
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Motor yang di kendarai Syakira melaju dengan cepat ke tempat yang di kirimkan Rico, di jok belakang ada Syaka yang sedikit mengantuk dan memeluk pinggang sang adik.
"Jangan ngebut!" ulang Syaka yang kesekian kalinya.
Tapi Syakira tidak mendengarkan, gadis itu menambah laju kendaraan nya, membuat Syaka hanya bisa memegang erat-erat pinggang adik nya agar tidak jatuh.
Dalam pikiran Syakira dia takut keduanya saling membunuh, dan nanti nya yang pasti di salahkan adalah dirinya.
"Dasar kekanakan!" batin Syakira terus mengutuk sikap kekanakan kedua pria itu.
Motor yang di kendarai Syakira sampai di tempat tujuan, gadis itu memarkirkan motor nya lalu berlari ke gedung yang sering biasa di pakai untuk latihan bela diri itu.
"Kak Syaka tunggu di sini." kata Syakira.
"Iya, kamu jangan lama Daddy nanti bisa curiga kalau kita keluar nya lama." balas Syaka, dan Syakira hanya mengangguk.
"Tuan muda ada di dalam nona." kata Rico seolah paham dengan raut wajah Syakira.
Syakira menatap sinis Rico.
"Orang berantem ya di pisahkan bukan di tunggu, sinting emang nih orang!" kesal Syakira sambil memukul lengan Rico.
Dan tanpa berkata apa-apa lagi Syakira langsung masuk ke dalam.
meninggalkan Syaka dan Rico yang saling melirik.
"Apa lihat-lihat!" sinis Rico.
"Cih, kau harus hormat padaku, begini-begini aku calon Bos mu." sahut Syaka dengan wajah percaya dirinya.
"Masih calon!" dingin Rico.
"Kau ini memang ya!" Syaka tidak bisa berkata-kata, Rico sangat dingin dan pandai membuat lawan menjadi kalah bicara.
Sedangkan Syakira yang baru masuk dia melihat Willy dan Rayden yang sedang baju hantam, melihat itu entah kenapa membuat Syakira merasa bersalah.
Secara tidak langsung dia telah membuat anak orang celaka hanya karena perasaan, tapi jelas-jelas ini bukan salahnya tapi salah dua pria itu yang kekanakan.
"Tapi Rayden terlihat manis saat memukul bang Willy, tatapan nya yang tajam dan juga keringat yang bercucuran di wajah nya, itu sangat seksi." gumam Syakira malah cekikikan.
"Dan bang Willy terlihat gagah saat kemeja nya sobek seperti itu, tangan nya yang besar dan juga dada bidang nya semakin terlihat, astaga." Syakira berbicara sendiri.
Syakira terus melihat sisi dari dua pria itu, sampai akhirnya dia melihat Rayden yang terjatuh dengan kasar, kemudian di susul dengan Willy yang mengeluarkan darah dari hidung nya.
__ADS_1
Tidak! Syakira tidak bisa diam saja, dia tidak mau melihat seseorang terluka hanya karena dirinya.
"Apa yang kalian berdua lakukan!" teriak Syakira marah.
Willy dan Rayden kompak melihat ke sumber suara, dan keduanya kaget melihat Syakira yang datang ke tempat di mana keduanya sudah memulai perkelahian nya.
"Kenapa kau datang!" kompak keduanya kaget.
Syakira tidak menjawab, dia berjalan dengan langkah besar dan saat sampai di depan keduanya, Syakira langsung memberikan pukulan di perut ke dua pria itu.
Brugkkk !!
Brugkkk !!
"Ini yang kalian mau kan! ajak aku kalau mau di pukuli aku akan sangat senang bisa memukuli kalian berdua." Syakira semakin berapi-api.
"Kira, pulang lah" ucap Willy, tangan nya memegangi perutnya yang terasa sakit.
"Syakira kau pulang, Daddy mu bisa marah jika kau ketahuan keluar." kata Rayden, sama hal nya dengan Willy, pria itu juga memegangi perutnya yang terkena pukulan dari Syakira.
Tidak bisa di pungkiri jika pukulan yang di berikan Syakira sangatlah keras dan juga terasa sangat nyeri.
Dan jangan lupakan wajah nya yang sudah bonyok itu, keduanya sudah hampir setengah jam melakukan adu pukul nya, dan masih belum ada yang kalah di antara keduanya.
"Kenapa aku harus pulang! aku juga mau menonton anak-anak yang berkelahi, apa tidak boleh?" Syakira berkata sambil melirik kedua pria itu.
Baik Rayden ataupun Willy keduanya sama-sama tidak bersuara, dan melihat itu membuat Syakira tersenyum kecut karena tidak ada yang berani menjelaskan pada nya.
"Dasar sampah! kalian pikir aku akan menyukai kalian dengan sikap kekanakan itu? hah! tidak! dengar ini baik-baik, (melirik Willy) aku memang pernah menyukai mu tapi semua itu sudah berlalu, aku sudah tidak menyukai mu." Syakira menjeda ucapan nya.
Menarik nafas nya panjang, lalu kembali melirik Rayden.
"Dan kamu (menunjuk Rayden) aku tidak pernah bilang aku menyukai mu bukan? kenapa kau bersikap seolah aku adalah kekasih mu? milik mu!" lanjut Syakira dengan nada kecewa nya.
Rayden yang mendengar ucapan Syakira itu tersenyum kecut, tanpa basa-basi pria itu langsung pergi meninggalkan Syakira yang terdiam dengan wajah tidak bisa di artikan.
Dan untuk Willy? pria itu bukan hanya menahan sakit, tapi juga kecewa yang teramat. kembali merasakan patah hati untuk yang kesekian kalinya, pada akhirnya dia tidak mendapatkan Syakila ataupun Syakira.
"Terimakasih untuk kejujuran mu, maaf telah mengganggu mu." ucap Willy, lalu pergi meninggalkan Syakira lagi.
Kini tinggal Syakira sendirian yang bingung kenapa dia tinggalkan, gadis itu terdiam untuk beberapa saat sampai akhirnya Syakira merasakan rasa yang aneh.
"Habis marah-marah kok jadi lapar ya." gumam Syakira mengusap perut nya yang mulai terasa sakit.
Mata nya melihat sekeliling nya, tidak ada siapapun di sini dia sendirian dan hal itu membuat Syakira merinding.
"Kak Syaka hantu!" teriak Syakira sambil berlari ke arah pintu.
__ADS_1
Tapi baru beberapa langkah tiba-tiba lampu nya mati, dan tentu saja hal itu membuat Syakira semakin panik dia takut gelap.
"Daddy, tolong ! kak Syaka! tolong!" teriak Syakira sekencang mungkin.
Tidak ada yang menyahut, Syakira bahkan lupa tidak membawa ponselnya, dan sekarang Syakira lupa arah pintu apalagi di sekeliling nya itu adalah kaca, salah-salah dia bisa menubruk dan kejedot belum lagi dia harus menuruni tangga karena lift tidak akan berfungsi saat mati lampu.
Syakira mencoba untuk tidak panik, sebisa mungkin dia rileks dengan duduk dan memeluk kaki nya sendiri.
"Nyesel aku kesini, hikss kok jadi aku yang sial sih!" kesal Syakira mengoceh sendirian.
Sedangkan di luar Syaka baru melihat Rayden dan Willy yang berjalan ke arah nya, tapi dia bingung kenapa hanya kedua pria itu saja yang keluar, tapi tidak dengan adik nya.
"Mana Syakira?" tanya Syaka pada Willy dan Rayden.
Tapi kedua pria itu tidak menjawab, dan malah lurus masuk ke mobil masing-masing, yang membuat Syaka membulatkan matanya sempurna.
Tangan nya mengepal menahan kesal, dia melihat ke gedung itu dan saat melihat semua lampu nya mati Syaka tidak banyak bicara dia langsung berlari ke arah pintu utama.
"Lihat saja, jika Syakira kenapa-kenapa mereka orang pertama yang akan aku habisi!" Syaka.
"Tuan, apa nona Syakira masih di dalam?" tanya Rico mencoba untuk bertanya.
"Mungkin." menjawab singkat, terlihat jelas di wajahnya yang sangat kecewa.
"Seperti nya ada pematian lampu mendadak tuan, gedung nya gelap." lanjut Rico.
Rayden tidak perduli, pria itu malah memasang sabuk pengaman nya, tapi saat dia melihat ke arah gedung saat itulah Rayden mengatakan.
"Aku mematikan nya." ucapnya santai.
"Apa tuan tidak tau kalau nona Syakira takut gelap?" tanya Rico.
Dan saat itulah Rayden melotot, pria itu langsung melepaskan sabuk pengaman nya dan keluar dari mobilnya.
"Astaga, maafkan aku, maafkan aku." Rayden berlari menaiki tangga, tak lupa dia menyalakan lampu senter ponselnya.
"Syakira?" panggil Rayden.
Rayden berjalan menuju lantai dua, dan dia masuk ke ruangan yang tadi dia pakai untuk berkelahi.
"Astaga, kau kenapa?" Rayden kaget melihat Syakira yang duduk di lantai.
Syakira mendongkak kan wajahnya, dia melihat Rayden yang memegang ponsel.
"Aku takut, dan sekarang aku lapar!"
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏