
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
"Halo!"
"Ya, ada apa?"
"Syakira darah nya menetes, bagiamana apa kah tau cara membuat tidak sakit?" Rayden yang cemas tidak bisa berbicara dengan jelas.
"Apa maksud mu? apa yang berdarah?" suara Syaka terdengar sewot.
"Itu nya." menjawab singkat.
Membuat Syaka di sebrang telpon seketika kaget bukan main.
"Kau apakan adik ku hah!" teriak Syaka marah.
"Hey kecilkan suara mu! teriakan mu membuat telinga ku sakit!" Rayden malah ikut berteriak.
Membuat Syaka di sebrang telpon semakin berpikir yang tidak-tidak dan tanpa menunggu jawaban dari Rayden pria itu mematikan panggilan nya sepihak.
Rayden menatap tak percaya pada layar ponselnya.
"Dasar kakak ipar gila, kalau bukan kakak ipar sudah aku_" ucap Rayden terhenti.
Dia mendengar suara ringisan Syakira di dalam ruangan nya.
Dengan langkah cepat Rayden berjalan ke arah pintu, dia mengetuk pintu beberapa kali sampai akhirnya pintu nya terbuka sedikit.
"Mana pembalut nya?" tanya Syakira.
"Masih di beli Rico." balas Rayden menatap Syakira. "Kau tidak apa sayang?" lanjut Rayden bertanya, jelas dia melihat perubahan wajah Syakira yang terlihat lebih pucat.
Syakira menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa, hanya sakit sedikit dan ini sudah biasa, tolong telpon kak Syaka aja ya minta beliin jamu biar nyeri nya hilang." kata Syakira.
Rayden mengangguk, dan pintu kembali tertutup, Syakira yang tidak jadi mandi itu hanya terduduk di lantai karena tidak mau mengotori ranjang, tak lupa di alas lantai dia memakai beberapa tisue agar darah nya tidak kemana-mana.
"Lama banget sih, kalau di rumah nyuruh kak Syaka aja langsung cepet, nggak lama nunggu kaya gini." gumam Syakira sambil memanyunkan bibirnya sebal.
Dia masih belum mandi karena Syakira masih membutuhkan pembalut nya, jika berganti sekarang sudah pasti dress nya ikut terkena darah, dan otomatis Syakira tidak ada baju ganti.
tok..tok..tok.
"Masuk." teriak Rayden.
"Tuan, ini pembalut nya." ucap Rico.
Rayden menerima nya, tapi dengan menatap tajam Rico.
"Kau sangat lama, dasar lelet!" ketus Rayden lalu berjalan ke arah kamar yang di tempati Syakira.
Rico yang melihat itu tidak bisa berkata-kata, hari ini mungkin adalah hari sial nya, bukan hanya mendapatkan tugas membeli pakaian wanita, dia juga mendapatkan ejekan beberapa ibu-ibu yang memanggilnya dengan sebutan bapak mesum.
__ADS_1
Mengantri di kasir yang lama dan menjadi bahan tawa para wanita karena membeli pembalut itu.
"Sabar Co, yang waras harus ngalah biarkan yang gila menang." batin Rico ingin rasanya dia berteriak kesal.
Sedangkan Rayden pria itu tidak mengucapkan terimakasih, Rayden malah sibuk mengetuk pintu melupakan pria yang berjasa dalam masalah percintaan nya itu.
"Jangan ngedumel, aku akan menaikan gaji mu 4x lipat." kata Rayden tau akan sifat jelek asisten nya yang selalu menggerutu di dalam hati.
"Saya tidak ngedumel tuan, tapi terimakasih untuk gaji nya." balas Rico yang lain di mulut lain di hati.
"Itu bahkan belum cukup! saya bahkan di katai pria mesum karena mengambil pembalut di depan para gadis!" batin Rico tak henti-henti nya ngedumel.
"Keluar! kau sangat berisik!" kata Rayden yang kesal.
Pikiran nya kalut karena Syakira tidak membuka pintu nya, dan Rico yang kesal pun memilih jalan aman dengan keluar dari ruangan CEO, lebih baik dia mengerjakan banyak pekerjaan kantor dari pada harus berurusan dengan hubungan asmara si tuan muda.
"Berlama-lama di sini bukan hanya membuat ku stres tapi juga membuat otak ku yang waras menjadi ikut gila." batin Rico yang melihat sopa di sudut ruangan, di mana tadi dia melihat Rayden yang mengungkung-kung Syakira.
"Dasar asisten gila, dia pikir dia siapa bisa-bisa nya membicarakan aku di dalam hatinya." kesal Rayden.
tok..tok..tok..
"Sayang buka!" teriak Rayden.
Ceklek..
"Apa sih berisik banget udah tau lagi mules, nggak jadi kan keluar nya, bikin sakit perut aja." Syakira berucap dengan wajah yang sebal.
Ralat, wajahnya mungkin santai tapi ucapan nya? mules? what!
Syakira menganga melihat satu kresek berisi berbagai jenis pembalut itu, dia menggelengkan kepalanya otak pacar nya yang sudah geser atau asisten pacar nya yang memang sudah kebanyakan uang.
"Ini kebanyakan, bisa pake satu tahun kali." ucap Syakira.
"Nggak apa, ayo mandi lanjutin ritual nya aku lupa belum nelpon Syaka." kata Rayden menyuruh Syakira masuk lagi.
Dan Syakira hanya pasrah dan kembali mengunci pintu.
"Apa dia nggak tau apa itu menstruasi ya? dasar pria aneh, ehk tapi yang aneh-aneh gitu itu gemesin juga, polos-polos gimana gitu." gumam Syakira malah asyik tersenyum memikirkan Rayden.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di mobil Syaka nampak terlihat panik, dia takut adik nya kenapa-kenapa karena menjaga Syakira adalah tugas utama nya sebagai kakak tertua.
Mendengar ucapan Rayden tadi membuat kepala Syaka berputar, apa lagi Rayden mengatakan jika Syakira berdarah di bagian itu nya, membuat otak pintar Syaka berpikir ke arah dewasa.
"Awas saja si Rayden kampret! aku akan patahkan kaki nya kalau dia sampai berani-berani nya mendahului malam pengantinnya!" gumam Syaka sambil menambah laju kendaraan nya.
Untuk hal ini Syaka bahkan membatalkan meeting penting nya, karena baginya keluarga adalah nomer satu apalagi itu adalah Syakira, adik nya yang pernah berbagi tempat di perut sang Mom sebelum mereka lahir.
Dretttt !!
"Halo! ada apa lagi!" kesal Syaka karena Rayden kembali menelpon nya.
"Syakira meminta jamu, tolong belikan jamu!" suara Rayden terdengar santai.
"Heh jangan macam-macam ya! aku memang merestui mu menjadi kekasih adik ku tapi aku tidak pernah mengatakan jika aku mengijinkan mu untuk menyentuh adik ku sialan!" teriak Syaka marah.
__ADS_1
"Memang nya siapa yang menyentuh nya, aku tidak melakukan nya! kau pikir aku mau merusak wanita yang aku cintai hah!" suara Rayden terdengar sangat marah.
"Lalu kenapa kau bilang adik ku berdarah itu nya? jika bukan kau melakukan itu?" tanya Syaka suara nya sudah mereda.
Rayden menceritakan semuanya, tanpa terkecuali sampai Syakira yang sakit perut dan pembalut juga takalah dia bicarakan.
Syaka menghela nafasnya lega, dia pikir Rayden telah mencuri kesucian adiknya tapi ternyata tidak, pria bodoh itu telah membuat dia ikut bodoh.
"Dasar bodoh, menstruasi saja tidak tau!" cibir Syaka.
"Apa kau bilang? aku bodoh? kau yang bodoh memang nya apa yang harus aku tau, itu masalah wanita dan bukan masalah ku!" Rayden balik sewot.
Hufh..
"Baiklah, aku akan membelikan jamu untuk Syakira, kau jaga adik ku baik-baik jika adik ku lecet sedikit saja kau akan habis di _" ucap Syaka terhenti.
Tut !!
Panggilan di putuskan sepihak oleh Rayden.
"Dasar adik ipar bodoh, tidak tau diri awas saja kau malam pertama mu nanti akan aku ganggu, bersiap-siap kau sialan!" ucap Syaka sambil tersenyum menyeringai.
Dan kembali mengendarai mobilnya untuk mencari supermarket terdekat.
dan sesampainya di supermarket Syaka langsung membelikan apa yang di butuhkan sang adik, tak lupa dia juga membeli pisang dan jeruk agar menstruasi adik nya lancar.
Beberapa menit berlalu..
Rayden melihat bagaimana Syaka memperlakukan Syakira dengan lembutnya itu, dan itu cukup membuat nya sedikit cemburu dengan kedekatan keduanya.
"Lain kali jangan makan pedes lagi, inget pesan kakak, jadi sakit kan." dengan telaten Syaka menyuapi Syakira pisang.
Syakira yang duduk di sopa itu hanya mengangguk dengan wajah lesu nya, jika bisanya menstruasi nya di temani Syakila maka berbeda dengan hari ini yang di temani Syaka dan kekasih nya.
"Kak Syaka bawel nya kaya kak Kila." ucap Syakira sambil tersenyum.
"Kakak bawel gini karena nggak mau lihat kamu kesakitan, lihat kalau udah kaya gini siapa yang sakit kamu kan? terus kalau Daddy tau Daddy pasti sedih lagi, kamu tau kan Daddy itu sayang nya gimana? lihat kamu menstruasi kesakitan aja Daddy pasti udah nangis bawang Kira." lanjut Syaka panjang kali lebar.
Membuat Syakira gemas dengan kakak nya, dan memeluk Kakak nya.
"Aku sayang kak Syaka." tak lupa kembali mengambil suapan pisang nya.
Syaka melirik Rayden yang terlihat bete itu, dia tersenyum kecut.
"Lihat adik ku sangat menyayangiku! emang enak di nomer dua kan! haha kasihan." batin Syaka tersenyum meledek.
"Dasar kakak ipar lebay, hobby nya ganggu adik nya pacaran, awas saja nanti giliran dia punya pacar aku akan ajakin Syakira untuk membuat nya kesal terus! lihat saja nanti." batin Rayden.
"Udah ahk, kaya monyet makan pisang terus!"
Kaya monyet๐
๐น
Sejauh ini ceritanya lambat nggak? serius nanya๐
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ๐ค๐