
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Rico keluar dari ruangan si tuan muda, berlama-lama bersama pasangan aneh itu membuat dia merasa kesal terus menerus, bukan karena dia menjadi nyamuk tapi karena pasangan itu selalu memiliki cara untuk membuat nya merasa tersisihkan.
Tapi meski sering kesal Rico pun takalah antusias nya untuk hubungan pasangan baru itu, tentunya jika Rayden si tuan muda memiliki kekasih itu tandanya dia tidak akan banyak melakukan banyak pekerjaan lagi di luar jam kerja lagi.
Hanya tinggal satu langkah, dan dia bisa hidup damai tanpa gangguan bos Arogant nya lagi, karena si tuan muda sudah memiliki pawang nya dan tentunya dia hanya akan bekerja siang hari saja, tidak dengan malam hari nya.
"Hufh, aku ingin mereka cepat menikah." gumam Rico sambil memindahkan lembaran berkas itu ke dekat laptop nya.
"Jika mereka menikah pekerjaan ku hanya di kantor saja, tidak dengan urusan yang lain nya." lanjut Rico.
Beginilah jika dia sendirian, selalu berbicara sendiri mengeluhkan rasa kesal nya, dan tentu nya hanya dia sendiri yang mendengar nya.
Tiba-tiba ponselnya berdering, membuat Rico langsung mengalihkan pandangannya ke layar ponselnya.
"Feni?" gumam nya melihat nama sepupu Rayden yang tertera di ponselnya.
"Halo!"
"Kak Rico! hikss tolong aku! tolong aku." suara Feni terdengar seperti sedang menangis.
"Ada apa?." tanya Rico.
"Di luar ada preman yang mau ngambil mobil aku, kak Rico tolong kesini! aku takut." jelas Feni terdengar seperti orang ketakutan.
"Sherlock lokasi kamu sekarang, aku akan kesana." kata Rico, lalu megambil kaca mata dan keluar dari ruangan nya.
"Iya kak, cepat kesini ya kak, aku takut!"
Tut..
Panggilan itu di matikan, Rico berjalan dengan terburu-buru karena khawatir dengan keadaan Feni.
__ADS_1
Mobil yang di kendarai Rico melaju dengan cepat, wajah nya jelas terlihat sangat resah karena bagaimanapun Feni sudah dia anggap seperti adik sendiri.
Beberapa menit berlalu..
Mobil yang di kendarai Rico sampai di tempat yang di kirimkan Feni, Rico langsung memarkirkan mobilnya di jalanan itu dan dia hanya melihat mobil Feni tapi tidak dengan preman yang di ceritakan Feni.
Tidak mah berpikiran yang aneh-aneh Rico langsung keluar dari mobilnya, dia berjalan mendekati mobil itu dan saat dia mengintip ke jendela Rico tidak melihat Feni yang membuat nya kebingungan.
"Feni!" teriak nya.
Mata Rico melihat ke mana-mana, sampai tiba-tiba terdengar suara seseorang!
Feni keluar dari semak-semak dan berjalan mendekati Rico dengan kue ulang tahun yang ada di tangan nya.
"Selamat ulang tahun kami ucapkan.." Feni menyanyikan lagu ulang tahun.
Rico masih tidak berekspresi apa-apa, pria itu masih melihat Feni yang berjalan ke arah nya dengan wajah yang datar.
"Selamat ulang tahun kak Rico, semoga_" ucap Feni terhenti.
Dengan santai nya Feni mengangguk.
"Aku bingung mau kasih kejutan yang kaya gimana, sampai akhirnya muncul ide ini." jelas Feni tanpa beban.
Rico menggelengkan kepalanya mendengar penjelasan Feni, apa gadis itu tidak tau betapa khawatir nya dia saat Feni mengatakan jika dia sedang di hadapkan dengan masalah?.
"Kau tau apa yang kau lakukan itu kekanakan! kakak mu akan marah jika dia tau kau melakukan drama ini, kenapa tidak berpikir sebelum bertindak! dasar!" Rico tidak meniup lilin yang ada di kue itu, pria itu malah berbalik dan berjalan meninggalkan Feni yang terdiam dengan ekspresi wajah bete nya.
Feni melihat mobil Rico yang perlahan menjauh itu, gadis itu mengembuskan napas nya kasar lalu meniup lilin itu sendirian.
"Selamat ulang tahun, semoga kau mencintaiku ya meski aku tau aku hanya di anggap adik, tapi aku yakin kalau hubungan kita akan menjadi suami istri." doa Feni untuk bertambah umur nya Rico.
Saat akan berjalan ke mobilnya Feni yang tidak melihat ke kanan dan ke kiri tidak melihat jika ada mobil yang melaju kencang, dan dia baru sadar saat mobil itu sudah hampir menabrak nya beruntung Feni bisa menghindar tapi kue yang di pegang nya itu harus jatuh ke jalanan.
"Aaaa kue kak Rico!" Feni menatap sedih pada kue itu.
__ADS_1
Begitupun dengan pemilik mobil yang hampir menabrak Feni yang tiba-tiba berhenti, dan keluar dari mobilnya.
"Kalau mau mati jangan di tengah jalan! cari tempat sepi! dasar gadis bodoh!" ucap seorang pria bule berkata tanpa filter.
Feni yang mendengar itu naik pitam, di sini dia memang salah yang tidak melihat sana sini tapi bukan hanya dia yang salah tapi pria itu juga, dengan kasar Feni mengambil kue nya dan melemparkannya tepat ke wajah pria itu.
"Rasakan itu!" teriak Feni dengan wajah kesalnya.
Dia mendapatkan penolakan dan sekarang dia mendapatkan sebuah umpatan kesal seorang pria, memang malang nasib nya.
"Kau!" pria itu memegangi kue yang mengotori wajah nya itu, lalu berjalan mendekati Feni.
"Dasar wanita gila!" pria yang tak lain adalah Willy itu mengambil kue yang ada di aspal jalan dan langsung melemparkan nya ke wajah Feni.
"Hey berani nya kamu!" tidak terima di lempari kue ke wajahnya Feni kembali mengambil kue di jalanan aspal itu, lalu melemparkannya ke baju Willy.
"Hey kau semakin berani ya!" Willy mengeretakan gigi nya menahan kesal, jika saja orang yang melempari nya itu adalah pria sudah pasti dia akan langsung menghajar habis orang itu, tapi sialnya orang itu adalah seorang wanita.
Lebih tepatnya seorang gadis labil yang berpakaian sangat seksi dan minim.
"Apa lihat-lihat!" Feni menatap sinis Willy.
"Siapa yang melihat mu, dasar wanita gila!" Willy yang kesal memilih pergi dan kembali melajukan mobilnya, meninggalkan Feni yang penampilan nya sudah menyedihkan.
"Ko sial benget sih, padahal seharusnya aku mendapatkan ungkapan cinta dari kak Rico, tapi ini? aku malah mendapatkan lemparan kue dari pria gila itu." Feni yang masuk ke mobilnya itu langsung membersihkan kue yang mengotori wajah nya itu dengan tisue basah.
Feni memang sudah lama menyukai Rico, hanya saja dia tidak bisa mengungkapkan nya karena Feni ingin menunggu Rico yang mengungkapkan nya, tapi sepertinya harapan nya itu hanyalah angan-angan belaka, seperti biasanya Rico selalu acuh padanya.
"Pria itu emang nyebelin ya, banyak gaya dan so ganteng kaya pria tadi, wajah aja bule penampilan oke tapi otak kaya orang yang nggak di sekolahin, bikin mood aku turun aja." Feni semakin kesal.
Karena penampilannya sudah sangat kacau Feni pun memilih pulang saja, tentunya membawa mood yang sangat buruk karena hari ini dia benar-benar terlihat menyedihkan.
🌹
Btw jangan khawatir haluan author akan memberikan jodoh pada semua pemain nya🤗
__ADS_1
jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏