
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Pagi harinya, Syaka pulang pagi-pagi sekali karena harus kerja, apalagi mengingat dia sudah bolos tiga hari, meski pun dia menjadi CEO tapi Syaka punya tanggung jawab besar dalam amanah itu, dia tidak ingin mengecewakan Daddy nya.
Sedangkan Syakila dan Syakira kedua gadis itu masih mengeliat di kasur lipat, masih malas untuk bangun keduanya tidur kembali dengan memeluk bantal.
Uncle Alex yang sudah siap dengan stelan pakaian kantor nya itu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah dua gadis bule di depan nya.
Sampai terdengar bel berbunyi..
"Ayo, ini sudah hampir siang." ucap uncle Dani.
Kali ini dia tidak memakai embel-embel tuan lagi, mengingat teman nya itu sudah kembali mengingat semuanya.
"Sebentar, mereka masih belum bangun." balas Uncle Alex.
"Mereka siapa?" uncle Dani menatap teman nya dengan wajah penuh kecurigaan.
Dan saat dia memaksa masuk saat itulah bibir nya bungkam, dia melirik teman nya yang nampak aneh itu.
"Kau mendapatkan nya?" tanya uncle Dani tidak percaya.
Bagaimana tidak kaget, dia melihat dua gadis bule yang tengah tertidur di kasur lipat, dan tidak semuanya pasti memiliki alasan, tidak mungkin tiba-tiba anak gadis bang Babas ada di apartemen seorang pria, tentu saja pasti ada yang teman nya sembunyikan dari nya.
"Yes aku menang, haha Hadian dan Toni kalah." batin Uncle Dani.
Dia memang sempat taruhan akan kedekatan Alex dan Syakila, dan melihat sekarang tentu dia bisa menyimpulkan siapa pemenang nya.
"Tidak, mereka tadi malam menginap di sini." balas Uncle Alex, sudah tau pikiran teman nya akan mengarah ke mana.
Apalagi dengan status nya yang seorang duda.
"Dan Syaka?" tanya uncle Dani lagi, tentu dia juga tau betapa posesif nya Syaka dan bang Babas.
"Ya, dia juga ikut menginap di sini hanya saja dia pulang duluan karena harus kerja." balas Uncle Alex lagi, menegaskan memang tidak terjadi apa-apa di antara mereka.
Sudah ia duga, dimana pun ada Syakila dan Syakira pasti di situ ada Syaka, mereka hanya terpisah saat kuliah, dan mungkin untuk sekarang saat bekerja saja.
"Mereka terlihat cantik." puji uncle Dani.
Melihat Syakila dan Syakira yang tertidur, wajah mereka yang natural itu membuat nya terpana, tapi tentu yang dia rasakan bukan terpana untuk rasa yang aneh, tapi hanya rasa kagum biasa.
Tidak seperti uncle Alex tentunya, yang terpana dengan perasaan yang lebih dari sekedar seorang uncle dan keponakan nya.
__ADS_1
"Apa yang kau lihat, tutup mata mu dan keluarlah biarkan dua keponakan kita tidur." kata uncle Alex sinis.
"Mereka saja diam kenapa kau sewot." cibir Uncle Dani.
Uncle Alex diam tidak bersuara lagi, dan itu membuat uncle Dani menatap penuh selidik pada teman nya itu.
"Sepertinya hubungan kalian sudah jauh, kenapa tidak di segerakan saja." uncle Dani berkata dengan alis terangkat sebelah.
Uncle Alex tidak menjawab, dia memilih mengambil tas kerja nya, dan langsung mengajak uncle Dani keluar dari apartemen nya.
Di perjalanan keduanya lebih banyak diam, sampai akhirnya mobil berhenti saat di lampu merah.
"Kau sudah memberitahukan masa lalu mu pada nya?" tanya uncle Dani.
"Tidak!" uncle Alex menjawab singkat padat dan jelas.
"Kenapa?" tanya uncle Dani lagi.
"Nanti saja, lagi pula aku harus menemui Ratna dulu." balas Uncle Alex dingin.
Yang membuat uncle Dani menggelengkan kepalanya.
"Untuk apa mengusik nya lagi, lebih baik kau benahi kehidupan mu yang rusak karena permainan Papa mu yang aneh itu. Kau harus punya kehidupan seperti kami, lihat Hadian, Toni Aku dan Tara, kami sudah menemukan kebahagiaan kami, memiliki anak dan hidup bahagia sebagai keluarga kecil." menjeda ucapan nya sebentar.
"Usia mu sudah 37 tahun Lex apa lagi yang ditunggu, Syakila sudah menunggu mu lebih dari delapan tahun, kau tau dia selalu menangis sedih bahkan di pernikahan mu saja Syakila tidak berani tampil karena kamu mematahkan janji mu." lanjut uncle Dani.
"Dari mana kau tau masalah janji itu?" tanya Uncle Alex.
Karena yang dia tau janji itu hanya dia buat saat bersama Syakila di taman, dan hanya keduanya yang tau tentunya.
"Saat kau mengirimkan undangan saat itu Syakila sedang main di rumah Hadian, dia membaca nya dan melihat nama berserta foto mu, dan Syakila sangat marah saat mengetahui jika kau akan menikah, dia merasa di bohongi karena kau telah memberikan janji itu, harapan palsu." jelas Uncle Dani lagi.
"Kenapa kau tidak bilang!" uncle Alex kesal.
"Karena kau susah di hubungi." balas Uncle Dani lagi.
Uncle Alex diam, Syakila ternyata sangat mencintai nya, bahkan dia menyukai nya dari sejak kecil.
"Putar balik." kata Uncle Alex.
"Tapi siang ini ada meeting penting." balas Uncle Dani.
"Itu bagian mu, percepat laju nya." kata uncle Alex lagi.
Uncle Dani tidak bisa berkata-kata lagi, dia memilih menuruti keinginan bos sekaligus teman nya itu.
__ADS_1
Sedangkan di apartemen uncle Alex, Syakira bangun lebih dulu dari kakak nya itu, perut nya yang lapar membuat gadis itu mau tak mau bangun dan mencari makanan di meja makan.
"Untung ada nasi goreng, kalau nggak sudah kelaparan aku." gumam Syakira sambil melahap sesendok nasi ke mulutnya.
Enak, itulah yang dia rasakan, apalagi nasi goreng nya di campur dengan sayur-sayuran dan suir ayam, membuat nasi goreng itu terasa sangat nikmat.
Kebiasaan saat makan Syakira selalu fokus pada makanan nya, maka dari itu Syakira tidak tau kalau sekarang ini uncle Alex sudah bangun dan duduk di kasur lipat yang di tiduri kakak nya.
"Kila." panggil Uncle Alex lembut.
Hoam..
Syakila mengeliat merasakan usapan lembut di pipi nya, Uncle Alex memang tengah mengusap pipi nya dan kini tangan nya turun ke hidung, dan naik lagi ke alis Syakila.
"Kamu benar-benar tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik." ucap nya sambil meraba wajah Syakila.
Tidak bangun, Syakila yang di raba wajah nya itu masih tetap tidur, dan itu membuat uncle Alex gemas sampai akhirnya dia menurunkan tangan nya, menyentuh bibir seksi Syakila.
Di usap pelan bibir Syakila, tapi untuk kali ini Syakila yang tertidur itu merasa geli, dalam pikirnya dia sudah yakin jika Syaka atau Syakira pasti sedang mengganggu nya.
Mulut nya di buka dan hap!
Syakila mengigit pemilik hati nakal itu, membuat uncle Alex hanya bisa diam, dan tanpa ekspresi.
Tidak ada perlawanan membuat Syakila membuka matanya, dan saat matanya terbuka Syakila melotot, dia kaget karena ternyata yang ada di depan nya adalah uncle Alex.
"Maaf Uncle." Syakila melepaskan gugitan nya lalu membenarkan posisi nya, menjadi duduk.
"Tidak apa, ini sama sekali tidak sakit." balas Uncle Alex.
Dan tanpa sadar uncle Alex menjilat bekas gigitan nya, membuat Syakila melongo, dia membalikan tubuhnya untuk mencium aroma nafas bangun tidur nya.
"Aaaa belum gosok gigi!" batin Syakila ingin berteriak.
"Harum." ucap uncle Alex.
"Ya jelas harum, nama nya juga cinta bau jigong pun di sebut nya harum mawar, kan cinta buta." bukan Syakila yang menyahut, tapi Syakira yang kenyang setelah menghabiskan dua piring nasi gorengnya.
"Kira!" Syakila malu.
"Apaan sih kak Kila, biasanya juga cuek dan bodo amat, kok jadi manja gitu sih, emang ya kalau ketemu sama doi nya pasti sifat nya berubah 100 derajat." celetuk Syakira lagi.
"Kamu juga sama, kamu juga suka manja depan Rayden! rasain di tinggalin sama Rayden! kangen kan haha rasain!!" balas Syakila sewot.
"Biarin aja, orang bukan pacar aku, mau si maling pulang atau nggak apa urusan nya sama aku." Syakira menjawab santai.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏