
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Malam harinya, Syakila benar-benar sudah bersiap untuk di lamar sang pujaan hati, aneh memang dari sekian banyak pria yang mendekatinya dia hanya menyukai satu pria, dan pria itu adalah uncle kesayangan nya.
Masih teringat akan kejadian di masa lalu, di mana dia menangis sesenggukan karena merasa di bohongi, undangan pernikahan seorang pria yang sangat dia sukai lebih dari sekedar perasaan keponakan pada uncle nya.
Syakila menangis, dia mogok makan sampai sakit-sakitan dan harus pulang pergi ke rumah sakit karena sedih, dan sekarang? dia benar-benar tidak bisa berkata-kaga lagi.
"Aku benar-benar akan di lamar uncle Alex?" gumam nya masih tidak percaya.
"Syakila Uncle menyukai mu, lebih dari perasaan uncle pada keponakan nya. kau sangat spesial di mata Uncle."
Kata-kata itu terngiang selalu di telinganya, dia benar-benar merasa bahagia.
"Maaf uncle, aku sempat mengatakan kata-kata tidak baik untuk mu." gumam Syakila.
Konyol rasanya, dia yang masih kecil sempat mengatakan kata-kata tidak pantas di ucapkan seorang gadis kecil seperti dirinya.
"Uncle jahat, hiks.. uncle bilang mau nikahnya nanti nunggu aku gede, tapi kenapa uncle nikah sekarang, uncle jahat! uncle.. hiks.. aku tunggu duda mu, uncle!"
Haha..
Mengingat itu Syakila ingin menutup wajah nya sendiri, betapa malunya diri nya yang sekarang karena ucapan nya itu menjadi nyata, dia benar-benar akan menikahi pria berstatus duda.
"Cie yang senyum terus kaya orang gila." celetuk Syakira yang dari tadi ternyata ada di ambang pintu.
Tentunya melihat kakak nya yang terus tersenyum dan berbicara sendiri itu, benar kata orang jika cinta memang bisa membuat gila!
"Dari kapan kamu di situ?" Syakila kaget.
"Dari tadi, lebih tepatnya dari kakak ngomong sendiri, nggak sabar nikah ya." lanjut Syakira menggoda kakak nya.
Kaki jenjang nya melangkah mendekati sang kakak yang sedang duduk di tepi ranjang, lalu Syakira mendudukkan bokong nya di dekat sang kakak.
"Kalau masuk itu ketuk pintu dulu Kira, nggak sopan tau." Syakila mencubit gemas pipi adik nya.
Menutupi kegugupan nya, bagaimana tidak gugup malam ini pria yang sudah dia tunggu dari kecil akan melamar nya langsung, dan di dia di lamar di depan orang-orang yang di sayangi nya.
"Biarin aja, lagian aku kan emang biasanya gitu." balas Syakira santai.
Dia melirik sang kakak yang nampak sudah cantik dengan dress biru sederhana nya, ralat tidak ada yang sederhana.
rambut di Curly, make up yang cantik, bibir yang seksi dengan lipstik merah nya, semua nya nampak lebih cantik dari biasanya.
__ADS_1
"Kak Kila mau di lamar, selamat ya kak." ucap Syakira sambil tersenyum pada sang kakak.
Tanpa terasa air matanya jatuh, dia terharu padahal ini masih proses lamaran bukan acara pernikahan, tapi kenapa rasanya sangat sedih seperti akan di pisahkan jauh saja.
"Loh kok nangis? lebay banget." Syakila mengusap air mata di wajah adik nya.
"Bukan lebay, aku itu sedih kaya mau pisah sama kak Kila." balas Syakira, dia memeluk sang kakak.
Masih berat melepas Kakak nya di miliki orang lain, meski itu uncle Alex, uncle kesayangan mereka.
"Nggak pisah, aku cuman di lamar bukan nikah." sahut Syakila sambil mencubit gemas hidung adik nya.
"Tapi kan habis di lamar ya pasti nikah, apalagi uncle Alex kaya yang ngebet banget tuh, pasti nikah cepat yakin aku." balas Syakira lagi.
Syakila terdiam, dia memang sudah siap menjalani kehidupan baru nya, pernikahan yang dia impikan, meski harus melepas masa muda nya, tidak apa yang penting adalah dia menikah dengan pria yang sangat di cintai nya.
"Kamu juga bakalan nikah sama Ray, nanti juga ikut ninggalin rumah kaya aku, kan wanita yang sudah memiliki suami emang harusnya ngikut suami." jelas Syakila.
Sengaja membawa nama Rayden, dia tau adiknya akan sangat sensitif jika membawa nama pria yang sekarang ini sedang mengganggu pikiran adik nya.
"Kak Kila apaan sih! bawa si maling terus bikin bete." Syakira bangkit, wajahnya nampak kesal dan tak lama kemudian gadis itu pergi dengan wajah yang cemberut.
"Sekarang benci, nanti juga jadi cinta." ucap Syakila sambil menggelengkan kepalanya.
Syakira berjalan dengan langkah kesal, di bawah dia melihat Daddy nya yang sudah bersiap-siap untuk menyambut tamu nya.
"Dad, ganteng banget." puji Syakira.
"Harus dong, kan mau nyambut calon mantu." balas Dad Bastian.
"Wangi juga, Mom mana?" tanya Syakira.
"Di dapur, biasa Mom kamu lagi siapin buat makan malam." balas Dad Bastian lagi.
Syakira mangut-mangut mendengar penjelasan Daddy nya, lalu ikut duduk bersama sang Daddy.
"Kamu kapan sayang? kak Kila udah mau nikah tuh." Dad Bastian bertanya sambil mengusap kepala sang putri.
Membuat Syakira yang mendengar nya risih, dia menatap Daddy nya dengan bibir yang mengerucut.
"Daddy emang mau di tinggalin anak Daddy?" Syakira manyun.
"Nggak lah, Daddy mau sama anak-anak Daddy." balas Dad Bastian.
"Ya udah kalau gitu aku nggak akan nikah, aku mau sama Daddy aja, lagian aku mau nikah sama pria kaya Daddy, dan aku belum nemuin yang kaya Daddy." ucap Syakira santai.
__ADS_1
"Hus, jangan ngomong gitu, nggak usah yang kaya Daddy, mending yang Sholeh, baik dan penyayang aja, itu cukup buat kamu." kata Dad Bastian, kembali mengusap kepala sang putri bungsu.
"Nggak ganteng?" tanya Syakira.
"Ganteng itu relatif, yang penting baik dulu aja." balas Dad Bastian lagi.
"Tukang parkir juga baik Dad, suka bantuin markirin mobil, nggak di bayar juga nggak marah." celetuk Syakira, yang tentunya selalu memiliki cara untuk membuat lawan ngobrol nya menjadi bungkam.
"Kamu emang beda sayang, mirip banget sama Mommy mu." mencium kepala sang putri gemas.
Syakira memeluk Daddy nya, di pelukan Daddy nya dia selalu mendapatkan ketenangan, dan bahkan melupakan jika dia seorang gadis yang sudah pantas memiliki kekasih.
"Kan emang anak Mommy."
"Iya, anak Mommy Daddy."
"Assalamualaikum !! yang ganteng pulang!" teriak Syaka.
Syakira dan Dad Bastian melihat ke sumber suara, di sana keduanya melihat Syaka yang tersenyum riang seolah menang lotre berhadiah uang miliaran.
"Walaikumsalam.." balas Syakira dan Dad Bastian bersamaan.
Syaka memeluk Daddy dan adik tersayang nya, lalu meminum jus jeruk yang sebenarnya milik Daddy nya.
Dan kelakuan Syaka itu di lihat oleh Dad Bastian dan Syakira dengan wajah jengah nya, bukan hal aneh lagi jika pria dua puluh tahun itu selalu bersikap tengil seperti itu.
"Asyik, Kila di lamar yes tinggal satu lagi." ucap nya dengan girang.
"Senang banget, lagian aku masih lama tau." balas Syakira.
Tentu tau apa yang kakak nya bicarakan, Syaka akan terbebas dari tanggung jawabnya untuk menjaga kedua adik nya, dan tentunya bisa memiliki kekasih.
"Halah, Rayden kan sebentar lagi pulang, yakin kakak kamu juga akan nyusul, secara kan Rayden suka sa_" ucap Syaka terhenti, bibirnya di bungkam dengan tangan sang adik.
"Kak Syaka diam ya! aku sama Ray itu bukan pacaran, tapi patner marah-marah!" ucap Syakira sewot.
"Halah, awalnya aja benci, lama-lama jadi cinta." Syaka takalah sewot.
"Siapa Rayden?" tanya Dad Bastian.
"Iya siapa Rayden? pacar Kira? kok nggak di bawa ke rumah?" Mom Fallen ikut menimpali.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1