel." lanjut Alex.
"Setuju, dan menutup pintu." balas Syakila.
Dan pada akhirnya keduanya tertidur dengan saling berpelukan, yang terpenting adalah mereka sudah Sah, dam itu sudah cukup.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏