Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Bermain perasaan


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Mom aku pulang dulu" kata Willy pamitan.


"Aku juga mau pulang Tante, Om" Feni ikutan pamitan.


Mom Arr melihat ke arah Willy dan Feni satu persatu.


"Hem, hati-hati di jalan nya. Mom tunggu kabar baik dari kalian" kata Mom Arr sambil tersenyum.


Willy dan Feni mencium punggung tangan Mom Arr dan Dad Lian, lalu berpamitan pada Rico dan Vira.


Mom Arr melihat ke arah Willy dan Feni dengan senyuman nya, dia senang karena akhirnya Willy bisa move on dari Syakira, dan sekarang putra nya menjalin kasih dengan adik sepupu Rayden.


Feni gadis baik, dan Mom Arr juga berharap jika Feni akan menjadi gadis pilihan terakhir putra nya, dia ingin keduanya cepat membawa hubungan nya kejenjang yang lebih serius.


"Mom mereka nggak cocok ya"celetuk Vira.


"Heh" Mom Arr menepuk pelan tangan sang putri. "Jangan bicara aneh-aneh, Kakak kamu udah move on support dong jangan gitu, kasihan emang kamu mau lihat kakak kamu sedih terus nunggu Syakira jadi janda?" Mom Arr merinding membayangkan ucapan putra nya di tahun lalu.


Terang-terangan Willy mengatakan rasa cinta nya pada Syakira bahkan berniat menunggu Rayden bosan dengan Syakira, dan itu benar-benar membuat harinya sakit karena sebegitu cinta nya Willy pada Syakira sehingga mau menunggu Syakira menjadi janda.


"Halah si kakak emang lebay Mom, kaya hidup di dunia kecil aja masa cinta cuman sama satu cewe doang, kaya aku dong nggak dapat bang Syaka ehk sekarang nikah sama suhu Rico sampai punya anak lagi" Vira berbicara tanpa filter.

__ADS_1


Dan tanpa melihat jika tatapan mata semuanya jatuh pada nya, siapa lagi kalau bukan Rico yang mendengar nama Syaka si narsis dalam sebutan istrinya.


Kenapa si narsis yang di sebut, bikin mood kesel aja. batin Rico.


Sedangkan di tempat lain nampak Willy yang baru menepikan mobilnya di besmen apartemen.


"Kamu tidak turun?" tanya Feni.


"Tidak, aku akan pulang Jenita sendiri di rumah" balas Willy.


"Oh, kalau gitu aku ke unit ku dulu, hati-hati di jalan nya" kata Feni.


Dan Willy menjawab dengan anggukan kecil, dia langsung pergi meninggalkan Feni yang masih berdiri di besmen apartemen.


"Oh Tuhan Feni kau pikir setelah masuk ke keluarga itu kau akan mendapatkan apa? cinta seorang William yang bermulut pedas? atau Rico yang sekarang sudah punya baby? kau mampu menyakiti seorang wanita yang sudah memiliki anak?" Feni mengusap wajah nya kasar setelah mengatakan keresahan nya.


Kelembutan nya, kedewasaan nya semua nya sangat sempurna di mata Feni, dia benar-benar tidak bisa berhenti menyukai pria yang sudah lama dia kenal itu, meski kini statusnya adalah kekasih dari William.


"Aku benci jika harus pura-pura seperti ini terus" kesal Feni.


Karena malas untuk pulang cepat Feni memilih pergi ke mall, dia akan mencoba merilekskan pikiran nya agar tidak selalu tertuju ada suami orang lain.


Dan di perjalanan pulang nya Willy melewati perusahaan Rayden, wajah nya tiba-tiba menjadi kesal. bibir nya memang bisa mengatakan jika dia move on tapi jauh dari lubuk hatinya Willy masih mencintai bahkan menunggu Syakira menjadi janda.


Willy tinggal di kota C dia sudah membangun perusahaan media di kota C, ya Willy akui perusahaan nya itu masih butuh proses untuk bisa sebesar Daddy nya tapi dengan pengalaman nya menjadi CEO di perusahaan Daddy nya Willy yakin dia bisa memiliki perusahaan nya sendiri.

__ADS_1


Untuk perusahaan Daddy nya Willy akan memberikan semua warisan Daddy nya pada Vira adiknya, Vira dan dirinya beda ibu tapi Willy sangat menyayangi Mom Arr dan karena rasa sayang nya itu Willy ingin satu-satunya adik nya itu mendapatkan semuanya, dia ingin Rico yang mengurus perusahaan Daddy nya.


"Kak Wil, kok nggak ada yang bilang sih kak Vira lahiran" saat sampai di fumah Willy sudah mendapatkan pertanyaan dari adik sepupunya.


"Kamu tadi pagi emang kemana?" tanya Willy duduk di sopa, di ikuti oleh Jenita.


"Hem, aku ngerjain tugas di rumah temen" sahut Jenita.


"Nginep?" tanya Willy.


"Iya, kan ngerjain nya sampai malam" lanjut Jenita.


Willy melihat Jenita lalu mengacak-acak rambut Jenita dengan gemas.


"Jangan buang waktu untuk hal yang tidak jelas, masa muda memang menyenangkan tapi harus ingat waktu, kau paham maksud kakak" kata Willy lalu berlalu pergi.


Jenita membenarkan rambutnya yang acak-acakan, matanya melihat ke arah kakak sepupunya yang sudah menjauh.


"Jangan-jangan kak Willy tau kalau aku dan Dika ke club', duh.. gimana kalau Om dan Tante tau, hiss ini gara-gara Dika" gumam Jenita gelisah.



Kemarin setelah sore Jenita pulang sekolah Dika mengajak Jenita pulang bersama, dan mereka menghabiskan waktu seharian nya untuk jalan-jalan sampai akhirnya Dika yang sedang ulang tahun ke 17 itu meminta di temani ke club'.


🌹

__ADS_1


Ada yang nanya kenapa di sini Willy belum nikah dan di sana udah, oke aku jelasin di sini ngikutin alur yang ada, dan alur nya nggak akan di cepetin sebelum Ayuna lahiran🤗


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2