Perjalanan Cinta Triplets S

Perjalanan Cinta Triplets S
Harus menunggu.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Syaka membawa Ayuna ke Penthouse milik nya, Syaka memang memiliki Penthouse yang di beli nya khusus untuk tempat nya saat sendirian.


Ayuna nampak senang melihat Penthouse mewah milik kekasih nya itu, dia bangga pada Syaka karena akhirnya Syaka bisa memiliki apa yang dia mau dengan hasil kerja keras nya.


"Aku mau mandi dulu, kamu mau mandi nggak?" tanya Syaka.


"Jangan gila, mandi sendiri!" balas Ayuna agak sewot.


Dan hal itu mengundang tawa Syaka, dengan santai Syaka mendekati Ayuna dan memberikan ciuman di bibir Ayuna.


Hemph..


Keduanya saling berbelit lidah untuk beberapa saat, baik Ayuna ataupun Syaka keduanya sama-sama saling menikmati ciuman nya.


"Aku cinta kamu" kata Syaka saat ciuman nya terlepas.


Ayuna tersenyum kecil, dia senang saat Syaka mengakui jika dia mencintainya.


"Balas dong Baby, jangan so jaim gitu" kata Syaka menggoda sang kekasih.


"Iya aku juga cinta kamu" balas Ayuna sambil tersenyum kecil.


Syaka tersenyum mendengar kata cinta yang keluar dari bibir Ayuna, dan dengan secepat kilat lagi Syaka kembali menyesap bibir manis Ayuna yang membuatnya mabuk kepayang itu.


"Nyosor terus" kata Ayuna sambil mengelap bibir nya yang basah.


"Biarin kamu nya juga mau kan di sosorin" balas Syaka sambil tersenyum menyebalkan.


Hufh...


Ayuna hanya bisa geleng-geleng kepala kalau sudah berhadapan dengan Syaka, meski hal itu tidak akan pernah mengurangi rasa sayang Ayuna pada seorang Syaka Putra Chris.


"Aku mandi dulu, yakin nggak mau ikut" tanya Syaka sekali lagi.


Yang membuat Ayuna melotot.


"Pergi nggak! atau sandal ini aku lempar ke muka kamu yang ganteng itu, sana pergi dari tadi perasaan caper terus" kesal Ayuna yang membuat Syaka tertawa lalu pergi berlari ke kamar mandi dengan tawa nya.


Ayuna memilih duduk di sopa, sambil menunggu Syaka yang selesai mandi Ayuna memilih bermain ponsel nya.


Dan tak lama kemudian Syaka keluar dari kamar mandi dengan celana pendek dan tangan yang memegang handuk.



Glekk..


Ayuna kesusahan menelan ludahnya melihat Syaka yang terlihat seksi di matanya.

__ADS_1


"Astaga pacar ku" batin Ayuna sambil mengigit bibir bawahnya.


Syaka melihat itu, dia tersenyum saat melihat Ayuna yang terpesona dengan ketampanan nya.


"Baby aku tau aku tampan dan seksi, tapi mengedip lah kau menatap ku seperti makanan enak saja" Syaka berjalan dengan tawa nya.


Tuhkan narsis lagi.


"Untung cinta, that narcissistic man is my lover" gumam Ayuna sambil tersenyum.


"Apa? pria narsis itu adalah kekasih ku?" Syaka mengulang ucapan Ayuna dengan bahasa Indonesia.


"Iya kan emang kamu pacar aku" kata Ayuna agak sewot dengan bibir yang di sengaja di monyong kan.



"Utu tu lucu nya cantik ku" Syaka mencium pipi Ayuna gemas.


"Syaka pake baju!" kesal Ayuna saat Syaka memeluk nya.


"Nggak papa, kan nggak telanjang ini" balas Syaka masih mau memeluk Ayuna.


Dia benar-benar merindukan Ayuna, enam bulan itu bukan waktu yang sebentar dan kerinduan Syaka sangatlah besar.


Hufh..


Ayuna hanya bisa menghembuskan nafas nya panjang, dia membalas pelukan itu sampai akhirnya Ayuna merasakan jika tangan Syaka tidak bisa diam.


"Baby, aku merindukan mu" kata Syaka sambil mencubit pipi Ayuna gemas.


"Kamu gitu terus, aku pulang ya kalau kamu nggak diem kaya gini" Ayuna sebal.


"Iya.. iya maaf" Syaka bangkit.


Cup..


Secepat kilat Ayuna memberikan kecupan di bibir Syaka.


"Aku sayang kamu!" kata Ayuna sambil berlari ke kamar Syaka.


"Baby mau kemana?" tanya Syaka.


"Mau mandi" teriak Ayuna yang masih di kamar.


Syaka mengikuti Ayuna ke kamar, dan dia melihat Ayuna yang langsung masuk ke kamar mandi membawa handuk nya, Ayuna seperti ketakutan akan di intip.


"Tapi mengintip sepertinya menantang" gumam Syaka sambil tersenyum jahil.


Hufh..


"Di kunci, harusnya biarin aja kebuka jangan di kunci kan kalo gini nggak bisa ngintip" Syaka menghela nafasnya panjang, pada akhirnya Syaka memilih memakai baju santai nya.

__ADS_1


Malam hari nya Syaka membeli banyak makanan untuk menghabiskan malam nya bersama Ayuna, dia sengaja mengalihkan perhatian nya pada makanan agar dia bisa menahan sesuatu yang ingin dia lakukan.


Dan setelah jam 11 malam keduanya sama-sama kenyang karena makan banyak, Syaka mengajak Ayuna ke kamar dan kini keduanya sama-sama duduk di atas ranjang.


"Mau sendawa tapi nggak bisa" kata Ayuna yang perut nya terasa kembung.


Dia benar-benar kekenyangan, pun sama dengan Syaka yang juga kekenyangan.


Eeuuu..


"Alhamdulillah.."


"Nggak apa kan aku sendawa? nggak jijik kan?" tanya Ayuna sambil mengelus perut nya terasa lega.


"Nggak apa, yang jijik itu kalau aku liat cwe lain pup, kalau kamu sih nggak apa, malah aku mau nonton" balas Syaka tengil.


"Dasar nyebelin" Ayuna merebahkan tubuhnya.


Keduanya sama-sama menatap atap, Ayuna dan Syaka nampak diam dengan pikiran nya yang berbeda.


"Kita sampai kapan begini?" tanya Syaka.


Ayuna melirik Syaka, entahlah dia juga tidak tau tapi Ayuna ingin lulus sarjana karena Mama dan Papa nya sangat ingin melihat Ayuna menjadi sarjana.


"Kamu nggak mau nunggu aku?" tanya Ayuna, dia masuk ke pelukan Syaka.


Mencium harum aroma tubuh Syaka yang selalu bisa membuat nya nyaman dan tenang.


"Mau, tapi aku ingin kepastian dari kamu" balas Syaka sambil mencium kening Ayuna lembut.


Jika biasanya wanita yang meminta kepastian maka beda dengan Syaka, di sini Syaka lah yang sangat ngebet untuk menikahi Ayuna.


"LDR dulu nggak apakan? aku akan belajar cepat dan pasti lulus di usia dua puluh kok, aku janji" Ayuna mengeratkan pelukan nya.


Syaka tersenyum, dia kembali megecup singkat kening Ayuna.


"Aku pegang janji kamu, tapi jangan berpaling dari ku ya aku tidak mau kehilangan kamu lagi" Syaka mencium bibir Ayuna.


Ayuna membalas nya, dan keduanya berciuman selama beberapa menit sampai akhirnya Ayuna melepaskan ciuman nya karena di rasa dia menginginkan hal lebih.


"Aku cinta kamu"


"Aku juga"


Dan setelah itu keduanya pun tidur, tidak ada malam panas Syaka mencintai Ayuna dan dia tidak akan meminta hal aneh lagi karena tidak mau kehilangan kepercayaan Ayuna lagi.


"Harus tahan satu tahun setengah lagi, sabar ya adik kita akan menerobos gawang setelah umur mu cukup." batin Syaka.


"Maaf Syaka aku egois, aku cinta kamu tapi aku juga harus pikirin Mama dan Papa, aku putri pertamanya aku harus bisa membanggakan Mama dan Papa dulu, setelah itu aku janji aku akan menjadi milikmu" batin Ayuna.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2