
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Siang nya setelah jam makan siang selesai Rayden mengajak Syakira ke mansion nya, ralat bukan mengajak tapi lebih tepatnya Syakira yang merengek meminta di ajak ke rumah nya.
Syakira tentu ingin tau dimana tempat tinggal calon suaminya, seperti apa aktivitas di rumah itu dan banyak hal lagi yang harus dia pelajari sebelum menjadi bagian dari keluarga itu.
"Sudah sampai." kata Rayden.
"Oh ini, lumayan bagus." Syakira turun dari mobil dan melihat mansion yang di tinggali Rayden.
Jika gadis lain mungkin akan berekspresi berlebihan melihat rumah mewah itu, tapi tidak dengan Syakira yang memang dari kecil sudah di perlihatkan banyak kemewahan.
"Nanti kita akan tinggal di sini." kata Rayden sambil merangkul pundak Syakira.
Syakira hanya manggut-manggut, tapi dalam hatinya dia menolak kemewahan Syakira ingin merasakan bagaimana rasanya hidup sederhana.
Rayden melirik Rico yang terlihat kesal itu.
"Kau kembali saja ke kantor, aku mungkin tidak akan kembali ke kantor lagi." kata Rayden.
Rico hanya mengangguk sebagai jawaban nya, lalu kembali mengendarai mobilnya meninggalkan area mansion.
"Mau masuk?" tanya Rayden.
Syakira langsung mengangguk cepat.
"Berdiri terus sakit kaki, ayo." Syakira memegang tangan Rayden.
Keduanya berjalan ke pintu utama, Syakira melihat sekeliling nya yang di penuhi taman bunga mawar hitam dan merah, bunga yang sangat langka bisa di tanam.
"Nanti minta bibit bunga ya, mau nanam yang mawar hitam juga." kata Syakira sambil berjalan.
"Iya nanti aku berikan yang banyak." balas Rayden.
Saat keduanya masuk ke dalam mansion itu, pertama-tama Syakira di buat takjub dengan deretan pelayan yang memakai pakaian seragam yang sama.
"Astaga ini seperti sekolahan suster, bukan mansion." batin Syakira melihat banyak nya pelayan wanita yang memakai seragam yang sama.
Dia tentu tau siapa Rayden, Syakira sendiri bingung kenapa bisa dia jatuh cinta pada pria kaya itu, entah ini adalah keberuntungan atau apa tapi sepertinya Syakira tidak akan pernah kekurangan seumur hidupnya.
"Terlalu banyak pelayan, pengeluaran sebulan nya berapa?" tanya Syakira berbisik.
Dengan santai Rayden berkata.
"Hanya 500 juta, dan itu sudah termasuk dengan kebutuhan dapur, taman, gajih semua yang bekerja di rumah, dan juga listrik." balas Rayden tanpa beban.
Syakira menggelengkan kepalanya, Daddy nya bahkan tidak sampai sebesar itu, apalagi Mom Fallen yang terkenal sangat rajin bahkan bibi pembantu nya pun hanya dua.
"Lalu pajak?" tanya Syakira lagi.
__ADS_1
"Untuk itu aku tidak tau karena semuanya sudah masuk ke dalam pembukuan perusahaan, dan aku terima bersihnya saja." balas Rayden.
Beberapa pelayan yang menundukkan wajahnya itu tentu tau siapa gadis bule yang bersanding dengan tuan muda nya itu, jauh sebelum Syakira di bawa ke mansion ini Rayden sudah memberikan peringatan untuk menghormati Syakira yang akan menjadi nona muda di keluarga Satria Prawira.
Kaki Syakira terus melangkah mengikuti naluri nya, sampai akhirnya keduanya sampai di ruangan yang di mana semua sisi ding-ding nya itu adalah kaca, dan pemandangan di depan nya itu adalah sebuah kolam berenang yang air nya benar-benar sangat jernih.
"Kau ingin sesuatu sayang?" tanya Rayden.
"Ya, aku mau jus jeruk dan cemilan." balas Syakira tidak jaim.
"Baiklah aku akan menyuruh pelayan ku untuk membuat kan." balas Rayden sambil mengambil ponsel nya, lalu mengirimkan pesan pada kepala pelayan di rumah nya.
"Sudah?" tanya Syakira.
Dan Rayden mengangguk, lalu dia melingkarkan tangannya di pinggang Syakira, posisi keduanya sekarang sedang duduk sambil melihat pemandangan kolam berenang.
Syakira mendongkak kan wajahnya ke atas, dan dia melihat Rayden juga menatap nya.
"Aku sangat mencintaimu." kata Rayden sambil tersenyum.
"Aku juga." balas Syakira tentunya dengan senyuman.
"Apa yang akan kita lakukan setelah ini?" lanjut Syakira bertanya.
"Kau mau apa?" tanya Rayden menaikan sebelah alisnya ke atas.
"Tidak tau, aku nanya." balas Syakira lagi.
Syakira terdiam, kamar? mendengar kalimat itu membuat nya merinding, tapi melihat wajah serius Rayden dia tidak bisa menolak dan mengangguk kecil.
Pelayan datang membawa jus yang di pesan dan beberapa cemilan, Syakira kaget melihat cemilan yang sering dia makan saat sedang kuliah.
"Waww! ini makanan kesukaan ku." Syakira tersenyum senang.
"Aku tau." balas Rayden.
"Beli nya kapan?" tanya Syakira penasaran mengingat cemilan itu hanya ada di Amerika.
"Aku punya teman, dan teman ku yang mengirimkan nya." balas Rayden semudah itu.
Syakira mengelengkan kepalanya mendengar penuturan Rayden, dia benar-benar memiliki calon suami sultan ternyata.
Keduanya makan, Syakira tak lupa menyuapi Rayden dengan canda tawa keduanya terlihat bahagia hanya untuk kebersamaan itu, membuat beberapa pelayan yang sedang menjalani rutinitas nya hampir jantungan semuanya.
Bagaimana tidak, Rayden si tuan muda yang terkenal dingin dan Arogant sekarang sedang tertawa? benar-benar hari yang spesial untuk mereka, tidak melihat wajah dingin nan ketus lagi si tuan muda.
Suara tawa itu membuat perhatian Ibu Desi dan Pak Darwin keluar dari kamar nya, pasangan yang tidak muda lagi itu terlihat saling memandang satu sama lain.
"Aku senang melihat Rayden terlihat bahagia." kata ibu Desi.
"Ya, tapi aku rasa gadis bule itu tidak cocok dengan Rayden." kata pak Darwin.
__ADS_1
"Apa maksud mu?" tanya ibu Desi.
"Maksud ku adalah seharusnya Feni yang menikah dengan Rayden, itu akan terlihat lebih bagus." jelas pak Darwin.
Membuat ibu Desi kaget.
"Kau ini sudah gila ya, Feni dan Rayden itu sepupuan." ibu Desi menggelengkan kepalanya.
"Sepupu? kau bahkan bukan adik kandung Almrhum istri ku, kalian sama-sama tinggal di panti dan besar bersama, tapi lihat Rayden? dia memiliki segalanya apa kau tidak mau kalau putri mu mendapatkan semua yang di miliki Rayden?" pak Darwin berkata dengan wajah yang serius.
Bu Desi tidak menjawab, wanita itu memilih pergi meninggalkan suami gila nya, dia bahkan tidak sampai setega itu pada keponakan nya itu, meski Rayden membencinya karena berkhianat tapi tetap saja bagi ibu Desi Rayden adalah keponakan yang sudah dia anggap seperti putra nya sendiri.
Pak Darwin menatap tajam ke arah Syakira dan Rayden.
"Dulu aku kehilangan Fallen, dan sekarang gadis bule itu juga akan merasakan kehilangan orang yang di cintai nya." gumam pak Darwin sambil tersenyum menyeringai.
Setelah bosan di ruangan itu seperti yang di katakan sebelumnya, Rayden mengajak Syakira ke kamar nya, dan betapa kagetnya Syakira melihat banyak nya foto yang terpajang di kamar calon suaminya itu.
"Astaga." Syakira menutup matanya melihat foto masa SMA nya yang sangat gendut itu.
"Itu yang paling cantik." kata Rayden.
"Mana ada, itu yang paling jelek." balas Syakira malu dengan berat badan nya yang waktu itu hampir 70 kg.
"Itu seksi." balas Rayden lagi.
"Ya, saking seksi nya lemak nya pun melebar ke mana-mana, pajang nya yang cantik-cantik dong." Syakira masih melihat beberapa foto lagi, dan kebanyakan dari foto-foto itu hampir semuanya tubuhnya besar.
Lain dengan foto Rayden yang tampan dari kecil, dan sampai besar pun tidak luntur ketampanan nya.
"Aku suka yang ini." Rayden menunjuk foto Syakira yang sedang tertidur.
Yang lagi-lagi membuat Syakira benar-benar tidak bisa berkata-kata, dan jangan di tanya Rayden punya foto-foto aib nya itu dari mana, tentu saja dari kakak bahlul nya.
"Ini yang lagi ngupil juga ada?" Syakira kembali tidak percaya.
Dan dengan santainya Rayden berkata.
"Itu yang paling mahal, dan yang paling normal." balas Rayden.
Syakira mengembungkan pipi nya, dia pikir Rayden akan memberikan hal yang romantis pada nya, tapi ternyata dia salah, Syakira harus menahan nafasnya melihat banyak nya foto-foto dirinya yang masih gendut dulu.
"Sayang lihat ini." panggil Rayden.
Syakira melihat nya, dan lagi-lagi dia sesak nafas melihat bantal dan guling yang ada gambar dirinya juga.
"Ini sih bukan cinta lagi, tapi bucin akut! jangan-jangan ada foto pas aku lagi mandi juga, lagi Pop atau lagi kentut." prustasi Syakira.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1