
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Andika tidak di marahi oleh Dad Lian ataupun Mom Arr, mereka malah berterima kasih pada Andika karena telah merawat Jenita dengan baik selama beberapa bulan ini.
Mereka senang karena pada akhirnya bisa kembali bertemu dengan Jenita, keponakan nya yang semula dia anggap sudah pergi bersama adik dan ipar nya.
Sebelumnya Dad Lian dan Mom Arr menerima telpon dari Devan, anak sulung dari Aunty Tara dan Om Darrel itu mengatakan jika Jenita masih hidup, Devan menjelaskan semuanya tanpa terkecuali.
Tentu saja Mom Arr senang bukan main, dia selama ini mencari Jenita tapi yang di cari ternyata berada tak jauh dari rumah nya, Jenita tinggal di kosan yang letak nya bahkan sangat dekat dengan perumahan nya.
"Tante, jaga Jenita" kata Andika saat tubuh Jenita di gendong oleh Dad Lian.
"Hem, kamu tenang saja Dika, Tante akn jaga Jenita dengan baik. makasih ya kerena selama ini Jenita hidup nyaman sama kamu" kata Mom Arr.
Andika mengangguk pelan, dia tau semua ini pasti ulahnya sepupunya, Devan pasti yang sudah mengatakan semuanya.
"Sayang ayo" panggil Dad Lian yang sudah masuk mobil.
Mom Arr melihat ke belakang, lalu melihat ke arah Andika yang terlihat menahan sedih nya.
"Kalau kamu sayang Jenita tunggu Jenita besar, jika kalian berjodoh Tante yakin kalian akan bersatu kembali, Tante pamit ya Dika" lanjut Mom Arr.
__ADS_1
Dika tidak menjawab, dia melihat ke arah mobil dimana Jenita masih tertidur di sana, kelemahan Jenita hanya satu gadis itu selalu tidak mudah terganggu dalam tidur nya, terkecuali dengan suara alrm.
Mata nya melihat ke ranjang di mana dia suka menggoda Jenita, banyak moment kebersamaan nya di kosan ini.
"Kenapa aku merasa kehilangan seperti ini" gumam Andika yang malah menangis.
"Come on Dika, Jenita hanya satu dari gadis cantik yang mengejar mu, kau bisa mendapatkan seribu Jenita dengan ketampanan mu" lanjut Andika sambil mengusap air mata nya.
Karena terlalu sesak Andika memutuskan untuk pulang ke rumah nya, dia meninggalkan kosan yang sudah dia sewa selam satu tahun itu, Andika memberikan kunci nya pada ibu kost.
"Kalau Jenita datang berikan kunci nya ya Bu, terimakasih" kata Andika lalu pulang.
Sedangkan di perjalanan Mom Arr yang sedang mengusap lembut Jenita nampak terlihat senang, tangis bahagia terlihat di wajah nya.
Usapan dan isakan Mom Arr menggnggu tidur Jenita, dan alhasil Jenita terbangun.
Jenita cukup syok melihat apa yang dia lihat sekarang di mana Jenita melihat Tante dan Om nya.
"Aku ingin bersama Dika" kata pertama yang Jenita ucapkan.
"Nanti kalian akan bersama, sekolah kamu dan Dika kan sama" sahut Mom Arr sambil mengusap lembut tangan Jenita.
Tapi Jenita mundur, dia terlihat tidak nyaman Jenita menahan tangisnya.
__ADS_1
"Aku bilang aku ongin bersama Dika!" ucap nya lagi sedikit berteriak.
"Jen, ini Tante sayang. Kamu benci tante nak? kenapa tidak mau memeluk Tante" Mom Arr menunjuk diri sendiri dengan air mata yang mengalir di wajah nya.
Runtuh sudah pertahanan Jenita, dia tidak bisa lagi menahan rasa sesak di dada nya, Jenita tidak bisa lagi pura-pura bahagia, Jenita langsung memeluk Mom Arr.
"Mami Papi Tan, mereka hiks.. mereka.." Jenita tak kuat melanjutkan nya.
Dada nya sangat sesak, Jenita dengan kepala mata nya sendiri melihat kejadian itu, dia takut.. sehingga membuat tubuhnya bergetar hebat..
"Aku takut, Mami dan Papi mereka___" Jenita tidak sanggup melanjutkan nya.
"Sudah sayang, tidak apa Mami dan Papi sudah tenang Jenita harus doa untuk Mami dan Papi, mereka sudah bahagia di surga sayang, ada Tante, Jenita masih punya Tante Om dan yang lain nya semua sayang sama Jenita" Mom Arr memeluk erat tubuh Jenita.
Dad Lian melihat itu dari kaca spion, dia merasa haru karena pada akhirnya dia menemukan keponakan nya itu.
"Juan aku janji akan menjaga putrimu seperti aku menjaga putriku, jangan khawatirkan Jenita lagi sekarang putrimu aman bersama aku dan istri ku."
🌹
Huh nangis kan 😭
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1