Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Cara jitu Syaka.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Syaka berjalan kemana kaki nya membawa nya, sampai dia melewati kamar yang tentu dia tau kamar itu di tempati siapa.


dengan iseng Syaka membuka pintu nya yang ternyata tidak di kunci.


"Kok kosong." gumam Syaka tidak melihat Ayuna.


Ya kamar ini adalah kamar yang di tempati Ayuna, tapi sepertinya Ayuna sedang keluar karena sekarang Ayuna tidak ada di kamar nya.


"Tapi gaun nya masih ada." Syaka tersenyum menyeringai melihat gaun berwarna biru tua itu.


Tangan nya iseng memegang gaun itu, lalu mencium harum aroma dari gaun cantik itu.


"Bau barang baru." gumam Syaka sambil memejamkan matanya.


Ceklek !


"Kamu!" Ayuna yang baru masuk ke kamar nya kaget melihat keberadaan Syaka.


"Iya aku, Mantan paling tampan pemilik hati kamu" Syaka menyimpan kembali gaun itu, dan berjalan mendekati Ayuna.


Ayuna ingin pergi keluar dari kamar nya, tapi tangan nya di tahan oleh Syaka, dan bukan hanya itu saja Syaka bahkan mengunci pintu kamar Ayuna.


"Aku bisa berteriak Syaka! cepat lepaskan." kesal Ayuna.


"Bisakah bersikap seperti biasa? aku bukan pencuri atau orang jahat, kenapa kau selalu menghindari ku." Syaka yang semula memengang tangan Ayuna kini menjadi memeluk Ayuna.


Dan tentu saja berada di situasi itu Ayuna sangat tidak nyaman, apalagi hembusan nafas Syaka benar-benar terasa jelas di leher nya, membuat Ayuna merinding dan geli secara bersamaan.


"Kau mau apa!" tanya Ayuna kaget saat dekapan itu semakin erat.


"Mau kamu." Syaka menatap Ayuna dalam.


Untuk beberapa detik keduanya saling bertatapan, sampai akhirnya Ayuna memilih memalingkan wajahnya ke samping dan menjauhkan tubuh Syaka dari tubuhnya.


"Sudah aku bilang jangan dekati aku lagi, kita selesai sejak lama." kata Ayuna tegas.


"Kenapa tidak boleh, aku masih mencintaimu dan kamu juga masih mencintai ku. kenapa tidak bersama saja." balas Syaka sambil berjalan mendekati Ayuna.


Ayuna mundur, dan saat Syaka semakin ingin mendekati nya saat itulah Ayuna berlari mendekati pintu.


Hap..

__ADS_1


Syaka langsung menarik Ayuna ke pelukan nya lagi, menggendong paksa Ayuna mendekati ranjang lalu membaringkan tubuh Ayuna di tempat tidur.


Ayuna tidak kaget dengan apa yang di lakukan Syaka, dulu juga mereka sempat melakukan nya jika saja Syakila dan Syakira tidak menelpon Syaka dan menggagalkan nya.


Syaka menatap Ayuna penuh gairah, jika tidak bisa di dapatkan dengan cara yang benar maka cara inilah satu-satunya cara agar Ayuna menjadi milik nya.


"Aku mencintaimu sangat mencintai." perlahan wajah Syaka menunduk dan mencium paksa Ayuna.


Hemphh..


Ayuna berontak! dia terus meninju dada Syaka yang membuat Syaka langsung menahan Ayuna dengan tangan dan kaki nya, Syaka benar-benar mengunci pergerakan Ayuna.


"Awwww !!"


Bibir Syaka berdarah, dan ciuman itu pun terlepas karena Ayuna mengigit bibir Syaka.


"Ayuna! aku mencintai." kata Syaka sambil ingin mencium Ayuna lagi, namun kepala Ayuna tidak mau diam.


"Syaka stop! aku tidak mencintai mu! aku membenci mu!" teriak Ayuna sambil menolak ciuman yang Syaka berikan.


Tapi Syaka tidak perduli dengan penuturan Ayuna, dia malah kembali berkata..


"Katakan sekali lagi? dan tatap mataku." kata Syaka sambil menatap Ayuna.


"Aku tidak menyukai bajingan seperti mu! enyahlah dari hadapan ku brengsek!" teriak Ayuna lagi, tanpa menatap mata Syaka.


Perlahan tangan Syaka melepaskan tangan Ayuna, lalu tangan nya terulur untuk mengusap pipi Ayuna lembut.


"Aku tidak perduli, aku mencintaimu dan itu berlaku dulu ataupun saat ini." Syaka masih kekeh dengan cinta nya.


Plakkkk !!


Ayuna menampar pipi Syaka.


"Kau gila!" kesal Ayuna.


"Ya aku gila karena kamu." balas Syaka masih bisa-bisa nya santai.


"Omes!"


"Ya, itu aku.. tapi bukan nya kamu juga suka di mesummin?"


Tiba-tiba..


Ting tong..

__ADS_1


Suara bel kamar itu membuat Ayuna kaget bukan main, Syaka yang mendengar itu malah asyik duduk di tepi ranjang, biar saja orang melihat mereka satu kamar toh dia yang akan untung karena ini mempermudah proses mengejar cinta Ayuna.


"Syaka plis!" Ayuna melihat ponselnya yang berdering, dan itu dari Papa nya.


"Aku bersungguh-sungguh untuk menikahi mu." kata Syaka tidak main-main.


"Syaka! di luar ada Pap kau tau jika Pap melihat mu maka acara ini akan hancur! Pap ku akan tidak akan membuat mu aman." kata Ayuna prustasi.


Huh..


Syaka berjalan mendekati Ayuna, lalu tanpa ijin pria itu mengambil kecupan singkat di bibir Ayuna.


Cup..


"Manis sama seperti dulu." kata Syaka sambil tersenyum, lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Melihat Syaka yang masuk ke kamar mandi saat itu lah Ayuna bisa bernafas lega, Ayuna mendekati pintu tapi sebelum membuka pintu nya dia membenarkan rok nya sedikit kusut, tak lupa rambutnya pun takalah dia rapihkan.


Ceklek..


"Ada apa Pap?" tanya Ayuna mencoba untuk biasa saja.


Meski jantungnya saat ini sedang berdegup dengan kencang karena takut ketahuan.


"Why? ada apa dengan riasan mu?" tanya Papa Gibran mengusap pipi sang putri.


Riasan sang putri lebih berbeda dari hasil riasan nya yang tadi.


"Ahk ini, haha pasti karena tadi aku melihat film Korea, hikss ceritanya sedih banget si cewe nya hampir di perko_" ucap Ayuna terhenti karena Papa Gibran langsung membersihkan air mata di sudut mata nya.


"Jangan menonton film yang aneh-aneh, ayo Mama sudah menunggu." kata Papa Gibran lagi.


Ayuna mengangguk, dia mengambil gaun nya dan melirik sebentar ke arah kamar mandi, lalu berjalan mendekati Papa Gibran dengan gaun dan ponsel yang ada di tangan nya.


Setelah mendengar suara pintu tertutup Syaka langsung keluar dari tempat persembunyian nya, dan melihat kamar yang sepi tidak ada Ayuna di kamar.


"Gagal lagi, padahal tinggal.." Syaka tidak melanjutkan ucapan nya, dia menghembuskan nafasnya kasar.


Katakan lah dia gila karena sangat memaksa, tapi bagiamana bisa Syaka membiarkan mantan cantik nya yang semakin menggoda iman itu? kecantikan yang di miliki Ayuna benar-benar membuat Syaka gila.


Tangan Syaka terulur untuk memegang bibir nya yang perih.


"Perasaan dulu Yuna sudah aku ajari ciuman kenapa masih suka mengigit sih, kan sakit." Syaka keluar dari kamar Ayuna dengan bibir yang sedikit bengkak.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2