Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Taring Rico


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Vira kembali ke pelaminan dan dia terlihat canggung, keduanya sama-sama tidak mengobrol selama menyalami tamu undangan.


Satu persatu tamu undangan yang hadir pulang, begitupun dengan kerabat dekat keluarga yang juga sudah pulang.


"Ada apa?" tanya Dad Lian melihat wajah aneh putri nya.


"Tidak ada"sahut Vira cepat.


"Sudahlah Dad, ayo kita istirahat biarkan Vira bersama suaminya" kata Mom Arr.


Dia berpikir kalau Vira dan Rico saat ini sedang gugup, mungkin karena malam ini adalah malam pertama mereka, dan Mom Arr paham itu.


Dia juga pernah ada di posisi Vira, meski dia menikah terbilang dalam usia yang cukup tua tapi Mom Arr juga sempat memiliki keraguan untuk memulai satu hal.


"Ya sudah, ayo" Dad Lian membawa Mom Arr pergi.


Dan kini tinggallah Rico dan Vira berdua, keduanya masih di pelaminan dan baru akan turun sekarang.


"Mau pulang nggak?" tanya Vira agak canggung.


"Hem, terserah kamu aja" balas Rico yang juga terlihat canggung.


"Kalau terserah aku bingung" sahut Vira lagi.


"Kamu mau nya pulang atau di hotel?" Rico balik bertanya.


Dan Vira terdiam sampai akhirnya dia mendengar suara yang tak asing di telinga nya.


"Ciee yang mau malam pertama, cie" Jenita menggoda kakak sepupunya.


"Apasih bocah!" sinis Vira menatap adik sepupunya kesal.


"Huhu iya tau aku jomblo, tapi bang Syaka buat aku ya" sahut Jenita lagi.


Setelah pertemuan nya di resepsi pernikahan Syakira dan Rayden beberapa bulan lalu Jenita selalu teringat akan sosok Syaka, Jenita menyukai Syaka.


Ini adalah cinta pertama untuk Jenita, dan saat pertama kali mendengar kabar kakak sepupunya yaitu Vira akan menikah dengan pria lain Jenita sangat bahagia.


"Nggak ada ya Jenita Janet! kamu nggak boleh sama bang Syaka, dia itu milik Yuna" kata Vira agak sewot.

__ADS_1


"Janur kuning belum melengkung kali kak, jadi Bang Syaka masih belum milik siapa-siapa" Jenita takalah sewot dari Vira.


"Serah kamu lah bocah, dasar bocil" Vira menggandeng tangan suaminya, keduanya pergi meninggalkan Jenita yang terlihat tersenyum manis.


Jenita tau hubungan percintaan Syaka dan Ayuna, tapi jelas dia dulu melihat Syaka yang di tolak oleh Ayuna.


"Nggak boleh, jangan panggil aku Jenita putri cantik Papi Juan kalau aku nggak bisa dapatin bang Syaka, dia harus jadi pacar pertama aku" gumam Jenita sambil tersenyum menyeringai.


Dan di saat bersamaan juga Devan (putra pertama Tara dan Darrel 13 tahun) dan Andika (Anak kedua Gibran dan Hana 15 tahun) mendengar suara gumaman Jenita.


"Ngarep, masih ngompol juga so soan mau rebut bang Syaka dari kak Yuna" cibir Andika sambil melirik sinis Jenita.


"Diam kamu bocil, dasar tukang palak" sinis Jenita pada Andika.


Keduanya adalah teman satu SMP, dan Adika terkenal nakal di kelasnya.


"Dari pada kamu ondel-ondel pasar, mau sekolah atau mau cari om-om pake bibir merah segala" Andika tak mau kalah.


"Awas kamu ya!" Jenita mendekati Andika, dan keduanya langsung beradu mulut di depan Devan.


Melihat kelakuan kakak sepupunya Devan hanya menghembuskan nafas nya panjang.


"Kekanakan!" ucap nya dingin, dan tanpa berniat melerai Devan pergi meninggalkan Andika dan Jenita.


Sedangkan di kamar nampak Vira yang baru selesai mandi, keduanya memutuskan untuk tidur di hotel semalam, dan setelah itu pindah ke apartemen.


Bisa-bisa nya dia ketahuan buang harta karun di hari pertama nya menjadi seorang istri, apalagi bau nya, huh.. membayangkan semua itu membuat Vira ingin menelan semua orang agar dia tidak malu.


"Hem" Rico hanya menjawab dengan deheuman.


Dia membuka kancing kemeja nya, dan berjalan masuk ke kamar mandi, Vira melihat itu dia memilih memakai pakaian nya dan setalah itu Vira masuk ke dalam selimut.


"Apa yang akan terjadi malam ini" gumam nya sambil menutupi wajahnya dengan selimut.


Beberapa menit berlalu..


Rico keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang menutupi bagian bawah nya saja, Rico melihat ke ranjang di melihat Vira yang bersembunyi di balik selimut.


"Sayang kamu melihat baju ku?" tanya Rico.


"Hem" jawab Vira bingung.


Dia tadi juga tidak melihat baju suaminya.

__ADS_1


"Sayang"


"Aku tidak tau"


"Bantu aku carikan"


Oh astaga..


Aku takut khilaf, hiss..


"Baiklah"


Vira membuka kan selimut nya, dan saat akan melihat ke almari oh tidak! Vira kembali melihat nya, dia melihat nya!


"Apa yang kau lihat?" tanya Rico santai.


"Yang panjang"


Ehk..


"Maksud ku, itu handuknya terlepas." Vira memalingkan wajahnya.


Rico mengambil handuknya dan kembali memakai nya, dia memang sengaja ingin membuat Vira tergoda.


Vira ingin lari dari tempat tidur, tapi langsung di tangkap oleh Rico yang langsung menahan setiap pergerakan Vira.


"Aku mau pipis, kebelet" kata Vira gugup.


"Oh ya, ayo aku antar sekalian aku juga mau pipis kita ke kamar mandi bersama" balas Rico sambil meniup mencium leher istrinya.


"Aku mau pop" celetuk Vira tidak terkontrol.


"Oh ya, aku akan menonton nya" kali ini tangan Rico tidak diam dan meraba bagian dada Vira.


"Uh geli" Vira mengeliat.


Rico tersenyum melihat itu, dia mengigit pelan bahu Vira lagi.


"Ini pembalasan ku! kau tau aku menahannya sangat lama, dan hari ini adalah hari pembalasan ku! kau akan habis malam ini" bisik Rico di telinga Vira.


Deg..


Suhu ku memperlihatkan taring nya, oh Astaga jantung ku.. oh jantung ku berdetak kencang!

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2