Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Pesona Syaka.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Kak Syaka liat kak Willy nggak?" tanya Vira.


"Nggak tau." balas Syaka singkat.


"Oh ya udah, Aku dari kak Willy dulu." Vira berjalan pelan dengan wajah kecewa nya.


Padahal pertanyaan itu jelas-jelas hanya embel-embel belaka, Vira tidak benar-benar menanyakan kakak nya. ngapain juga dia bertanya toh kakak nya sudah besar dan tau jalan pulang.


Tapi maksud dari dia bertanya adalah karena ingin akrab dengan Syaka, berharap Syaka mau menawari nya duduk bersamanya, di meja yang sama, tapi sepertinya itu hanya angan-angan nya saja karena kenyataan nya Syaka sangat cuek.


"Kapan sih dia peka kalau aku suka." kesal Vira sambil berjalan dengan wajah di tekuk nya.


Vira melangkahkan kaki nya mengelilingi gedung yang luas itu, tamu undangan yang banyak membuat Vira kesulitan mencari meja orang tuanya.


Hingga saat berjalan tak sengaja Vira melihat seseorang yang dia kenali, pria yang pernah membantunya di jalanan.


"Astaga kita bertemu lagi."


Rico yang mendengar suara itu melihat ke sumber suara, tangan nya terulur untuk membuka kaca mata nya.


"Waktu itu kita belum berkenalan bukan, kenalkan aku Vira." ucap Vira ramah.


Rico melihat gadis yang dua Minggu yang lalu pernah ia bantu itu, lalu memakai kembali kaca mata hitam nya hingga membuatnya semakin terlihat gagah.


Tapi tidak di mata Vira Syaka yang terkeren.


"Maaf nona, tapi saya sibuk." singkat dan padat.


Yang membuat Vira melongo, lagi-lagi dia di tolak huh..


"Emang ya nggak bule nggak lokal sama aja! semuanya nybelin!" kesal Vira.


Dan ucapan Vira masih bisa di dengar oleh Rico, pria itu melanjutkan pekerjaan lagi yaitu memastikan acara pernikahan si tuan muda berjalan dengan lancar.


"*M*engajak berkenalan pria asing? dia benar-benar gadis yang aneh." batin Rico.


"Kak Syaka lihat kak Vira nggak?" tanya seorang gadis.


Syaka melirik gadis itu, dia adalah Jenita anaknya Om Juan dan Tante Jenn yang usianya baru menginjak 15 tahun.


"Tadi nyari Willy katanya, kenapa emang harus di cariin segala." Syaka menjawab cepat.


"Oh gitu, ya udah deh aku nggak cariin ahk males." Jenita menarik kursi dan duduk di dekat Syaka.


"Makan yang banyak biar cepet gede." kata Syaka memberikan cake pada Jenita.


Jenita mengangguk, dan memakan cake yang di berikan oleh tangan Syaka.


"Kak Syaka kenapa sih nggak suka kak Vira, kan kak Vira cantik, baik dan nggak sombong lagi." sambil makan Jenita mulai menggosip.


Seperti perintah kakak sepupunya..

__ADS_1


"Nanti kalau lagi sama kak Syaka jangan lupa bilangin yang bagus-bagus tentang aku, upah nya gede loh. aku kasih kamu tiket BTS VIP."


Huh.. membayangkan hadiah itu membuat Jenita bersemangat, apalagi sebentar lagi akan ada konser BTS, dan otomatis dia akan bisa bertemu dengan idolanya.


Syaka melirik gadis kecil yang makan cake itu, melihat Jenita mengingatkan nya pada Syakira yang sangat menyukai cake.


"Bisa tidak membahas nya, bilangin aja sama Vira kalau orang cantik dan baik hati jodohnya pasti orang baik." Syaka tidak mau memberikan harapan kosong.


Ya dia tau akan perasaan Vira padanya, tapi seperti yang pernah dia katakan jika dia hanya menganggap Vira seperti adiknya sendiri, tidak lebih.


"Oke.." Jenita kembali mengambil cake nya.


Nyam..


"Gemesin banget sih." tangan Syaka terulur untuk mengusap pipi Jenita, lalu yang terakhir mengacak rambut Jenita gemas.


Deg..


Jenita yang masih remaja itu di buat terpesona dengan sikap Syaka, apalagi di usianya yang baru 15 tahun itu Jenita sedang masa-masa pubertas.



"Kak Syaka kalau di lihat dari dekat emang ganteng nya kebangetan sih, bule hot." batin Jenita.


Dan Syaka menyisir rambutnya di depan Jenita, membuat Syaka semakin terlihat tampan dan seksi.


"Kak Syaka mau ngapain?" tanya Jenita saat Syaka mendekatkan wajah nya ke arah Jenita.


Jantung Jenita berdegup dengan kencang, dan ini adalah pertama kalinya Jenita merasakan getaran aneh ini, bahkan tanpa sadar pipi nya sudah merona merah.


Awww !!


Ringis Syaka.


"Mau ngapain kamu yah! enak saja mau modusin Jenita! hadapi Papi nya dulu dasar bule tengil!" Om Juan menjewer Syaka dengan keras.


"Papi duh lepasin Pi, kasihan kak Syaka." Jenita ngeri sekaligus kasihan melihat Syaka yang di jewer oleh Papi nya.


"Iya Om, lagian aku tuh nggak ngapa-ngapain cuman mau bilang kalau di behel Jenita ada bekas cabe, itu doang sumpah." ucap Syaka sambil meringis.


Setelah mendengar penjelasan Syaka Om Juan langsung melihat nya, dan benar saja dia melihat bekas cabe yang ada di sela-sela behel yang di pakai di gigi putrinya.


"Bentar ya sayang, Papi cariin tusuk gigi dulu." Om Juan pergi untuk mencari tusuk gigi.


Meninggalkan Jenita yang harus menanggung malu karena bekas cabe itu.


Syaka melanjutkan langkah kaki nya, dia sengaja tidak duduk bersama orang tuanya, sama seperti Daddy nya dia juga sedih saat adik-adik nya sudah memulai rumah tangga, bukan sedih lebih tepatnya terharu.


Mata Syaka melihat ke arah area dansa, di sana terlihat jika Syakira da Syakila sedang berdansa bersama suami-suami nya, begitupun dengan Dad Bastian dan Mom Fallen yang nampak ikut berdansa.


"Kakak senang melihat kalian sudah bahagia, terimakasih karena tidak mengikuti jejak kakak yang nakal, kakak akui kakak bukan kakak perfect seperti yang kalian pikirkan, tapi kakak adalah kakak yang bahagia karena bisa mengantarkan adik-adik ke pelaminan tanpa pacaran." gumam Syaka, yang tanpa sadar air mata nya jatuh mengenai pipi nya.


Syaka akui dia benar-benar jauh dari kata baik, dia nakal dan suka hal-hal yang di larang oleh Mommy Daddy nya, entah kenapa susah rasanya untuk nya menghentikan kegilaan ini.


Tapi meskipun demikian, Syaka bukan penikmat celap celup seperti yang Daddy nya ceritakan, Syaka hanya bergairah pada satu wanita dan wanita itu adalah Ayuna, gadis pertama yang menjadi ciuman pertamanya.

__ADS_1


Menjadi kekasihnya, dan juga dia kotori kesucian nya dengan kenalan nya, Syaka akui dia memang berengsek dan pantas jika Ayuna sekarang sangat membencinya.


Tapi demi apapun Syaka hanya mencintai Ayuna, dan hanya Ayuna. bukan karena dia gadis pertama yang dia buat nakal, tapi juga karena Syaka berniat untuk menikahi gadis yang sudah dia rusak dengan sikap nakal nya.


"Kau butuh tisue?"


"Tentu." Syaka mengambil tisue dari Rico.


"Ini pertama kalinya aku melihat seorang Syaka menangis." lanjut Rico.


"Ck.. dan ini pertama kalinya aku melihat pria sibuk seperti mu, terlalu berambisi dalam pekerjaan itu tidak baik." balas Syaka.


"Terserah." Rico tiba-tiba tidak mood, padahal sebelum dia yang memulai obrolan.


"Kau harus memikirkan hidup, hidup lebih indah dari yang kau bayangkan." kata Syaka menepuk pundak Rico.


Tapi Rico tidak berniat menjawab, Pria itu memilih berjalan kembali ke pekerjaan awalnya lagi yaitu memastikan jika acaranya berjalan dengan lancar.


"Baru kali ini aku melihat kehidupan yang menyebalkan seperti dia, benar-benar pria malang." gumam Syaka sambil melangkah lagi.


Syaka berjalan mencari sosok yang ada di pikiran nya saat ini, yaitu Ayuna.


sampai matanya menangkap sosok yang sedang berdiri tak jauh dari tempat nya.


Ternyata Ayuna tidak memakai gaun biru nya, tapi dia ganti dengan gaun yang lebih cantik dan terlihat seperti putri.



"Pangeran mu datang." gumam Syaka sambil melangkah mendekati Ayuna.


"Sedang apa?" tanya Syaka saat melihat Ayuna yang berjongkok.



Ayuna mendongkak kan wajahnya ke atas, menatap wajah yang tengah menatapnya.


"Besok akan ke luar negri, dan aku harap kamu bisa melupakan segalanya tentang kita."


"Kau bercanda?"


"Tidak, maaf. aku tidak bisa di sini."


"Apa karena tadi?"


Ayuna menggelengkan kepalanya, lalu berdiri.


"Aku benar-benar tidak bisa, aku mohon lupakan aku." dan setelah mengatakan itu Ayuna pergi.


Meninggalkan Syaka yang tersenyum kecut.


"Aku tidak akan membiarkan mu pergi, jika kau pergi besok maka malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk kita."


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2