Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Uncle Alex #2


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Tiba-tiba Syakila memeluk Uncle Alex..


"Jangan memeluk ku."


"Uncle.. hiks.. aku takut!"


Uncle Alex kaget saat Syakila memeluk nya, tubuhnya mematung tidak bisa melakukan apa-apa karena Syakila memeluk nya tiba-tiba.


"Daddy hiks.." Syakila terisak di pelukan Uncle Alex.


Lama Syakila memeluk Uncle Alex sampai akhirnya Syakila mendongkak kan wajahnya ke atas, dan betapa kagetnya dia saat melihat uncle Alex dengan jarak sedekat ini.


"Uncle!" Syakila melotot melihat uncle Alex.


"Kau sudah baikan?" tanya Uncle Alex.


"Ya, uncle." Syakila masih menatap wajah uncle Alex yang memang kini sangat dekat dengan nya.


Ragu-ragu Syakila kembali memeluk uncle Alex kembali terisak-isak lagi.


yang mana hal itu membuat uncle Alex langsung melepaskan pelukan nya dan mengusap air mata di wajah Syakila.


"Jangan menangis." kata uncle Alex.


"Tapi dia, hiks.." Syakila ketakutan.


Jika saja tidak ada uncle Alex, Syakila tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada nya, mungkin dia sudah.. Syakila tidak bisa membayangkan nya.


Dia membenci pria itu, pria bejat dan jahat.. jika Daddy nya tau mungkin sekarang Daddy nya akan mengamuk.


"Dia tidak melakukan apapun pada mu, tenanglah jangan takut lagi." lanjut uncle Alex lagi.


Syakila menatap uncle Alex lama, dia sedih hal memalukan itu harus di lihat oleh pria yang di sukai nya, dia jijik dengan dirinya yang tidak bisa melawan.


"Menjauh dari ku." Syakila menggeser posisi nya agar tidak dekat dengan uncle Alex.


Uncle Alex kaget melihat Syakila yang bersikap aneh, dia mencoba untuk menenangkan Syakila agar tidak bersikap seolah dia adalah orang jahat, tapi reaksi Syakila sangat berlebihan dan tidak tertebak.


"Jangan dekati aku! pergi! hiks.. " Syakila malah menangis sesegukan.


Di malu, dia sedih dengan apa yang terjadi hari ini.


"Hey, kau kenapa?" uncle Alex kebingungan dengan reaksi berlebihan Syakila.


"Uncle menjauh dariku! hiks Daddy!" Syakila malah melemparkan bantal sopa.


Uncle Alex melihat Syakila yang bersikap aneh itu, dia berjalan ke meja kerja nya dan menelpon asisten nya.


"Datang ke ruangan ku, Syakila mengamuk."


Dan Tut!


Panggilan nya terputus sepihak.


"Aku tidak mengamuk!" teriak Syakila tidak terima.


"Berteriak sama dengan mengamuk, itu sama saja." balas Uncle Alex.

__ADS_1


"Tapi aku tidak mengamuk! aku hanya sedih!" kata Syakila ketus.


"kau marah karena sikap kurang ajar fotografer tadi?" tanya Uncle Alex.


"Jangan bahas itu uncle, aku sedang sedih." kata Syakila berhenti menangis.


Uncle Alex berjalan mendekati Syakila, dia duduk di sopa yang sama dengan Syakila.


"Dia akan di penjarakan dan di pecat secara tidak terhormat, maafkan karyawan ku." kata uncle Alex sambil melihat Syakila.


"Itu tidak cukup, kaki ku sakit, aku ketakutan!" tegas Syakila.


"Apa salahnya memaafkan?" uncle Alex kembali bersuara.


"Tidak semudah itu, aku tertindas di sini." Syakila tidak bisa memaafkan sikap fotografer itu.


Tiba-tiba ceklek..


"Tuan." uncle Dani tiba-tiba masuk.


"Antar Syakila pulang, dia keponakan mu bukan?" Uncle Alex berbicara sambil berjalan ke meja kerjanya.


Ingin Syakila mengatakan jika dia juga keponakan uncle Alex, tapi dia tidak melakukan nya karena uncle Alex sedang hilang ingatan, tapi bukan itu alasannya, Syakila memang tidak pernah mengharapkan di anggap sebagai keponakan uncle Alex.


Dia ingin menjadi orang yang berharga di kehidupan uncle nya, bukan keponakan nya!.


Uncle Dani berjalan mendekati Syakila, ini pertama kali nya dia melihat Syakila yang kacau seperti ini, matanya bengkak dan riasan nya pun tidak seperti biasanya yang selalu perfect.


"Kau tidak apa Kila?" tanya Uncle Dani duduk di sopa dekat Syakila.


"Uncle, hik..kaki ku sakit." Syakila mengadu.


"Yang mana yang sakit?" uncle Dani dengan lembut memberikan tisue pada Syakila.


Dan melihat itu Uncle Alex kaget, seolah tidak terima dia berjalan mendekati Syakila dan ikut duduk di dekat Syakila.


"Dia tidak apa, aku akan menelpon dokter." kata Uncle Alex menyahut.


"Aku mau uncle Toni aja, Uncle Toni kan Dokter." Syakila menimpali.


"Oke, uncle telpon Uncle Toni dulu." uncle Dani bangkit, dan menelpon uncle Alex.


Kini di sopa hanya tertinggal uncle Alex dan Syakila, keduanya saling mendiamkan sampai akhirnya Syakila merasa sakit di kaki nya.


Awwww !!


Syakila meringis sakit, kaki nya yang di injak oleh Peri tadi kini sudah terasa sakit nya.


"Kenapa? apa yang sakit?" tanya Uncle Alex panik.


"Kaki ku, kaki ku sakit Uncle!" Syakila meringis sakit.


"Jangan menangis, Dokter akan menyembuhkan mu." kata uncle Alex tiba-tiba saja kata-kata itu keluar dari bibir nya.


"Uncle Toni dalam perjalanan." uncle Dani kembali duduk di sopa.


"Sakit uncle." Syakila kembali meringis.


"Mau di tiup?" tawar uncle Dani.


Syakila mengangguk, membuat uncle Toni menunduk ingin meniup kaki Syakila yang sakit itu, tapi uncle Alex yang melihat itu merasa tidak nyaman, sehingga dia langsung menarik kerah Jas uncle Dani.

__ADS_1


"Kau mau apa, sana kembali bekerja." kata uncle Alex dingin.


"Tapi, Syakila keponakan ku." tidak memakai embel-embel tuan lagi.


"Hey aku Bos mu." uncle Alex menatap tajam uncle Dani.


Membuat Uncle Dani menaikan sebelah alisnya, alih-alih tersinggung dia malah curiga jika teman nya itu tidak mau di ganggu dan ingin berduan saja.


"Baiklah, aku akan keluar tuan. (lalu melirik Syakila) jika perlu apa-apa panggil uncle Kila." uncle Dani mengalah.


Dan melihat itu Syakila hanya mengangguk kecil, kini keduanya tinggal berdua, Syakila yang masih malu-malu itu terdiam.


entah kenapa dia merasa canggung sekarang, padahal dulu dia sangat dekat bahkan tak jarang tidur di pelukan Uncle nya yang satu ini.


"Kau masih takut dengan ku?" tanya Uncle Alex.


"Tidak." sahut nya singkat.


"Lalu kenapa kau seperti menjaga jarak dengan ku, Dani bilang dulu kau dan aku adalah uncle dan keponakan yang dekat." uncle Alex berucap dengan nada bicaranya yang melemah.


Syakila melirik pria yang sama sekali tidak bisa di panggil tua itu, tidak seperti ketiga uncle nya yang lain nya yang sudah terlihat seperti Om-om, Uncle Alex terlihat menggemaskan dengan wajah dewasa nya.


"Aku sudah besar, tentu saja aku menjaga jarak." balas Syakila masuk akal.


"Bisakah membantu ku mengingat masa lalu ku?" uncle Alex kembali berbicara dengan nada lemah nya.


Membuat Syakila semakin bingung bersikap, apa harus biasa saja atau dia harus senang karena mungkin dia bisa memulai kenangan nya itu dari nol lagi.


"Uncle mau tau apa?" tanya Syakila.


Uncle Alex terdiam, di dalam mimpi nya dia selalu mengingat seorang gadis yang sangat cantik, mereka selalu bermain berlima dan menghabiskan waktu dengan tertawa.


Dia penasaran siapa sosok yang selalu masuk ke dalam mimpi nya itu, sosok yang seolah mendominasi nya untuk terus mengingatnya dan mencari nya.


"Uncle.." Syakila menepuk pipi Alex.


"Hey sakit!"


"Kenapa bengong, di tanya juga."


"Aku ingin tau sedekat apa kita dulu!"


Jlebb..


Syakila terdiam..



Uncle Dani



Uncle Alex 😍


🌹


Dan akan ada visual dua Uncle lain lagi😅


btw para uncle bukan bule ya🤗


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2