
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari bahagia tiba Vira nampak sudah cantik dengan riasan sederhana nya, di samping nya nampak Rico yang kini sudah SAH menjadi suaminya.
Beberapa jam yang lalu Rico berhasil melancarkan akad nikah nya, kata SAH kini sudah menjadi awal dari kehidupan nya, keduanya melepaskan masa lajang nya untuk membangun cinta dan kehidupan yang baru.
Acara itu terlihat megah apalagi Dad Lian memakai gedung teman nya dan itu gratis karena Dad Bastian menganggap Vira seperti anak nya sendiri, semua kerabat juga hadir di acara bahagia Vira dan Rico, meski tidak ada satupun keluarga Rico karena dia hanya sebatang kara, beruntung ada Rayden beserta keluarga besar Syakira menjadi pengantar pengantin di saat seserahan tadi.
"Selamat, uh akhirnya kalian menikah juga" Syakira dengan perut buncit nya dia memeluk Vira.
Rayden juga memeluk Rico, dia memberikan pelukan untuk teman yang sudah dia anggap seperti saudara nya itu.
"Nanti malam jangan kaget liat yang tegak" bisik Syakira di telinga Vira.
"Nggak akan kaget, udah pernah liat kok" balas Vira berbisik.
Dan membuat Syakira tertawa sambil mengacungkan kedua jempol nya pada teman nya yang masih labil itu.
"Cie yang nikah, huhu nggak jomblo lagi kan?" Syakira kini malah menggoda Rico.
"Terimakasih untuk kado nya nona dan tuan, terimakasih juga untuk_" ucap Rico terhenti karena Rayden menyela ucapan nya.
"Sudahlah, aku lapar" kata Rayden membawa istrinya turun dari pelaminan, dia tidak mau Syakira mengeluhkan pegal lagi.
Lama berdiri akan membuat dia repot di malam hari, karena setiap malam Syakira selalu meminta di pijat kaki nya.
Kini tinggal Rico dan Vira berdua, Mom Arr dan Dad Lian sedang mengobrol dengan yang lain nya di meja khusus kerabat dekat yang sudah seperti keluarga, sedangkan keluarga besar yang di Belanda mereka tidak datang, Vira tidak terlalu memikirkan nya karena sejak kecil Oma dan Opa nya memang tidak pernah menemui nya.
"Selamat Vira, aku ikut senang dengan pernikahan mu semangat bikin Baby ya" kali ini giliran Syakila yang memberikan selamat.
"Makasih kak, tapi baby V mana?" tanya Vira tidak melihat keponakan tampan nya.
__ADS_1
"Itu di gendong Opa nya, ya udah aku turun dulu ya aku harus nyuapin baby besar aku, sekali lagi selamat ya" kata Syakila sambil memeluk Vira.
Dan setalah itu dia mengajak Alex turun, seperti biasnya para lelaki memang jarang berinteraksi saat sedang salam menyalami itu.
Dari kejauhan Feni melihat nya, dia tersenyum kecut melihat Vira yang akhirnya memenangkan permainan nya.
Dia tidak menyangka jika cinta nya yang semula dia anggap hanya rasa sementara itu terasa menyakitkan seperti ini, bahkan Feni tidak tau apa bisa dia melupakan Rico begitu saja, rasanya berat.
"Kenapa kamu milih dia sih? aku kurang apa? aku sudah berusaha menjadi gadis baik dan menjaga penampilan ku tapi kenapa kamu malah memilih dia yang bahkan lebih gila dari aku sifat nya." gumam Feni sambil menunduk.
Dan saat Feni akan berjalan terdengar suara yang familiar di telinga nya.
"Mana Mami mu?" tanya Rayden yang tak sengaja melewati Feni
"Kak, em Mami di Apartemen katanya lagi nggak enak badan" kata Feni agak malas.
"Lupakan hal yang tidak bisa di gapai, aku memiliki dua tiket ke New York untuk mu dan Tante, kalian bisa memulai di sana" kata Rayden lagi.
Rayden tau akan perasaan Feni untuk Rico, dia tidak ingin Feni terobsesi lagi akan sesuatu yang sudah di miliki orang lain.
Di pelaminan Vira melirik suaminya.
"Kamu cape nggak?" tanya Vira.
"Nggak, kamu cape?" Rico balik bertanya.
"Iya, pegel mau pipis juga" sahut Vira sambil memegang perut nya.
"Bukan mau pipis, tapi mau itu.. duh perut nggak punya malu dasar masa iya ke kamar mandi pas lagi nikah."
"Ya udah yuk kita ke kamar dulu" Rico mengulurkan tangannya.
Vira ragu-ragu menerima uluran tangan itu, keduanya berjalan ke kamar hotel nya, dan sesampai nya di kamar Vira tidak bisa menahan nya lagi, dia langsung berlari ke masuk kamar mandi.
__ADS_1
Rico menunggu sambil duduk di tepi ranjang, sambil menunggu Rico memilih melihat ponselnya.
"Kenapa lama sekali, apa dia jatuh?" gumam Rico.
Karena khawatir Rico mendekati pintu kamar mandi, dia mendekatkan telinga nya ke kamar mandi dan mendengar suara gereman.
"Sayang kamu tidak apa?" tanya Rico.
Astaga!
Vira yang sedang mengeden untuk membuang hajat itu menjadi terjeda, bahkan dada nya naik turun karena melihat pintu yang lupa di kunci.
"Sebentar aku lagi__"
Ceklek..
"Say__" ucap Rico menggantung.
Aaaaaa !
"Tutup lagi!" teriak Vira malu bukan main.
Rico menutup nya, dia kembali duduk dengan ekspresi wajah yang agak aneh.
Sedangkan Vira sendiri gadis itu masih di kamar mandi, dia menutup matanya berulang kali sambil mengeden pelan.
Hari pertama menjadi seorang istri dan dia ketahuan sedang setor di kamar mandi?
"Astaga Vira ini konyol, kamu memalukan"
Vira ingin berteriak, dia malu.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏