
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Mobil yang di kendarai Rico berhenti tepat di halaman mansion, sepanjang perjalanan dia lewati dengan rasa kesal karena tuan dan nona muda terus memperlihatkan keromantisan di depan nya.
Bohong jika dia bicara dia tidak iri, nyatanya Rico juga manusia biasa yang memiliki rasa iri dan juga dengki, apalagi sedari tadi matanya di suguhkan oleh pemandangan dimana Rayden terus mencium pipi Syakira.
"Seperti nya aku memang harus cepat-cepat mencari cintaku, melihat tuan muda yang sudah menikah membuat aku iri dan juga ingin memiliki istri juga." batin Rico.
"Kau pulang saja, dan untuk dua hari ini aku tidak akan ke kantor jadi urus semuanya." kata Rayden pada sang asisten.
"Baik tuan." balas Rico cepat.
Tidak mau berlama-lama menjadi nyamuk besar dalam hubungan itu.
"Siap sayang?" tanya Rayden melirik istrinya.
Syakira mengangguk kecil, dan menautkan tangan nya dengan tangan sang suami, dan melihat itu lagi-lagi Rico hanya bisa menghembuskan nafas nya kasar.
Pasangan pengantin baru itu keluar dari mobil, dan tak lama mobil yang di kendarai Rico pun pergi menjauh dari area mansion, meninggalkan Syakira dan Rayden masih berdiri di depan pintu.
"Stop jangan masuk dulu." kata Syakira yang menghentikan kaki Rayden.
"Kenapa?" tanya Rayden bingung.
"Sebelum masuk kita harus berdoa dulu." kata Syakira.
Rayden yang mendengar itu aneh, tapi dia tetap melakukannya. keduanya memejamkan matanya dan berdoa dalam hatinya.
"Terimakasih Tuhan, jika boleh serakah aku ingin hidup bahagia bersama pria di samping ku, selamanya dan tak terpisahkan." batin Syakira.
"Aku hanya meminta selalu bersama wanita di sampingku, terimakasih Tuhan."
Keduanya membuka matanya, dan saling melirik dengan senyuman yang sama-sama terlihat di wajahnya.
"Apa yang kamu pinta dalam doa mu?" tanya Syakira penasaran.
"Kamu?" tanya balik Rayden.
Syakira tersenyum, lalu..
"Aku ingin.. sama-sama dengan kamu kamu!" ucap keduanya serempak.
Lalu tertawa..
"Kamu ikut-ikutan ihk" tawa Syakira.
"Kamu juga, tapi tidak apa dua harapan yang sama bisa memperkuat doa kita, semoga saja Tuhan bisa mendengar nya." balas Rayden tumben bijak.
Keduanya membuka pintu bersama, di awali dengan membaca bismilah Syakira dan Rayden masuk ke rumah yang nantinya akan menjadi tempat yang akan menjadi saksi cinta mereka.
__ADS_1
"Tumben sepi." Syakira mengerutkan keningnya aneh melihat sekeliling nya yang terasa sunyi.
"Sengaja, aku ingin quality time bersama kamu sayang." bisik Rayden di telinga Syakira.
Yang mana hal itu membuat Syakira merinding, apalagi saat ini Rayden yang berjalan tidak bisa diam dan terus menggoda nya.
Emh..
Syakira mengeliat geli saat Rayden malah asyik pada aktivitas nya itu, ini bahkan masih di lantai bawah dan butuh waktu beberapa menit lagi untuk mereka sampai di lantai atas.
"Geli ihk." Syakira mencoba menjauhkan dirinya.
Membuat Rayden menaikan sebelah alisnya ke atas dan menatap Syakira dengan pandangan yang penuh cinta.
"Kamu tidak bisa lari." kata Rayden sambil menahan tangan Syakira lalu memeluk pinggang Syakira.
"Aduh siapa juga yang mau lari kaya anak kecil aja, aku mau nyari cemilan jaga-jaga kalau nanti nggak bisa keluar kamar." ucap Syakira sambil manyun.
"Makanan terus di pikiran nya, sekali-kali aku dong yang di pikirin." Rayden menciumi leher Syakira lagi.
Syakira yang merasakan geli hanya bisa pasrah, kali ini tidak akan ada jeda lagi Syakira tau malam ini dia benar-benar akan habis di makan Rayden.
"Kamu cemburu sama ah.. makanan?" Syakira ingin tertawa, tapi suaranya terasa aneh untuk nya.
Tapi sangat seksi di telinga Rayden yang kini tersenyum senang karena Syakira nampak menggemaskan saat menahan dessahan nya.
"Aku cemburu, apapun itu baik kamu yang di cium Daddy atupun Syaka aku selalu cemburu." kali ini bukan ciuman lagi.
"Kamu kaya vampir tau nggak, ayo pindah ke kamar mau tiduran berdiri terus pegal kaki aku." Syakira dengan santainya berjalan mendekati tangga.
Rayden yang melihat itu menggelengkan kepalanya, sepertinya malam pengantin nya akan lebih indah dari pengantin pada umum nya, Syakira benar-benar menggemaskan.
Sesampai nya di kamar Syakira langsung berjalan ke arah tempat tidur, Rayden yang baru sampai di kamar itu melihat gelagat istrinya yang sama sekali jauh dari kata tegang itu.
"Kamu siap nggak jadi ibu dari anak-anak ku?" tanya Rayden perlahan dia mendekati Syakira yang sedang bersandar di tepi ranjang.
"Kamu siap nggak jadi Ayah dari anak-anak ku?" tanya balik Syakira sambil tersenyum.
Yang membuat keduanya tersenyum dan mengangguk bersamaan, entah siapa yang memulai tapi bibir keduanya sudah bertautan, saling membalas ciuman nya sampai akhirnya mata Syakira melihat ke almari kaca yang ada di dekat sopa.
"Waww !! cemilan nya banyak banget!" Syakira tersenyum melihat banyak nya cemilan di dalam almari kaca.
"Itu untuk mu semuanya." kata Rayden.
"Wah makasih sayang." Syakira senang bukan main.
Rayden mengangguk, lalu kembali membawa Syakira ke dalam pelukan nya. keduanya kembali berciuman lagi dan lagi-lagi Syakira menghentikan ciuman nya.
"Bentar haus, mau minum dulu." Syakira langsung berdiri dan mengambil minuman botol yang ada di dekatnya.
Melihat itu Rayden hanya bisa menghembuskan nafas nya panjang, selalu ada saja alasan Syakira dalam menunda nya membuat nya gemas, tapi tidak berani protes karena dia sudah berjanji tidak akan pernah menyakiti Syakira.
__ADS_1
"Kok rasanya aneh ya." Syakira melihat botol itu sebentar, dan meminumnya lagi.
"Rasanya agak pait gimana gitu, terus agak bau juga." lanjutnya yang mendekatkan hidungnya dengan lubang botol itu.
Rayden melihat Syakira yang memegang botol itu dan seketika juga matanya melotot kaget, dia lupa meminum jamu kuat nya.
"Astaga Rico benar-benar tidak bisa di andalkan! lihat sekarang malah Syakira yang meminum jamu kuatnya." batin Rayden kesal.
Bukan dia tidak percaya pada kemampuan nya, tapi Rayden ingin permainan nya lebih lama dan menghabiskan waktu nya di kamar bersama istrinya.
"Sudahkan?" tanya Rayden tidak mau mengungkit jamu kuat itu, bisa malu dia kalau Syakira malah berpikir dia lemah.
Syakira melirik Rayden, entah kenapa dia merasa pusing dan tubuhnya terasa panas bersamaan dengan itu.
"Ayo aku penasaran, huh." Syakira mengeliat dengan gaya seksi nya, padahal Rayden tidak menyentuh nya.
Melihat Syakira yang sudah tidak tahan Rayden langsung mengkungkung-kung tubuh Syakira, dan menatap Syakira dengan penuh cinta.
"Aku mencintai mu." kata Rayden sambil tersenyum.
"Aku juga, aduh.. panas." Syakira menarik tengkuk suaminya dan langsung mencium ganas Rayden.
Keduanya saling menerima, tangan Rayden berusaha untuk membuka pakaian Syakira dan saat semuanya sudah terlepas kini giliran Rayden yang membuka pakaian nya.
"Sayang." panggil Syakira sambil tersenyum.
Rayden tidak menjawab, dia langsung memberikan beberapa kecupan di wajah dan bibir sang istri, hingga akhirnya ciuman itu turun ke leher dan Rayden meninggalkan beberapa jejak petualang nya di leher dada dan perut Syakira.
Emh..
Syakira kembali mendessah, Rayden tidak berhenti membuatnya gila tapi yang jelas Syakira masih menginginkan hal yang lebih dari itu.
Mata Rayden melihat Syakira yang tengah terbaring tentunya dengan bibir yang seksi tidak berhenti mengaduh, dan jangan lupakan banyak nya bekas tanda kepemilikan nya di tubuh bule seksi itu.
"Aku mencintaimu, sangat mencintai mu" kata Rayden sambil menautkan tangan keduanya agar saling berpegangan tangan.
Pelan tapi pasti Rayden dan Syakira menyatu menjadi satu, dan tepat saat Rayden melakukan nya saat itu lah Syakira berteriak sakit.
"Huh.. sakit!"
"Tahan sayang, Cup."
Rayden memberikan kecupan di wajah Syakira agar istrinya tidak berteriak terus, dan melanjutkan apa yang sedang dia lakukan yaitu mengagaghi istrinya dengan penuh cinta dan sayang.
"Aku mencintai mu." tidak ada hentinya Rayden membisikan kata cinta di telinga sang istri, tentunya dengan tubuh keduanya yang masih bermain panas.
Dan..
🌹
Stop dulu pegel ngetik nya 😅
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏