
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
"Mommy Daddy si tampan pulang!" teriak Syaka sambil berjalan dengan riang nya.
Du Du Du..
Sayaka bersiul dan bernyanyi sambil melangkahkan kaki nya lebar masuk rumah.
Du du__
Awww !!
"Dad sakit!"
"Mom help me"
Dad Bastian menambah jeweran di telinga putra nya, sampai akhirnya dia melepaskan nya karena sudah tidak sekesal tadi.
"Dad lihat! telinga ku merah penampilan ku tidak tampan lagi" kesal Syaka sambil mengusap telinga nya yang sakit.
"Diam kau, dasar bocah tengik merepotkan saja kau pikir melamar anak gadis itu apa hah! kau mau melamar gadis seperti membeli cilok saja" Dad Bastian membalas dengan kesal.
"Dari mana saja? di telpon tidak di angkat, kau pikir Daddy Mommy asisten mu apa!" lanjut Dad Bastian kesal.
Mendengar ucapan Daddy nya Syaka tersenyum, dia bahkan lupa tidak mengabari uncle Hadian karena terlalu sibuk menyiapkan diri untuk malam ini.
"Daddy lihat penampilan ku, aku sudah tampan dan tadi aku lupa mengabari Daddy kalau aku ke salon dan shoping untuk membuat penampilan ku semakin tampan." jelas Syaka tanpa rasa bersalah.
Sekali lagi Dad Bastian menggelengkan kepalanya, dia heran kenapa dari banyak nya anak nya Syaka yang memiliki sikap paling menyebalkan.
(Dad Bastian nggak sadar diri๐ฅฑ)
"Ke salon shoping tapi kok penampilan nya b aja sih" Dad Bastian melihat dari atas sampai bawah.
"Terserah yang tua, yang tua memang tidak tau fashion" balas Syaka sekali lagi sangat menyebalkan membuat Dad Bastian menghembuskan nafas nya kasar.
"Sudahlah Dad, ayo berangkat semuanya sudah siap" kata Mom Fallen yang baru menuruni tangga.
"Mom sangat cantik" puji Syaka mengabaikan Daddy nya dan berjalan mendekati Mommy nya.
Cup..
Syaka mencium pipi sang Mommy.
"I Miss Mom" kata Syaka sambil tersenyum.
"Waw tampan nya, sudah dewasa ya sudah mau melamar anak orang" Mom Fallen tersenyum melihat Syaka yang terlihat senang.
Dan melihat itu Dad Bastian kesal.
__ADS_1
"Jangan mencium istriku! sayang kemarilah" kata Dad Bastian berjalan mendekati istri dan anak nya lalu menarik tangan sang istri agar merapat ke arah nya.
Syaka mengembungkan pipi nya melihat Daddy nya yang sangat posesif, dan setelah drama itu mereka bertiga pun langsung berangkat karena sudah jam 7 malam.
Sepanjang perjalanan Syaka terus tersenyum, ini adalah kejutan untuk Ayuna dan Syaka yakin kalau Ayuna akan sangat terkejut dengan kejutan dari nya.
"Ini masih lama nggak sih, dari tadi perasaan muter-muter terus" kesal Dad Bastian.
"Sabar Dad, jangan marah-marah terus" kata Mom Fallen memegang tangan suaminya.
"Iya bener tuh Mom, sebentar lagi juga nyampe" balas Syaka santai.
"Dasar bocah tengik" kesal Dad Bastian lagi.
Syaka mendengar kekesalan Daddy nya, dia hanya acuh dan santai sekali-kali membuat Daddy nya kerepotan tidak apa pikir nya.
Beberapa menit berlalu..
Mobil yang di kendarai Syaka sampai di halaman rumah Papa Gibran dan keluarga.
Syaka tersenyum sebelum turun dia membenarkan rambut nya dengan sisir kecil kesayangan nya.
"Ayuna sayang babang Syaka datang!" batin Syaka.
Mom Fallen dan Dad Bastian turun, keduanya melihat rumah di depan nya sudah keduanya duga jika Syaka akan benar-benar menikahi anak gadis Hana dan Gibran.
"Ayuna emang ada?" tanya Mom Fallen.
"Oh, pantesan Hana tadi upload kebersamaan di rumah Bagas, ternyata Ayuna pulang bukan Vidio lama" sahut Mom Fallen lagi.
Dad Bastian memencet bel..
Ting tong..
Tidak ada sahutan, Dad Bastian dan Mom Fallen melirik pada Syaka.
Membuat Syaka menelan ludahnya sendiri, dia langsung menelpon Ayuna.
"Halo sayang"
"Sayang burung mu kecil!"
"Om"
Syaka mendengar suara Papa Gibran, di sebrang telpon.
"Ayuna nya di mana ya Om?" tanya Syaka agak kikuk meski hanya mengobrol di telpon.
"Ngapain ganggu anak gadis orang malam-malam, jangan telpon lagi Ayuna lagi main sama adik-adik nya!"
Tut !
__ADS_1
Panggilan itu terputus karena di matikan sepihak oleh Papa Gibran.
"Ayuna lagi pergi kan?" tanya Mom Fallen.
"Kok Mommy tau?" tanya balik Syaka.
"Nih" Mom Fallen memperlihatkan Vidio di mana Ayuna sedang bermain dengan anak perempuan Om Bagas.
Dan Vidio itu terlihat banyak orang di rumah Om Bagas, bahkan terlihat ada Aunty Tara dan anak-anak nya juga.
Awwww !!
"Dad sakit!" ringis Syaka telinga di jewer Daddy nya.
"Pulang! malu-maluin aja" kesal Dad Bastian sambil melepaskan jeweran nya.
Melihat Dad Bastian yang masuk ke mobil Mom Fallen menepuk pundak putra nya pelan.
"Lain kali kalau mau lamaran ya bilang dulu biar semuanya bisa di omongkan dulu, jangan dadakan kaya gini ujung-ujungnya apa? kamu ngerepotin semuanya kan, minta maaf sana sama Daddy" kata Mom Fallen, lalu masuk ke mobil.
Hufh..
Syaka menghembuskan nafas nya kasar, tidak menyangka jika malam ini dia akan gagal, tapi Ayuna juga tidak mengatakan jika dia akan ke rumah Om Bagas yang ada di kota C.
"Dad maaf" kata Syaka saat masuk ke mobil.
"Ya, lain kali kalau mau sesuatu itu jangan terburu-buru, sekarang apa? lihat kamu kan yang ngenes sendiri" Dad Bastian masih kesal.
"Iya Dad, maaf"
"Minta maaf pada Mommy mu, kau tau dari tadi Mommy mu sibuk untuk urusan parsel buah lah barang hantaran dan juga cincin."
Syaka melirik ke belakang, lalu memegang tangan Mommy nya.
"Maaf Mom, malam ini aku janji akan memijat kaki Mom" kata Syaka janji.
"Iya, Mommy memaafkan mu tapi pijat ya"
"Daddy juga"
"No kaki Daddy bengkak, bisa keriting tangan ku"
"Oh nggak mau?" Dad Bastian menaikan sebelah alisnya ke atas.
Hufh..
"Iya mau"
๐น
jangan lupa like coment and Vote ya kak โฅ๏ธ๐ค๐
__ADS_1