
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Pap" Ayuna yang sedang menangis sendiri di kursi tunggu menatap sosok yang kini berdiri di depan nya.
"Semuanya akan baik-baik saja, tenanglah Papa bersama mu" kata Papa Gibran sambil mengusap kepala putrinya.
Ayuna bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke pelukan sang Papa, Ayuna menangis di pelukan sang Papa.
Papa Gibran mengusap lembut punggung putri nya, tadi dia mendapatkan kabar akan kondisi Syaka, Syakila dan Syakira dari istrinya.
Papa Gibran terbang memakai jet pribadi besan nya, dia akan menemani putrinya yang kini sedang rapuh sedangkan Mama Hana sendiri, istrinya akan menyusul berapa jam lagi karena harus mempersiapkan beberapa hal yang harus dia bawa.
"Syaka kritis Pap" ucap Ayuna di sela Isak nya.
"Hem, Syakila dan Syakira juga sama, mereka kuat Papa yakin mereka bertiga bisa melewati masa kritisnya" balas Papa Gibran.
"Semoga saja, hiks.. aku nggak bisa hidup tanpa Syaka, aku nggak bisa_" Ayuna tak sanggup berkata-kata lagi, tubuh nya bergetar karena masih syok.
Beberapa jam yang lalu tepat nya saat makan malam Syaka bahkan masih bisa bercanda ria, mereka melakukan permainan panas nya sampai jam 3 pagi karena beberapa hari tidak bertemu.
Tapi siang nya jam 9 siang saat Ayuna bangun tidur dia tidak menemukan suaminya di samping nya dan malah menemukan Syaka yang pingsan di kamar mandi.
"No, Syaka akan baik-baik saja tenanglah sayang" Papa Gibran kembali mengatakan kata-kata yang sama.
Dia tidak tau dengan takdir Tuhan, tapi hati seorang ayah yang ada dalam diri nya saat ini sangat hancur apalagi melihat kondisi putri nya yang saat ini sangat syok berat.
Wajah Ayuna memucat, tatapan nya kosong dengan bagian mata nya yang membengkak, sungguh hati nya sangat terpukul karena tidak tega melihat kesedihan yang jelas terlihat di wajah putri kesayangan nya.
__ADS_1
"Sudah makan?" tanya Papa Gibran.
"Aku tidak mau Pap, Syaka juga belum makan aku akan makan setelah dia bangun" sahut Ayuna yang kini sudah duduk di kursi tunggu dengan menggunakan dada bidang sang Papa sebagai sandaran ternyaman nya.
"Ini sudah jam 4 sore sayang, Syaka akan sedih jika melihat mu begini, Papa akan membelikan mu makanan ya"
"No, Pap aku nggak mau makan"
"Harus! tidak ada penolakan"
Ayuna tidak menjawab, dan Papa Gibran pergi membeli makanan.
Syaka.. hiks.. aku mohon bertahanlah, jangan tinggalkan aku karena aku tidak akan bisa hidup tanpa mu. Syaka.. aku mencintaimu aku mohon bangun sayang.. bangun! batin Ayuna.
Sedangkan di tempat lain kesedihan masih terlihat di wajah Rayden dan Alex, mata keduanya terlihat bengkak karena kondisi Syakila dan Syakira masih belum berubah.
Kondisi keduanya kritis dan hal itu membuat hati kedua pria itu seperti di tikam pedang yang tajam, sama hal seperti Alex dan Rayden, Dad Bastian juga terlihat masih terpukul dengan apa yang menimpa ketiga anak-anak nya.
Syakira melahirkan Tiga baby laki-laki dan satu baby perempuan, tapi kondisi baby perempuan yaitu si bungsu saat ini tidak baik-baik saja, tubuh nya yang kecil yaitu 1,7 kg membuat si cantik harus di masukkan ke inkubator, berbeda dari ketiga kakak laki-laki nya yang memiliki berat badan 2,1 dan kondisi nya sehat.
"Bagaimana dok?" tanya Rayden dan Alex bersamaan.
Tempat Syakila dan Syakira di rawat memang di ruangan yang sama, itu karena keduanya kembar dan Mom Fallen yakin jika dengan begitu Syakila dan Syakira akan cepat keluar dari masa kritisnya.
"Tidak ada perubahan tuan, Nyonya Syakira dan Nyonya Syakila masih belum keluar dari masa kritisnya" jelas dokter.
Dan sekali lagi Rayden Alex dan Dad Bastian harus menelan pahit lagi, mereka benar-benar merindukan tawa ceria kedua wanita kembar itu.
"Aku mohon lakukan yang terbaik berapapun biaya nya aku akan membayarnya, tapi selamat kan kedua putriku, aku tidak bisa hidup tanpa kedua gadis kembar ku" Dad Bastian dengan wajah yang penuh kesedihan nya.
__ADS_1
"Semuanya tergantung yang di atas tuan, maaf" jelas dokter tidak mau memberikan harapan palsu.
Om Darrel datang membawa makanan, tapi malah mendapatkan penolakan dari ketiga pria yang sedang bersedih itu.
"Ini bukan yang Syakila dan Syakira inginkan, kalian harus makan kalau kalian sakit siapa yang akan menjaga mereka" kata Om Darrel yang kesal.
Dia juga sedih dengan apa yang terjadi pada kedua keponakannya, tapi seberat apapun masalah nya makan adalah nomer satu bukan? dan apa dengan menahan lapar semua masalah bisa selesai? jawaban nya tentu tidak, dengan menahan lapar itu bahkan bisa membuat yang yang sehat menjadi sakit.
"Baiklah" akhirnya Alex mengambil makanan nya.
"Makanlah, kita harus sehat untuk anak dan istri kita" kata Alex pada Rayden.
Rayden mengambil makan nya, dia lupa jika saat ini bukan istrinya saja yang butuh dirinya tapi juga ke emat anak-anak nya.
"Aku akan makan untuk Syakira dan Twin four A" kata Rayden.
Dia menamai ke empat baby nya dengan awalan A.
Azmi Azhar (Anak pertama, laki-laki)
Azril Azriel (Anak ke dua, laki-laki)
Azzam Azeez (Anak ke tiga, laki-laki)
Azhela Azrina (Anak ke empat, perempuan)
🌹
__ADS_1
Maaf telat update, hari ini aku sibuk di acara Isra Mi'raj di madrasah tempat aku mengaji🤗
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏