
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi hari di rumah Rayden, pria yang baru keluar kamar itu berjalan ke arah ruangan berlatih yang ada di ruangan khusus nya, di rumah nya kini sangat sepi, tidak ada Feni ataupun ibu Desi, Tante dan sepupunya itu kini tinggal di tempat berbeda.
Apa yang terjadi pada Minggu kemarin benar-benar membuat dia marah, baik Feni yang teledor tidak membawa ponselnya saat berbelanja, ataupun ibu Desi yang masih bisa diam padahal sudah tau rencana busuk Pak Darwin.
Rayden memutuskan untuk memindahkan Feni dan ibu Desi ke salah satu Apartemen nya, meski tidak satu rumah lagi Rayden sudah berjanji untuk membayar semua tagihan pendidikan Feni sampai lulus, juga membiayai kehidupan tanteu nya sampai Feni lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan.
"Tuan anda baru bangun?" suara itu membuat Rayden yang baru sampai di ruangan berlatih itu menjadi melirik ke sumber suara.
"Tentu saja aku harus banyak berlatih agar tubuh ku semakin sehat." menjawab dengan nada dingin.
"Oh." singkat dan padat, Rico malah asyik mengangkat beban berat yang kini ada di tangan nya.
Rayden tidak mau kalah, pria itu mengambil sarung tangan tinju, dan tatapan nya langsung tertuju pada guling yang menggantung di depan nya.
Dalam bayangan nya guling itu adalah Pak Darwin, yang membuat emosi Rayden semakin naik dan berakhir meninju giling itu dengan cepat dan kasar.
"*Mati kau kampret sialan!"
"Memang nya kau siapa! hah seenaknya ingin merusak calon istriku*!"
Brugkkk !!
"Dasar pria tidak tau diri, aku menyesal telah menuruti keinginan Bunda untuk memelihara benalu seperti mu! dasar brengsek!"
Brugkkk !!
Suara tinjuan Rayden semakin terdengar serius, mmembuat Rico yang mendengar itu menghentikan angkat beban nya dan langsung mengambil air dingin.
Meleguk setengah dari air itu, lalu duduk dan melihat Rayden sang tuan muda yang terlihat sangat bersemangat sekali berlatih nya.
"Tidak biasanya anda seperti ini tuan, apa anda takut malam pertama anda tidak bisa tahan lama?" seketika otak polos Rico mulai penuh dengan kecurigaan.
Besok adalah hari pernikahan Rayden dan Syakira, dan yang Rico lihat Rayden selalu tidak bisa mengontrol dirinya saat bersama gadis itu. seperti beberapa hari yang lalu Rico harus menyaksikan ciuman panas tuan muda nya di ruang tamu mansion.
"Bawa kan aku minum." kata Rayden.
Rico melakukan nya, dia memberikan satu minuman dingin pada si tuan muda.
Rayden menerima nya dan langsung meminum habis minuman itu.
"Malam ini kau tidur di sini." kata Rayden tegas tidak mau penolakan.
"Maaf tuan, tapi sepertinya tidak bisa karena saya harus_" ucap Rico terhenti.
__ADS_1
"Aku tidak bertanya pada mu, dan tidak ada penolakan." kata Rayden lagi.
"Baiklah." tidak akan memang jika dia berdebat dengan Bos nya, Rico memilih mengalah.
Rayden tersenyum senang mendengar Rico menyetujui perintahnya, dan bertambah senang lagi saat tau jika siang ini dia akan makan siang bersama sang pujaan hati.
"Kau harus memilihkan pakaian yang keren untuk ku." kata Rayden.
"Baik."
"Pastikan mobil mewah ku bersih dan tidak ada debu sedikitpun yang berani menempel di mobil ku." lanjut Rayden lagi.
"Akan saya kerjakan, tuan."
Karena selesai dengan berlatih nya Rayden langsung memilih pergi ke kamar nya, mengambil handuk kecil lalu masuk ke kamar mandi.
Dan saat membuka pintu tiba-tiba bayangan Syakira berterbangan di kepalanya, di bathub yang tengah tersenyum, di shower yang tengah tertawa dan menari seolah minta di hampiri.
"Astaga aku benar-benar gila karena gadis kecil itu." Rayden mengusap wajah nya saat melihat beberapa ilusi yang di ciptakan oleh dirinya sendiri.
"Sayang kemarilah, sayang.."
Suara Syakira kembali berterbangan di telinga nya, membuat Rayden semakin bertambah rindu akan sosok gadis pujaan hatinya yang selalu memenuhi isi kepalanya.
"Sabar Ray, ini hanya satu hari besok kau akan mendapatkan nya seutuhnya, di kamar ini..gadis mu akan menemani nya siang atau malam, dan begitupun seterusnya.
Berjalan mendekati pintu lalu memutar klop pintu dengan pelan, dan..
"Aaaa !! "
Suara teriakan Syakira memenuhi telinga nya.
Sama hal nya dengan Syakira Rayden pun juga terkejut, dia bingung kenapa Syakira ada di rumah nya karena sebelumnya Syakira bilang dia ingin di jemput.
"Aaaaaa!"
Syakira masih berteriak lagi, bagiamana tidak histeris dia melihat Rayden yang sangat tampan dan seksi.
"Nggak sabar, Astaga seksi banget sih calon suami aku. hihi boleh nyolek nggak ya itu dada sama perutnya? ini baru pemandangan enak nggak kaya Minggu lalu liat aki-aki mau buka celana." batin Syakira menatap kagum ke arah pria tampan yang wajah dan rambut nya basah itu.
Melihat Syakira yang fokus pada tubuhnya Rayden tersenyum menyeringai, dengan senyuman nakal nya dia berjalan mendekati Syakira dan langsung menarik pinggang Syakira agar masuk ke dalam dekapan nya.
"Kau seksi." kata Syakira tanpa malu.
Syakira masih menatap Rayden, hingga tiba-tiba tangan Syakira terulur untuk menyentuh dada bidang itu, mengusap lalu mengadahkan pandangan nya ke atas untuk menatap Rayden.
__ADS_1
"Dan bibir mu membuat aku ingin memakan mu." balas Rayden.
Pandangan keduanya bertemu, Rayden yang melihat Syakira lagi-lagi dia tidak bisa mengontrol dirinya dan malah ingin mencium bibir seksi itu.
Ekhem !!
Suara batuk terdengar, tapi tentu tidak di hiraukan oleh kedua nya yang malah semakin mendekatkan wajahnya itu.
Ekhem !!
Keduanya perlahan memejamkan matanya, dan saat bibir itu akan beradu saat itulah telinga keduanya di jewer seseorang.
"Bagus! berani nya kau mau mencium putri ku di saat tubuhmu saja bahkan belum memakai pakaian!" Dad Bastian semakin menjewer telinga Rayden, tapi melepaskan jeweran di telinga Syakira karena tidak bisa menyakiti putri nya.
"Sayang kenapa tidak bilang kalau kesini bersama Daddy?" Rayden meringis saat jeweran di telinga nya bertambah menjadi dua.
"Maaf sayang, aku lupa habisnya kamu sih keluar pakai itu doang, padahal aku kan kesini mau ngajak makan siang." Syakira menjawab dengan santai.
Dad Bastian menambah keras jeweran itu, yang membuat Rayden meringis dan alih-alih kaget melihat itu Syakira malah melihat Rayden dengan tawa kecilnya.
Haha..Rayden terlihat seperti anak kecil yang sedang ketahuan mencuri uang di kantung daster ibu nya, dan di beri hukuman oleh Daddy nya.
"Dad! maaf aku tadi.." ucap Rayden terhenti karena Dad Bastian menyela ucapan nya.
"Diam kau! dasar mesum pakai baju mu sana! enak saja kau mau membuat mata putri ku ternodai!" Dad Bastian melepaskan jeweran nya, membuat Rayden yang kesakitan telinga nya itu mengusap telinga nya.
"Sayang pakai baju." kata Syakira.
"Iya." Rayden menghembuskan nafas nya kasar, seperti nya makan siang yang dia bayangkan akan menjadi berbeda, dimana ada orang ketiga di antara mereka, yaitu Dad Bastian.
Setelah Rayden pergi Dad Bastian langsung melirik Putri nya, mengusap lembut telinga putri nya yang sempat dia jewer tadi.
"Maafkan Daddy, pasti sakit ya?" Dad Bastian mengusap telinga sang putri lembut.
Tapi dengan santainya Syakira menggelengkan kepalanya.
"Justru aku senang Dad, aku nakal dan mendapatkan hukuman, biasanya kan Daddy menghukum ku dengan ciuman di wajah tapi sekarang, ada kemajuan Daddy menjewer telinga ku." Syakira menjawab dengan wajah santai nya.
"Kamu memang seperti Mommy mu." Dad Bastian mengacak rambut sang putri dengan gemas.
"Anak Daddy juga, kan buatnya berdua."
Kan buatnya berdua!
🌹
Nikah nya mau malam ini atau besok nih😆😅
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏