Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Andika dan Jenita #10


__ADS_3

^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Acara di pernikahan selesai di jam satu siang, Andika dan Jenita memilih langsung pulang begitupun dengan keluarga nya.


Dalam perjalanan keduanya benar-benar di landa kecanggungan, bayangkan saja mereka saling mengenal dari kecil dan sekarang keduanya memiliki status yang halal.


"Janet" panggil Andika.


"Hem?" Jenita melirik suaminya.


"Aku akan bahagiakan kamu" kata Andika sambil memegang tangan istrinya.


"Hem aku selalu bahagia saat bersama mu" sahut Jenita sambil tersenyum.


"Ini kebahagiaan yang sesungguhnya" Andika mencium punggung tangan istrinya.


Jenita melirik suaminya, dia tersenyum dan mengecup pipi Andika lembut.


"Lakukan apapun itu, tapi lihat ke jalan karena aku ingin perjalanan kita selamat" kata Jenita sambil melepaskan pegangan tangan nya.


"Hem, baiklah" Andika kembali fokus berkendara lagi.


Dia tau Jenita masih memiliki sedikit trauma nya untuk perjalanan memakai mobil, Andika memahami itu dan dia berharap bisa sedikit-sedikit menjauhkan Jenita dari trauma berat nya.


Setelah berkendara kurang lebih 20 menit akhirnya mobil yang di tumpangi Andika dan Jenita sampai di halaman rumah, keduanya turun bersama dengan tangan yang berpegangan.


"Sekarang aku merasa ingin menangis" ucap Jenita yang kini malah menyender di bahu suaminya.



"Bentar tahan dulu, kita masuk dulu" balas Andika sambil membawa Jenita untuk melangkah masuk ke rumah nya.


Keduanya langsung berjalan ke arah kamar nya, dan sesampai nya di kamar Andika mengajak Jenita untuk berbaring di ranjang nya.

__ADS_1


"Sekarang boleh?" tanya Jenita menatap suaminya.



"Hem menangis lah jika menangis bisa membuat hatimu lebih nyaman, aku tau kamu menahan dari tadi" balas Andika paham.


Dan seolah mendapatkan ijin Jenita benar-benar langsung menangis begitu saja, air mata mulai membasahi wajah cantik nya, rasanya sangat sesak.


Jenita mencoba menahan emosi dan rasa sedihnya untuk ketidakberdayaan nya, dia masih selalu menangisi kepergian kedua orang tuanya meski kata ikhlas sudah terucap dari bibir nya.


Andika merangkup kedua pipi Jenita, posisi keduanya saling berhadapan yang membuat Andika bisa dengan jelas melihat air mata kesedihan itu.


"I love you" kata Andika sambil mengusap air mata Jenita.


"I love you too, I love you so much" balas Jenita dengan isak tangis nya.


"Sudah selesai?" tanya Andika.


"Belum" balas Jenita masih terisak-isak.


Jenita tidak menjawab, dia melihat Andika yang benar-benar memejamkan matanya dan hal itu membuat Jenita menghentikan tangis nya.


Mami Papi lihat, pria yang selalu membuat ku menangis di masa lalu dia menjadi sandaran ternyaman ku, dia teman hidup putri mu Pi Mi. batin Jenita sambil menatap wajah tampan suaminya.


Karena tidak mau menganggu Jenita pun memilih ikut tidur, dia memejamkan matanya dengan memeluk suami nya.


Jenita bersyukur karena dia menikahi Andika, pria yang selalu sabar dalam hal apapun termasuk sekarang ini Jenita tau Andika masih menahan nya.


Sore hari keduanya sama-sama terbangun, dan setelah mandi satu persatu keduanya memilih sibuk sendiri, Andika dengan ponselnya dan Jenita dengan laptop nya.


Keduanya belum mandi bersama karena baik Andika ataupun Jenita masih merasa aneh untuk melakukan nya, bahkan sekarang Andika nampak sedang mencari informasi reperensi gaya malam pertama.


Dan sama hal nya dengan Andika Jenita yang baru selesai membaca email dari asisten nya nampak sedang membaca artikel tentang malam pertama.


Apa harus kaya gitu, apa nggak malu. batin Jenita.

__ADS_1


"Janet" panggil Andika.


"Ya Dika" Jenita melirik suaminya.


Keduanya memang sedang duduk di tempat berbeda, Jenita duduk di ranjang dan Andika di sofa yang membuat tempat keduanya sedikit berjauhan.


Andika beranjak dari duduknya, dia berjalan mendekati Istrinya dan duduk di tepi ranjang dekat istrinya.


"Lihat ini" Andika memperlihatkan layar ponselnya pada Jenita.


Mata Jenita langsung mengarah ke ponsel Andika, dan seketika pipi nya memerah karena Andika juga melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan dirinya.


"Aku juga sedang membaca itu" ucap Jenita dengan pipi nya sudah bersemu merah karena malu.


"Bagaimana pendapat mu?" lanjut Jenita bertanya sambil menutup laptopnya, lalu menatap suaminya.


"Kita sama-sama tidak berpengalaman Janet" Andika mematikan ponselnya, dan menyimpan ponselnya di nakas.


"Kamu benar Dika, kita tidak berpengalaman" rasanya Jenita ingin menertawakan dirinya sendiri.


"Tapi Janet.." ucap Andika menggantung.


Jenita melirik suaminya dengan bingung, sampai akhirnya dia merasakan tangan Andika yang membelai wajah nya sampai berhenti di bibir nya.


"Dika" Jenita mengigit bibir bawah nya pelan.


"Tidak ada salah nya untuk memulai bukan?" tanya Andika.


Dan..


🌹


Nunggu buka aja deh🤣


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2