
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Sayang putra mu sudah gila"
"Hey bukan putra ku saja tapi dia juga putra mu!"
Hufh..
Dad Bastian menghembuskan nafas nya kasar, dia mendudukkan bokong nya di sopa dan duduk di dekat sang istri.
"Ada apa?" tanya Mom Fallen melihat wajah kesal suaminya.
"Syaka meminta di belikan cincin" balas Dad Bastian.
"Untuk apa?" tanya Mom Fallen masih tidak paham.
"Melamar seorang gadis" sahut Dad Bastian lagi.
Apa!
Mom Fallen kaget, jika saja dia punya riwayat jantung sudah pasti dia akan jantungan saking terkejutnya.
Bagaimana tidak, tidak ada angin tidak ada hujan Syaka ingin melamar seorang gadis, bukan kah itu aneh?.
"Kapan?" tanya Mom Fallen kini wajahnya menjadi serius.
"Malam ini, katanya dia mau bawa kita ke rumah calon tunangannya." balas Dad Bastian lagi.
Mom Fallen menggelengkan kepalanya, sikap Syaka yang seenaknya itu mengingatkan nya dengan suaminya.
"Dia benar-benar mirip dengan mu" kata Mom Fallen sambil memijat pelipisnya yang terasa pening.
Dad Bastian hanya mangut-mangut, dia tau semu keburukan yang ada di diri Syaka adalah sepenuhnya menurun dari gen nya.
"Tapi setidaknya aku bangga karena Syaka tidak suka celap celup lubang salah" lanjut Mom Fallen.
__ADS_1
Yang membuat Dad Bastian mengembungkan pipi nya sebal, istrinya kembali mengingatkan nya akan kebodohan nya di masa lalu.
Karena mendadak Mom Fallen pun memesan cincin yang seukuran dengan nya, Syaka tidak memberitahu ukuran nya dan Mom Fallen hanya bisa menebak.
Siang yang panas ini sepasang suami istri itu harus di pusingkan dengan keinginan putra sulung nya, sebenarnya mereka mendukung Syaka apapun yang ingin Syaka lakukan, tapi mereka tidak menyangka jika semua nya harus serba dadakan.
"Sayang kamu pesan parsel buah dan makanan buat hantaran, aku akan menelpon Syakila dan Syakira." kata Dad Bastian.
"Iya, habis nelpon Syakira dan Syakila coba telpon Syaka, tanyain siapa nama calon nya dan minta foto nya biar barang hantaran nya nggak slaah." balas Mom Fallen yang terlihat sibuk dengan ponselnya.
Hufh..
Dad Bastian menghembuskan nafas nya kasar, sekali lagi Syaka selalu bisa membuatnya mereka terkejut dan penasaran di saat bersamaan.
"Halo Dad"
"Sayang lagi apa?"
Syakila di layar ponsel nampak memperlihatkan wajah nya dan wajah suaminya, keduanya sedang bersantai.
Dad Bastian menjelaskan panjang kali lebar akan niat mendadak Syaka, dan respon Syakila nampak senang meski dia tidak bisa ikut karena kehamilan nya sudah masuk ke detik-detik melahirkan.
"Maaf ya Dad, sebenarnya aku mau tapi kata dokter aku harus banyak istirahat karena persalinan nya tinggal 2 hari lagi" jelas Syakila.
"Tidak apa sayang, Daddy paham lagi pula Daddy hanya mengabari mu agar nantinya kamu tidak terkejut karena akan memiliki kakak ipar" sahut Dad Bastian.
Dan setelah itu panggilan terputus, dan setalah itu Dad Bastian menelpon Syakira, tapi aneh nya Syakira tidak kunjung mengangkat telpon nya membuat Dad Bastian menelpon ke nomer Rayden.
"Halo Dad?"
"Syakira mana? kenapa di telpon dua kali tidak di angkat?"
"Syakira sedang tidur siang Dad, ada apa tumben menelpon?"
"Oh kau terganggu?"
Dan terdengar suara helaan nafas Rayden.
__ADS_1
"Tidak sama sekali Dad, aku hanya bertanya"
Hufh..
Dad Bastian ingin melihat wajah putri nya tapi dia malah melihat wajah dingin menantu nya membuat Dad Bastian langsung menjelaskan ke inti nya.
Rayden mendengarkan dengan seksama, dan dia ikut senang dengan kabar baik dari Syaka, tapi sekali lagi Dad Bastian harus mendapatkan kabar jika putri nya yang satu nya lagi juga tidak bisa ikut karena Syakira harus banyak istirahat.
"Dengar baik-baik aku percaya pada mu, jaga putri ku jangan di gempur terus aku yakin Syakira kelelehan seperti itu karena kamu terus menggempur nya" kata Dad Bastian.
"Dia istri ku Dad, kalau bukan Syakira aku harus melampiaskan hasr*t ku pada siapa lagi?" Rayden malah menjawab dengan santai.
Yang membuat Dad Bastian tidak bisa berkata-kata karena yang di ucapkan Rayden memang benar adanya, kalau bukan istri nya siapa lagi yang akan melayani has*t nya.
Tut!
Dad Bastian mematikan panggilan nya sepihak, lalu kembali menelpon Syaka tapi ya putra sulung nya itu tidak mengangkat telpon nya, Syaka tidak bisa di hubungi.
"Dasar bocah tengik, niat nggak sih mau lamaran" kesal Dad Bastian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sedangkan di tempat lain Syaka nampak sedang asyik menerima pijatan di wajah nya, malam ini adalah malam spesial untuk nya, dan Syaka akan pastikan jika Ayuna akan semakin terpesona dengan ketampanan nya.
"Baby tunggu pria tampan ini, malam ini kita akan meresmikan hubungan kita. aku akan meminta Papa mu untuk merestui hubungan kita." batin Syaka sambil tersenyum.
"Lain kali ajak-ajak teman nya ya mas ganteng, nanti eike kasih bonus deh buat mas ganteng"
"Ogah"
"Ihk mas ganteng somse bikin eike gemes deh pingin nyubit nih perut kotak-kotak"
"Apaan sih so akrab banget, kenal juga nggak!"
🌹
Di terima nggak ya😆
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1